Yow Phei Ran – hk.epochtimes.com

Kasus pertama meningitis atau radang otak yang disebabkan oleh virus penderita pneumonia Wuhan yang kini disebut COVID-19 ditemukan di Prefektur Yamanashi, Jepang. Pasien tersebut adalah karyawan berusia 20-an. Saat ini, penderita yang terinfeksi tidak dapat mengurus dirinya sendiri dan kesulitan berbicara. Ahli terkait mengatakan bahwa kasus itu sangat jarang jika dilihat dari situasi infeksi di setiap negara.

Sebelumnya pada 27 Februari 2020, penderita yang terinfeksi mengalami demam 38,5 derajat. Keesokannya dan pada 2 Maret secara berturut-turut dibawa ke sejumlah klinik.  Namun belum dapat didiagnosis sebagai COVID-19.

Menurut berita seperti dikutip hk.epochtimes.com, (8/3/2020) penderita mulai istirahat di rumah sejak 29 Februari.  Sementara itu, perusahaan merasa aneh karena tidak dapat menghubungi penderita. Pada tanggal 6 Maret, pihak perusahaan bersama dengan keluarganya dan polisi datang ke rumah penderita. Kemudian melihat pria itu tergeletak tak sadarkan diri.

Pria itu segera dilarikan ke Rumah Sakit yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Yamanashi. Ia didiagnosis terinfeksi virus corona. 

“Pria itu tidak hanya mengalami demam, radang paru-paru, tetapi juga gejala meningitis akibat virus. Saat ini, penderita mengalami gangguan kesadaran yang serius dan menjalani perawatan di unit perawatan intensif,” kata Shinji Shimada, Profesor Departemen Dermatologi, Universitas Yamanashi, Jepang.

Shimada mengatakan sangat mungkin meningitis itu disebabkan oleh COVID-19. Diyakini itu adalah gejala yang sangat langka. Selain itu, merupakan kasus yang sangat penting. 

 Sementara itu, menurut laporan media caixin.com pada 4 Maret 2020, Rumah Sakit Ditan di Beijing, mengatakan bahwa melalui pengurutan genetik, seorang pasien berusia 56 tahun yang terjangkit virus corona dikonfirmasi terinfeksi SARS-CoV-2.  Dalam cairan serebrospinalnya dan secara klinis didiagnosis sebagai meningitis. Sistem saraf pusat pasien dijangkiti virus.

Dalam skema diagnosis model baru yang dikeluarkan oleh Komite Kesehatan Nasional Komunis Tiongkok menambahkan bagian “perubahan patologis”, menyebutkan bahwa radang paru-paru akibat virus corona baru dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, limpa, jantung, hati, kandung empedu, ginjal dan organ-organ lainnya.  (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular