oleh Luo Ya, Lin Cenxin – Epochtimes.com

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian pada 12 Maret mengeluarkan 5 pesan tweet berturut-turut dalam bahasa Mandarin dan Inggris yang isinya menuduh militer AS membawa wabah ke Wuhan. Hal tersebut menimbulkan kegemparan di masyarakat internasional.

Reporter Epoch Times mewawancarai Chen Bingzhong, mantan pejabat kesehatan senior Tiongkok dan direktur Institut Pendidikan Kesehatan Tiongkok. Dia mengkritik pejabat komunis Tiongkok karena gagal dalam menutupi fakta munculnya wabah kemudian berusaha melempar tanggung jawab ke Amerika Serikat, menuduh AS yang menyebarkan virus ke Tiongkok. 

Chen Bingzhong menunjukkan bahwa data resmi yang disajikan komunis Tiongkok saat ini adalah palsu, dan kasus nol pertumbuhan yang dinyatakan oleh berbagai pemerintah setempat juga tidak mungkin, termasuk pasien yang dikeluarkan dari rumah sakit fangchang dan mereka yang sudah terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala sakit. Mereka ini yang akan menyebabkan wabah putaran kedua dalam periode waktu tertentu. “Ini sudah pasti, tidak perlu diragukan lagi,” katanya.

Kementerian Luar Negeri AS pada 13 Maret memanggil duta besar Tiongkok untuk AS Cui Tiankai untuk menyampaikan protes klaim terhadap ucapan Zhao Lijian bahwa pemerintah AS yang menyembunyikan wabah dan menuduh militer AS membawa coronavirus ke Wuhan. Senator Republik AS Rick Scott juga menulis pesan di tweet menanggapi ucapan Zhao Lijian. Ia menulis : Ini benar-benar gila, komunis Tiongkok berniat untuk menghindari tanggung jawab atas penyebaran virus Tiongkok melalui ucapan dan tindakan yang tak berdasar.

Ketika Trump ditanya soal masalah tersebut pada 13 Maret ia mengatakan bahwa, dirinya memang membaca sebuah artikel, tetapi tidak menganggap artikel itu tidak memiliki kekuatan mewakili, dan menjelaskan bahwa ia tidak membahas masalah ini selama pembicaraannya dengan Presiden Xi Jinping. “Mereka tahu dari mana asalnya (virus Wuhan), dan kita semua tahu dari mana asalnya.”

Melempar tanggung jawab kepada AS untuk menipu rakyat dan memicu sentimen anti-AS

Dalam wawancara dengan Epoch Times pada 14 Maret, Chen Bingzhong yang saat ini berada di Beijing mengatakan bahwa juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa virus Wuhan dibawa oleh tentara AS yang datang ke Wuhan selama mengikuti Pertandingan Militer Dunia di Wuhan pada bulan Oktober tahun lalu. Saya pikir itu omong kosong. Jika militer AS yang membawa virus, wabah seharusnya terjadi di Amerika Serikat terlebih dahulu, tetapi Amerika Serikat tidak terjadi. Virus tersebut memang berasal dari Tiongkok. Buktinya sudah ada. sekarang mereka tidak bisa menanggulanginya, kemudian melempar tanggung jawab”.

“Komunis Tiongkok menyebut virus berasal dari AS, ini merupakan tindakan yang melempar tanggung jawab, untuk menipu rakyat Tiongkok, mengatakan bahwa itu (virus) dari luar negeri. bukan milik kita. Kita harus menentang Amerika Serikat. Ini jelas memutar balik fakta dan busuk sekali,” kata Chen.

Chen Bingzhong mempertanyakan kecurigaannya, “Mengapa Dr. Li Wenliang pada awalnya sempat ditekan oleh komunis Tiongkok ? Bukankah ia juga menjadi korban atas penyebaran wabah ? Logikanya ia justru harus didukung (jika virus berasal dari AS) bukan ! Chen percaya bahwa tujuan komunis Tiongkok menekan Li Wenliang adalah untuk menutupi kejadian yang sesungguhnya, ingin menutupi fakta”. “Namun, setelah sadar bahwa (fakta virus berasal dari Wuhan) tidak lagi bisa ditutupi, maka komunis Tiongkok segera menstatuskan kembali Dr. Li Wenliang sebagai korban, berniat melempar tanggung jawab kepada AS. ini sangat jahat.”

Juga jika dilihat dari mereka menekan media Tiongkok, melarang media melaporkan situasi sebenarnya dari wabah, lebih jelas mengungkapkan bahwa virus itu bukan berasal dari Amerika Serikat. Chen Bingzhong mengatakan : “Komunis Tiongkok melarang banyak media untuk memberikan laporan tentang wabah. Jika virus memang berasal dari AS lalu menekan media daratan Tiongkok itu maksudnya apa ? Pada hal sudah ratusan orang yang ditekan karena membicarakan virus ini, betul, siapa yang berani menyinggung soal virus maka ia akan ditangkap”.

Selain itu, komunis Tiongkok juga menekan para staf medis yang berada di garis depan. “Mereka itu tidak mudah dan berbahaya untuk bertugas di garis paling depan. Namun komunis Tiongkok justru menginstruksikan mereka agar tidak sembarangan mendiagnosis pasien adalah terinfeksi virus Wuhan. Pasien hanya diberitahu tentang indikatornya tanpa melakukan tes asam nukleat untuk memastikan positif negatifnya infeksi. Mengapa komunis Tiongkok begitu takut fakta terbongkar ?”

 Tindakan tersembunyi ini bertentangan dengan klaim komunis Tiongkok bahwa virus itu berasal dari militer AS. Chen Bingzhong mengatakan : “Jika ditularkan oleh Amerika Serikat, mengapa para staf medis diinstruksikan untuk memberikan saja indikator kepada pasien, sedapat mungkin tidak melakukan tes asam nukleat. Untuk menyembunyikan kebenaran ? Begitu mereka melakukan hal itu, berarti ingin hati menyembunyikan kebenaran, apa daya fakta terbongkar.”

Pertumbuhan nol yang palsu, tingkat kambuh pasien rumah sakit fangchang cukup tinggi

Komunis Tiongkok berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan kebenaran. Katanya, kecuali untuk Wuhan dan Hubei, di wilayah lain sudah tidak ada kasus baru yang dikonfirmasi terinfeksi virus Wuhan. Chen Bingzhong berpendapat bahwa angka-angka yang menyangkut wabah tersebut adalah palsu. “Saya pikir ini tidak mungkin. Penyakit yang begitu serius mereka pada dasarnya masih menggunakan angka yang palsu. Angka sebenarnya memang tidak boleh dilaporkan, Warga di suatu tempat yang terinfeksi 100 orang hanya mereka laporkan 9 orang, termasuk media juga berusaha keras untuk menutup-nutupi”, kata Chen.

“Jadi tidak mungkin bisa nol pertumbuhan di Tiongkok, dan banyak orang yang ditekan tidak bisa dilaporkan.” Dia juga menyebutkan bahwa pasien yang diperbolehkan keluar dari rumah sakit fangchang berpotensi menimbulkan babak baru wabah di kemudian hari. ”Banyak pasien eks rumah sakit fangchang di Wuhan yang telah meninggalkan rumah sakit masih belum bebas dari coronavirus Wuhan sehingga mungkin suatu hari nanti mereka ini menyebabkan wabah kembali berjangkit, tingkat kekambuhan mereka masih tinggi.”

Ditambah lagi aktivitas bisnis di sejumlah tempat sudah mulai digerakkan kembali. Itu pasti akan memicu putaran kedua wabah. Chen Bingzhong mengatakan : “Komunis Tiongkok menghendaki produksi secepatnya berlangsung kembali. Ada banyak pasien terinfeksi virus tetapi tidak menunjukkan gejala dan mereka ini juga tidak mendapat pemeriksaan. Sekarang mereka belum muncul. Ketika saatnya tiba, itu akan menyebabkan gelombang kedua wabah, hal ini tidak perlu diragukan lagi”.

Begitu wabah meledak, kebohongan komunis Tiongkok akan sepenuhnya terungkap

Zhao Lijian dalam pesannya di Tweet pada 12 Maret selain menuduh militer AS membawa virus ke Wuhan,  juga menyebutkan : kapan pasien nomor nol muncul di Amerika Serikat, dan juga mengatakan bahwa Amerika Serikat berhutang penjelasan kepada kami (komunis Tiongkok) !

Chen Bingzhong percaya bahwa ucapan Zhao Lijian itu memutar balikkan fakta dan berusaha untuk balik “menggigit”. Adalah komunis Tiongkok yang tak becus dalam upaya pengendalian sehingga virus Wuhan menyebar ke dunia, komunis Tiongkok-lah yang seharusnya meminta maaf, membayar kompensasi, ia wajib meminta maaf kepada rakyatnya. Malahan dia ingin menjadi pahlawan dalam pencegahan virus, ingin menjadi Dewa Penolong ? Ini benar-benar tindakan memutarbalikkan fakta yang sulit untuk ditolerir”.

Komunis Tiongkok juga menipu sejumlah orang Tionghoa perantauan dengan menyebarkan informasi bahwa virus itu adalah senjata biokimia yang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Terhadap isu tersebut Chen Bingzhong mengatakan : “Informasi tipuan yang lengkap “dibumbui” oleh komunis Tiongkok untuk membohongi rakyatnya yang berada dalam pemblokiran berita, itu seakan benar adanya. Apalagi Wang Huning, yang telah menutupi (informasi) ini dengan sangat erat, ia ingin menutupinya untuk menipu orang”.

“Rakyat Tiongkok tidak akan percaya terhadap bualan pemerintah komunis Tiongkok”. Selain itu, semakin pemerintah menekan akan semakin banyak orang melawan. “Semakin ditekan, virus Wuhan akan semakin merebak, komunis Tiongkok akan semakin menampakkan keaslian wataknya. Pokoknya, apa saja yang mereka lakukan, hasilnya akan berlawanan dengan tujuannya, alias kontra produktif”.

“Saya beritahu Anda bahwa dalam hati (rakyat) sudah sangat mengerti. Melalui kejadian tersebut, rakyat kembali memperoleh pelajaran berharga, walau sebetulnya rakyat sudah sangat membenci akibat sejumlah peristiwa yang terjadi di masa lalu”, kata Chen Bingzhong bahwa komunis Tiongkok saat ini masih saja melakukan penangkapan dan penekanan terhadap orang yang tidak sealiran, “Tetapi rakyat tahu masalah ini, sekarang, diperkirakan pada suatu hari ketika wabah kembali merebak,  habislah dia !” (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular