Erabaru.net. Wabah virus corona (Covid-19) yang berasal dari wilayah Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok  menyebar secara global. Akan tetapi, komunis Tiongkok dinilai justru ingin mengalihkan perhatian dari tanggungjawab dengan mengerahkan pesawat militer ke Taiwan hingga tersebarnya

Melansir dari siaran pers Taipei Economic and Trade Office (TETO) pada 9 Maret 2020, langkah konyol yang diambil oleh otoritas komunis Tiongkok terhadap epidemi tidak hanya merugikan orang-orang Tiongkok, tetapi juga memengaruhi negara-negara di seluruh dunia. 

Menurut TETO, yang pertama adalah bahwa Komunis Tiongkok pada awalnya menyembunyikan situasi epidemi dan melewatkan kesempatan emas pencegahan epidemi selama 30 hari. 

Selain memberikan kesempatan kepada virus untuk menyebar di seluruh Tiongkok, langkah dari Komunis Tiongkok juga menjadi penghalang bagi negara lain untuk mengambil langkah-langkah pencegahan awal. 

Menurut berbagai data dan laporan media, Komunis Tiongkok melaporkan epidemi pneumonia yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya pada Desember 2019. Akan tetapi pada saat itu Komunis Tiongkok memperkuat pemantauannya terhadap internet dan media. Bahkan, media corong komunis Tiongkok juga berbohong bahwa epidemi itu “dapat dicegah dan dikendalikan”  Tidak ada situasi “penularan manusia ke manusia”.

Misalnya saja, Dokter Li Wenliang yang mengungkapkan bahwa virus ini telah ditularkan antar manusia dipaksa bungkam. Sehingga pada saat itu, sebagian besar rakyat Tiongkok tidak menyadarinya sampai epidemi di Tiongkok pecah dan benar-benar tidak dapat ditekan lagi.

Baru kemudian, pada 20 Januari,  Xi Jinping secara terbuka menyatakan seruannya untuk pencegahan epidemi, dan diagnosis resmi baru mulai meningkat sejak saat itu. 

TETO mengatakan, Ketika kota Wuhan ditutup pada 23 Januari 2020, orang-orang Tiongkok dan seluruh dunia baru mengetahui bahwa epidemi ini telah berdampak serius.  Hanya karena Komunis Tiongkok awalnya menyembunyikan epidemi dan melewatkan “periode emas pencegahan epidemi” menyebabkan situasi epidemi global saat ini menjadi tidak terkendali.

Share

Video Popular