Li Fan – Epochtimes.com

Italia adalah negara Eropa yang paling terpukul oleh virus corona. Kasus yang dikonfirmasi naik dari 3.089 menjadi 3.858 kasus pada hari Rabu 4 Maret.

Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan, bahwa diantara pasien yang terinfeksi paling awal, 414 orang telah sepenuhnya pulih.

Wabah virus corona merebak di Italia 14 hari yang lalu, terutama di beberapa daerah di utara negara itu. Tetapi sekarang ada kasus yang dikonfirmasi masing-masing di 20 wilayah negara tersebut.

Seiring dengan memburuknya wabah di Italia, pelancong dari seluruh dunia menunda rencana perjalanan mereka ke Italia.

Pemerintah telah memerintahkan pertemuan publik dalam skala yang besar di sekolah-sekolah dan universitas untuk tetap ditutup sampai minggu kedua sebagai upaya penghentian penularan yang dikhawatirkan semakin meluas.

Menanggapi kasus ini, pemerintah siap meningkatkan anggaran pengeluaran untuk membantu keadaan ekonomi. 

Menteri Ekonomi Italia Roberto Gualtieri mengatakan, pemerintah sedang merencanakan paket bantuan 3,6 miliar Euro atau sekitar Rp 5,6 Miliar untuk meningkatkan kembali aktivitas perekonomian sehubungan dengan penyebaran Virus Corona. 

Menurut data dari perusahaan analisis perjalanan ForwardKeys, bahwa dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pemesanan tiket pesawat ke Italia turun hampir 139% pada minggu terakhir Februari 2020. Sebelumnya, kasus infeksi pertama ditemukan di Italia utara, dan menjadi kasus kematian pertama negara itu. Sejak itu, kasus infeksi meningkat dengan cepat.

29 Februari 2020 lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan mereka ke seluruh Italia, dan menghimbu agar menghindari wilayah Lombardy dan Venetor. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, mengatakan wisatawan sebaiknya menghindari perjalanan yang tidak perlu ke Italia, karena “penyebaran virus” skala luas di negara itu. Beberapa maskapai Amerika telah menangguhkan penerbangan ke Milan, Italia.  

Beberapa agen perjalanan Amerika Serikat mengatakan mereka telah melihat para wisatawan membatalkan perjalanan baru-baru ini ke Italia dan Eropa. Tetapi beberapa wisatawan masih mempertahankan rencana perjalanan musim panas mereka. Bahkan telah berencana melakukan perjalanan ke Italia pada musim panas, tetapi mereka juga memastikan bahwa kebijakan pembatalan itu bersifat fleksibel.

Co-presiden Valerie Wilson Travel yang juga pemilik bersama Jennifer Wilson-Buttigieg, mengatakan Italia adalah bagian penting dari bisnis perusahaannya dan mengalami masa-masa “sulit” dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa wisatawan sekarang memilih untuk membatalkan perjalanan mereka ke Italia. (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular