oleh Li Xin’an

Saat hari kedua kunjungan Xi Jinping di kota Wuhan, terungkap sayuran dan daging beku yang dikirim ke komunitas di Wuhan diangkut dengan truk sampah. Hal ini menimbulkan kemarahan publik. Netizen lokal menyebutkan bahwa setelah warga dilarang keluar rumah, kebutuhan pangan menjadi masalah, kemudian ditetapkan pendistribusian keperluan sehari-hari ditangani oleh pengelola komunitas. Namun setelah ditangani mereka, selain tidak mudah mendapatkan, harganya pun menjadi mahal. Dan, terkadang dagingnya pun sudah berbelatung.

Pada 11 Maret 2020 malam, para netizen di Wuhan marah akibat terungkap bahwa pengiriman daging beku ke sebuah komunitas kecil di Distrik Qingshan yang bernama Taman Gangyang. Saat itu pada siang harinya ternyata menggunakan truk sampah.

Dari foto yang diambil di lokasi kejadian terlihat sebuah truk sampah ramah lingkungan dengan nomor plat ‘鄂A MB366’ (鄂 tanda mobil provinsi Hubei) sedang menuang muatannya berupa kantong-kantong daging beku ke tanah yang diberi kain karung plastik. 

Seorang netizen menyebutkan : Di Distrik 127 Qingshan, terlihat sebuah truk sampah untuk mengangkut daging-daging beku. Meskipun saya diberitahu bahwa truk sudah dibersihkan, hal mana juga akan membuat orang merasa jijik ! Apakah tidak ada kendaraan pengangkut lainnya?

Mr. Chen dari kota Wuhan kepada reporter Epoch Times mengatakan, pengelola komunitas tidak mengijinkan orang lain menjual, kecuali mereka sendiri yang menjualnya dengan harga tinggi, beli lewat tangan mereka. Tetapi menggunakan truk sampah untuk mengangkut daging yang mereka beli. Warga kemudian memprotes pengelola komunitas dan menolak penerimaannya.

“Sudah belasan hari tidak mengonsumsi daging, apakah tidak merasa jijik dengan daging yang diangkut dengan truk sampah ? Kita sudah tidak dimanusiakan lagi !” kata Mr. Chen. 

“Kualat ! Beras yang dibeli 10 kati isinya hanya 6 kati, harganya naik 30%”, tambahnya.

Juga ada netizen yang mengonfirmasi kepada reporter bahwa komunitas dimana ia tinggal belum bebas dari isolasi, sehingga warga tidak dapat keluar rumah untuk berbelanja. Tterkecuali memiliki izin. Hampir seluruh komunitas di Wuhan ada warganya yang terinfeksi coronavirus Wuhan, sehingga diblokir dan membentuk pengelola yang memonopoli pembelian kebutuhan. 

Sebelumnya komunitas tidak dipasok daging, kalau ada harganya mahal, RMB 45 per kati, kenaikan harganya luar biasa.

Setelah berita terekspos, semakin banyak foto dan rekaman video diposting secara online. Foto-foto menunjukkan, banyak truk sampah digunakan untuk mengangkut sayur mayur, daging, ikan dan lainnya. Ada truk yang menurunkan buatannya dengan menuang, ada truk yang di body-nya tertulis ‘Memperhatikan Kebersihan Lingkungan’. 

Ada pula foto yang menunjukkan di dekat supermarket yang ditunjuk sebagai pemasok kebutuhan oleh pemerintah setempat. Ada juga pekerja yang langsung memindahkan daging dalam jumlah besar dari troli yang karatan ke atas truk.

Truk Sampah yang dipakai untuk mengangkut sayuran dan daging beku untuk warga komunitas di kota Wuhan. (foto internet)

Rekaman video menunjukkan bahwa beberapa warga memprotes pengelola komunitas. Warga itu mengancam tidak pulang jika urusan tidak diselesaikan : “Daging hari ini membuat sial kita semua. Begitu daging ini diambil kembali, entah mau dibawa kemana lagi untuk merugikan  orang lain ?!” kata seorang pria lain mengancam bahwa kasusnya akan diekspos secara langsung.

Catatan obrolan kelompok belanja Distrik 127 menunjukkan bahwa tanggapan penduduk adalah : Tidak ada sayur yang bagus, malahan virus yang dibawa ke dalam lingkungan komunitas, setelah dimakan kalau bukan diare ya infeksi. Mereka tidak akan melakukan hal demikian kalau masih memiliki hati nurani dan moral sehat ! ….. Sudah banyak yang dibagikan kemarin, tidak menutup kemungkinan komunitas lain telah menerimanya.

Netizen lain menyebutkan dengan tulisannya  : Mengapa Wuhan bertindak buruk ? Sebetulnya itu dapat tercermin dalam banyak aspek. Saya tidak tahu siapa yang mengotaki penggunaan truk sampah untuk mengangkut daging. Kemarin, bukankah Xi (Jinping) mengunjungi Wuhan, dan untuk pertama kalinya komunitas membentuk kelompok yang mengelola pembelian daging dan ikan. Dulunya, komunitas belum pernah menyelenggarakan pembelian kelompok seperti itu.”

Pada 11 maret malam, Komite Manajemen Taman Gangdu mengeluarkan surat permintaan maaf kepada warga komunitas Yuanlin yang isinya antara lain menyebutkan : “Dalam proses pengangkutan daging murah yang dibeli secara kelompok, telah menggunakan sebuah truk sampah ramah lingkungan untuk mengirim 1.000 bungkus daging yang 530 bungkusnya sudah didistribusikan kepada warga. Malam ini pula kita akan tarik kembali untuk dimusnahkan.”

Rekaman video menunjukkan, malam itu petugas menarik kembali bungkusan daging beku dari rumah-rumah warga. Ada warga yang berpendapat, bahwa ini adalah usaha pengelola untuk melenyapkan barang bukti.

Sebelumnya, ada berita yang menyebutkan bahwa daging beku yang didistribusikan ke daerah epidemi di Wuhan sudah berbau, berbelatung dan berjamur, sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi.

Daging beku yang didistribusikan ke daerah epidemi di Wuhan sudah berbau, berbelatung dan berjamur, sehingga tidak bisa lagi dikonsumsi. (foto internet)

Untuk diketahui, Pada 10 Maret, Presiden Xi Jinping mengunjungi kota Wuhan. Ada warga Xinlong Heyuan di Distrik Jianghan yang memajang spanduk kain putih bertuliskan ‘Kami Ingin Makan Daging !!’ (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular