The Epochtimes – Sejak tahun 2020 ini, pneumonia Wuhan (juga dikenal sebagai virus corona baru / Covid-19) telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia karena ditutupi oleh komunis Tiongkok, sehingga berkembang menjadi sebuah wabah yang menakutkan dunia. Meskipun wabah itu ganas dan mematikan, tapi bukan tanpa jejak untuk ditelusuri, terutama penyebaran wabah corona di luar Tiongkok itu jelas menunjukkan arah dan target virus: ditujukan kepada Partai Komunis Tiongkok.

Wabah pneumonia Wuhan  yang mematikan itu telah berlangsung selama lebih dari sebulan, dan terus meningkat secara global. Saat krisis itu, pemerintah dan masyarakat dunia harus merenungkan: “Mengapa ada virus seperti itu ? Apa hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok? Bagaimana individu dan negara dapat menghindari keganasan virus itu ?”  

Sepanjang sejarah Partai Komunis Tiongkok, itu adalah sejarah kelam yang penuh dengan kecamuk perang, kelaparan, wabah, dan kematian. Kekuasaan tirani komunis Tiongkok selama 70 tahun telah membunuh 80 juta nyawa rakyat Tiongkok, serta menghancurkan budaya dan moralitas bangsa Tiongkok. 

Terutama dalam 30 tahun terakhir, dari pembantaian mahasiswa pada tahun 1989 hingga penindasan terhadap praktisi Falun Gong pada tahun 1999, dan sekarang penindasan terhadap masyarakat luas, komunis Tiongkok membawa bencana bagi dunia dan bangsa Tiongkok dengan kekerasan dan kebohongan. Dalam buku “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis” disebutkan bahwa “esensi komunisme adalah roh jahat”, dan tujuan utamanya adalah menghancurkan umat manusia. 

Selama hampir 40 tahun, dari negara-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin hingga negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat. Wakil dari roh jahat komunis – Komunis Tongkok, selalu menghiasi citranya dengan menggunakan manfaat ekonomi sebagai umpan dan proyek globalisasi, Institusi Konfusius, “Belt and Road” dan proyek lainnya. Komunis Tongkok menyusup ke negara-negara di dunia melalui berbagai saluran seperti politik, ekonomi, budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Menuntun orang-orang untuk menjauhkan diri dari Tuhan dan mengkhianati Sang Pencipta, hingga pada akhirnya menghancurkan umat manusia. 

Di saat negara-negara dan wilayah yang tergoda untuk memperkuat hubungan dengan Komunis Tongkok, tetapi tidak tahu bahwa bencana juga akan turut mengiringi, seperti “Wabah Wuhan” yang menyebar ke seluruh dunia saat ini. Itu jelas penyebaran sepanjang jalan yang menguraikan hubungan yang erat suatu negara, kota, organisasi atau lembaga maupun individu dengan Komunis Tiongkok.

Iran – “Sahabat dekat” Komunis Tiongkok Dilanda Wabah yang Parah

Tiongkok adalah negara dengan situasi wabah terburuk saat ini. Info hingga 9 Maret 2020, otoritas Komunis Tiongkok menyatakan bahwa total kasus yang dikonfirmasi secara nasional adalah 80.754 kasus dan 3.136 kasus kematian. 

Namun, simulasi hitungan oleh komunitas medis internasional, wawancara dan survey – investigasi oleh media the Epoch Times dan media lainnya, serta informasi pertama yang diungkapkan oleh masyarakat di daerah yang terkena dampaknya di Tiongkok membuktikan bahwa jumlah aktual pasien yang terinfeksi virus jauh melebihi jumlah yang diumumkan Tiongkok. 

Para ahli dari Eropa dan Amerika Serikat memperkirakan bahwa jumlah pasien terinfeksi di Tiongkok mungkin lebih dari sepuluh kali lipat dari data resmi yang dirilis otoritas Tiongkok.

Hingga 9 Maret 2020, ada lima negara dengan diagnosis kumulatif lebih dari 1.000 kasus wabah di luar Tiongkok. Negara itu, masing-masing adalah : Italia (9172 kasus), Korea Selatan (7478 kasus), Iran (7161 kasus), Prancis (1412 kasus) dan Jerman (1112 kasus). Negara-negara dengan lebih dari seratus kasus kematian adalah Italia (463 kasus) dan Iran (237 kasus). 

Meskipun data wabah di Iran sekilas tidak setinggi Italia atau Korea Selatan, namun, mengingat pemerintahan Iran adalah rezim otoriter seperti Komunis Tiongkok, Iran diyakini juga telah menyembunyikan masalah wabah untuk menjaga stabilitas negaranya. Menurut kalangan luar, kasus yang dikonfirmasi dan jumlah kematian yang diumumkan pemerintah Iran jauh berbeda dengan angka yang sebenarnya. 

The Washington Post mengutip data yang bocor dari Rumah Sakit Teheran, mengatakan bahwa kasus wabah di Iran sekitar lima kali lipat dari data resmi pemerintah. 

Sementara itu, data yang diungkapkan oleh media lokal Iran lebih dari sepuluh kali lipat dari angka resmi. Video yang beredar di Iran secara mengejutkan sangat mirip dengan kejadian di Wuhan, yakni tampak mayat-mayat ditumpuk di rumah sakit dan orang-orang yang sedang berjalan tiba-tiba saja jatuh tergeletak di tengah jalan. 

Satu hal yang perlu dicatat adalah virus Wuhan jelas lebih ditargetkan pada pejabat senior Iran. Dari 237 kasus kematian yang diumumkan otoritas Iran, setidaknya 24 anggota parlemen telah dikonfirmasi, termasuk beberapa pensiunan dan anggota parlemen saat ini serta Wakil Presiden dan Wakil Menteri Kesehatan Iran.

Komunis Tiongkok adalah penyokong Iran sekaligus “sahabat dekat.” Karena sumber daya energi Iran yang melimpah, menempati posisi strategis yang penting di Timur Tengah, dan kebijakan radikalnya merupakan ancaman besar bagi negara-negara demokratis. Selama ini Komunis Tiongkok selalu memberikan dukungan ekonomi dan senjata untuk rezim Iran. 

Komunis Tiongkok tidak hanya secara langsung mengekspor senjata-senjata canggih seperti misil, pesawat tempur dan kapal selam ke Iran, tetapi juga memberikan teknologi senjata nuklir utama pada Iran untuk mengancam dan menghambat campur tangan negara-negara demokratis.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat telah berulang kali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran untuk menghentikan ancaman senjata nuklir Iran. 

Sementara itu, Komunis Tiongkok  secara terang-terangan melanggar embargo perdagangan dan mengimpor minyak Iran dalam jumlah besar untuk mendukung rezim Iran secara ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ZTE dan Huawei yang dikuasai Komunis Tiongkok telah berulang kali mendapat sanksi dari pemerintah Amerika Serikat karena perusahaan-perusahaan itu melanggar sanksi internasional, memasok teknologi militer atau sipil yang sensitif kepada Iran.   

Iran merupakan mitra “dekat” Komunis Tiongkok. Dalam rencana “Belt and Road” yang diluncurkan Komunis Tiongkok pada 2013 untuk mengekspor hegemoni komunis. Iran adalah pusat strategis Komunis Tiongkok untuk menembus benua Eropa, Asia dan Afrika. Selama 10 tahun terakhir, Komunis Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Iran, dan memiliki investasi besar di Iran. 

Italia Adalah Negara Sekutu Eropa yang Paling Terpukul oleh Wabah Corona

Hingga 9 Maret 2020, total akumulatif yang didiagnosis di Italia adalah 9.172 kasus. Secara nominal, Italia adalah negara dengan wabah terparah di luar Tiongkok, dengan angka kematian mencapai 463 orang, jauh lebih tinggi dari total kematian di negara-negara lain selain Tiongkok dan Iran. 

Pada tanggal 9 Maret, Perdana Menteri Italia mengumumkan blokade nasional, menghimbau bahwa kecuali untuk pekerjaan dan keadaan darurat, lebih dari 60 juta orang di seluruh negeri dilarang keluar.

Di masa lalu, Italia yang tenang tenteram tiba-tiba saja dalam sekejap menjadi daerah bencana kerusuhan napi di penjara, perampokan, dan blokade di seluruh negeri. Faktor utama dari semua itu karena Italia salah mempercayai komunis Tiongkok. Italia percaya pada propaganda Komunis Tiongkok dan WHO pro-komunis, yang tidak ketat terhadap karantina dan turis asal Tiongkok. 

Namun, akar penyebab wabah di Italia mungkin bisa dikaitkan dengan hubungan “dekat” antara pemerintah Italia dan Komunis Tiongkok.

Italia, sebagai salah satu anggota grup G7 dan negara demokrasi paling maju, mengabaikan pertentangan sekutu Barat, membentuk aliansi dengan Komunis Tiongkok pada Maret 2019. Italia “memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif”, dan menjadi negara pertama di Eropa yang menandatangani perjanjian “Belt and Road” Komunis Tiongkok. 

Ekonomi Italia yang merosot dalam beberapa tahun terakhir berfantasi bahwa inisiatif “Sabuk dan Jalan” Komunis Tiongkok akan membawa manfaat bagi Italia. Para turis asal Tiongkok memang membawa sejumlah manfaat ekonomi, tetapi wisatawan yang tidak beradab juga membawa berbagai efek negatif. Hal yang lebih tak terduga adalah ledakan wabah yang terjadi kali ini, kerugian ekonomi dan nyawa manusia tidak dapat diperkirakan, jauh lebih mudarat daripada manfaat yang dipetik. 

 74 pasangan kota persahabatan telah dibangun antara Italia dan Komunis Tiongkok, termasuk Wilayah Lombardy yang paling parah terkena dampak wabah dan kota-kota lain seperti Milan, Venesia, dan Bergamo.

Wabah di Negara-Negara Mitra Komunis Tiongkok

Di Prancis dan Jerman, jumlah kumulatif kasus yang dikonfirmasi lebih dari 1.000 kasus, dan jumlah kasus baru juga meningkat dengan cepat. Situasi wabah yang parah. Belum lama ini Menteri Kebudayaan Prancis juga didiagnosis terinfeksi.

Sebagai kekuatan di Eropa, Prancis dan Jerman memiliki satu kesamaan yakni kedua negara “sangat dekat” dengan komunis Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir ini.

 Misalnya, ambisi Komunis Tiongkok menembus dunia dengan memanfaatkan 5G Huawei,  pemerintah Prancis dan Jerman mengabaikan peringatan Amerika Serikat. Belakangan kedua negara memutuskan  tidak mengecualikan Huawei dari jaringan 5G mereka.

Dalam konferensi pers di Paris pada 26 Maret 2019, Kanselir Jerman memuji Belt and Road Initiative sebagai proyek yang sangat penting dan mengatakan, “Kami masyarakat Eropa ingin berpartisipasi”.

Daerah yang terkena dampak parah di dua negara tersebut, yakni Oise di Prancis, dan Nordrhein-Westfalen di Jerman juga merupakan daerah yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Komunis Tiongkok. Masing-masing telah menjalin hubungan provinsi yang ramah dengan Provinsi Qinghai dan Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

 Wabah di Negara Tetangga Tiongkok Tidak Sama

Dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah, kondisi wabah di daerah tetangga Tiongkok secara lebih intuitif mencerminkan hubungan yang jauh dan dekat dengan Komunis Tiongkok.

Sebagai contoh, pada 9 Maret, total 7.478 kasus didiagnosis di negara tetangga terdekat Tiongkok, yakni Korea Selatan, yang secara nominal merupakan negara dengan kondisi wabah paling parah kedua di luar Tiongkok.

Sementara Jepang yang dipisahkan oleh laut dengan Tiongkok, jumlah kumulatif  yang didiagnosis adalah 512 kasus, sedangkan Hong Kong dan Taiwan yang paling dekat dengan Tiongkok, hasil diagnosis di masing-masing wilayah adalah 115 dan 45 kasus. Satu meninggal di Taiwan dan tiga di Hong Kong. Selain itu, kasus-kasus awal wabah Hong Kong semuanya berasal dari daratan Tiongkok, belakangan kemudian menginfeksi polisi anti huru hara dan tokoh pro-pemerintah. 

Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan semuanya adalah tetangga dekat Tiongkok, namun penyebaran virus Wuhan jelas tidak dilihat dari jarak dengan Tiongkok, tetapi dilihat dari kental atau tidaknya hubungan dengan Komunis Tiongkok.

Sejak menjalin hubungan diplomatik dengan Komunis Tiongkok pada tahun 1992, Korea Selatan secara bertahap mendekati Komunis Tiongkok dan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok.

Setelah pemerintah saat ini berkuasa, Korea Selatan semakin dekat ke komunis Tiongkok, tidak hanya meningkatkan investasi di Tiongkok, tetapi juga meningkatkan pembukaan kran investasi komunis Tiongkok di Korea Selatan. 

Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Korea Selatan, pasar ekspor terbesar, dan sumber impor terbesar. Bahkan setelah pecahnya wabah di Tiongkok, pemerintah Korea Selatan tidak menetapkan batasan di perbatasan kedua negara dan tidak akan mengkarantina turis asal Tiongkok, karena khawatir hal itu akan merusak hubungannya dengan Komunis Tiongkok.  

Korea Selatan dan Komunis Tiongkok telah menjalin hubungan 190 pasangan provinsi-kota yang bersahabat, termasuk Kota Daegu dan Gyeongsang Utara, wilayah dengan wabah paling parah.

Meskipun hubungan antara pemerintah Jepang dan Komunis Tiongkok tidak sekental Korea Selatan, tetapi banyak perusahaan Jepang yang berinvestasi di Tiongkok, mengandalkan Komunis Tiongkok, dan bahkan mendorong Jepang dan Komunis Tiongkok untuk membangun hubungan 256 pasang provinsi-kota yang ramah dan bersahabat, termasuk Hokkaido, Tokyo, Prefektur Aichi dan Kochi. 

Hong Kong dan Taiwan sangat berbeda dari Jepang dan Korea Selatan dalam membedakan hubungan dengan Tiongkok dan sikap terhadap Komunis Tiongkok, sehingga mendatangkan wabah yang tidak sama.

Meskipun Hong Kong dan Taiwan memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang sangat dekat dengan daratan Tiongkok, tetapi rakyat Hong Kong dan Taiwan belum dibutakan oleh kepentingan mereka secara ekonomi dan semacamnya.

Orang-orang Hong Kong terbangun pada 2019 dan meluncurkan gerakan protes skala besar terkait Rancangan undang undang – RUU ekstradisi Hong Kong, tidak hanya menyerukan perlawanan secara damai pada kekerasan dan slogan musnahnya Komunis Tiongkok, tetapi juga mendorong masyarakat Taiwan lebih jauh menyadari sosok Komunis Tiongkok yang sebenarnya dan memperkuat tekad menolak Komunis Tiongkok. 

Terutama Taiwan, tidak memiliki tempat di Organisasi Kesehatan Dunia – WHO  karena tekanan Komunis Tiongkok. Dalam menghadapi wabah, Taiwan tidak mengikuti Komunis Tiongkok dan WHO. Namun hasilnya, meskipun ada kontak intensif dengan daratan Tiongkok, Taiwan telah berhasil mengendalikan penyebaran virus dan menjadi model untuk resistensi wabah global.

Hong Kong dan Taiwan, yang menolak Komunis Tiongkok, akhirnya benar-benar berhasil menolak virus Wuhan. 

Demikian juga India, Rusia, dan Mongolia, yang juga berbatasan dengan Tiongkok, hasil diagnosis kumulatif di masing-masing negara tersebut adalah 47 kasus, 20 kasus, dan 1 kasus yang dikonfirmasi pada 9 Maret 2020. Negara-negara itu memiliki kesamaan yakni tidak berurusan dengan masalah komunis Tiongkok.  

Kesimpulan: Wabah Meluas Secara Selektif, dan Bagaimana Menghindarinya

Dalam catatan sejarah, masa-masa terakhir sebagian besar dinasti disertai dengan bencana wabah, yang mengakhiri rezim penguasa dinasti itu. Ditilik dari cermin sejarah, tren penyebaran wabah Wuhan di berbagai negara di dunia, tidak sulit untuk melihat bahwa virus itu ditujukan pada komunis Tiongkok. Dunia saat ini adalah desa global. Negara, kota, organisasi, atau individu mana pun yang memiliki hubungan dekat dengan Komunis Tiongkok dapat menjadi target infeksi selektif oleh virus dan menjadi korban dari partai jahat komunis Tiongkok.

Ada contoh kasus seperti ini di Tiongkok. Setelah seorang pasien sembuh, dia tertipu oleh propaganda cuci otak komunis Tiongkok. Dia berpikir penyakitnya disembuhkan oleh komunis Tiongkok, dan sangat berterima kasih kepada komunis Tiongkok. Namun, virusnya kambuh lagi, dan pneumonia Wuhan atau radang paru-paru pasien itu pun kumat kembali.

Meskipun wabah Wuhan telah membawa penyakit dan bahkan kematian di dunia, namun, baik sejarah maupun kenyataan telah menunjukkan cara yang jelas untuk meredakan wabah dan menghindari malapetaka  yaitu memahami akar penyebab bencana dan menyadari fakta tentang komunis Tiongkok, tinggalkan Komunis Tiongkok, dan katakan tidak pada komunis Tiongkok, niscaya dapat terhindar dari bencana dan serangan wabah.  

Baik itu Iran, Italia, Prancis, Jerman, atau negara-negara lainnya, atau Korea Selatan, Jepang, dan tetangga-tetangga dekat lainnya, pengorbanan mereka dalam wabah Wuhan seharusnya membunyikan lonceng alarm bagi pemerintah atau mereka yang berkuasa Pemimpin Negara di seluruh dunia. 

Sebagai seorang politisi, atau atas nama opini publik, atau yang memimpin arah kemudi pemerintah, kebijakan negara mengenai hubungan diplomatik tidak hanya menentukan masa depan seseorang, tetapi juga terkait dengan kesejahteraan rakyat. Begitu mencampur-adukkan antara Tiongkok dan komunis Tiongkok, atau bahkan salah mempercayai komunis Tiongkok, maka besar kemungkinan akan mendorong negara dan banyak orang ke dalam jurang. 

Dalam buku “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis” telah disebutkan, “Welas asih dan keagungan Tuhan itu nyata adanya! Tuhan mengawasi hati dan pikiran umatnya. Pilihan dan tindakan seseorang pada saat ini akan menentukan masa depannya.”

Wabah virus corona masih merajalela, dan alarm kembali didendangkan! Mereka yang pernah bergabung dengan partai komunis Tiongkok dapat memposting pernyataannya di situs web the Epoch Times sebagai pernyataan keluar dari partai komunis Tiongkok. Jauhi dan tinggalkan komunis Tiongkok, katakan tidak pada komunis Tiongkok. Sebagai individu, organisasi, atau negara, niscaya dapat menghindari virus dan memilih masa depan yang lebih baik.

Editorial The Epoch Times

10 Maret 2020

 

Artikel Ini Terbit di Epochtimes.com

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular