The Associated Press/The Epochtimes

Seperti dilaporkan The Associated Press, pada 15 Maret 2020, Spanyol mengkarantina 46 juta warganya. Sedangkan Prancis memerintahkan penutupan hampir semua hal yang disukai dunia akan Prancis seperti Menara Eiffel, Louvre, kafe, restoran, dan bioskop — seiring langkah-langkah yang diambil pemerintah yang semakin putus asa untuk membatasi orang-orang berkumpul dan mengendalikan Coronavirus Wuhan

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez merinci pemicu tindakan luar biasa yang diberlakukan sebagai bagian  keadaan darurat selama dua minggu untuk melawan peningkatan kasus infeksi Coronavirus.

Dalam status Lockdown  yang mirip dengan yang sudah diberlakukan di Italia, rakyat Spanyol diizinkan meninggalkan rumahnya hanya untuk membeli makanan dan obat-obatan, pulang pergi ke bekerja, pergi ke rumah sakit dan bank, atau melakukan perjalanan yang berkaitan dengan perawatan kaum muda dan kaum tua. Semua sekolah dan universitas ditutup, demikian pula dengan restoran, bar, hotel, dan bisnis ritel tidak penting lainnya juga ditutup.

“Mulai sekarang kita memasuki fase baru. Kita tidak ragu melakukan apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkan Coronavirus. Kita mengutamakan kesehatan,” kata Pedro Sánchez setelah pertemuan kabinet yang berlangsung lebih dari tujuh jam.

Pemerintah Spanyol mengatakan jumlah kasus infeksi Coronavirus meningkat melebihi 5.700 kasus, di mana setengah dari jumlah tersebut berada di ibukota Spanyol, Madrid. Hal tersebut mewakili peningkatan kasus infeksi Coronavirus di Spanyol lebih dari 1.500 kasus dalam 24 jam. 

Spanyol memiliki 136 kematian akibat Coronavirus, naik dari 120 kasus. Spanyol menempati urutan kelima jumlah kasus Coronavirus terbanyak, setelah  Tiongkok, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

Para pembeli berbelanja dengan panik di supermarket di Spanyol di pagi hari, meskipun ada permintaan untuk tetap tenang dari pihak berwenang. Tetapi secara keseluruhan, jalan-jalan yang biasanya ramai dua kota terbesar di Spanyol terasa lebih tenang saat pihak berwenang mengatakan bahwa menjaga jarak dalam hubungan sosial adalah satu-satunya cara untuk menghentikan pandemi Coronavirus.

“Kami harus menutup dan tetap harus tutup selama 15 hari. Tetapi ini bukan kenapa-kenapa. Penutupan ini hanya supaya semakin banyak orang yang tidak terinfeksi dan kita dapat pulih dari krisis ini,” kata pemilik restoran Rachel Paparardo di Barcelona, ​​yang sudah berada di bawah pembatasan kawasan.

Beberapa penerbangan menuju Spanyol berbalik karena tersebar berita Spanyol dalam kondisi Lockdown. Amerika Serikat dan negara Barat lainnya bertindak untuk mencegah keruntuhan sistem kesehatannya akibat beban kasus.

Lebih banyak perbatasan ditutup di seluruh dunia: Presiden Donald Trump mengumumkan melarang wisatawan dari sebagian besar wilayah Eropa, akan memperluas jangkauan larangan mencakup Inggris dan Irlandia, di mana kasus sedang meningkat. Presiden Donald Trump juga telah diuji terhadap Coronavirus; hasilnya negatif. 

Sementara itu, Paris mengikuti kota-kota lain yang menutup tempat-tempat wisata utama. Sedangkan Prancis mengumumkan penutupan semua restoran, kafe, biosko[ dan toko yang tidak penting sejak hari Minggu 15 maret waktu setempat. 

Di Prancis tercatat setidaknya 3.600 kasus infeksi. Prancis melarang semua pertemuan lebih dari 100 orang, memerintahkan semua sekolah ditutup dan meminta perusahaan untuk mengizinkan pekerja tinggal di rumah.

Prancis terus maju dengan rencana untuk pemilihan umum kota nasional pada hari Minggu, tetapi memerintahkan langkah-langkah khusus untuk menjaga orang-orang berada pada jarak yang aman dan membersihkan permukaan. Para pemilih disarankan untuk membawa pen milik  sendiri untuk menandatangani daftar pemilih.

Di Italia, negara Eropa terparah dilanda wabah Coronavirus, jumlah kematian meningkat melampaui 1.400 kasus dan kasus infeksi melonjak sekitar 20 persen dalam semalam. Itu menjadi lebih dari 21.000 kasus karena pihak berwenang mencirikan adanya perilaku yang tidak bertanggung jawab oleh orang-orang. Dikarenakan  masih bersosialisasi meskipun ada Lockdown. Banyak kota di Italia, termasuk Roma dan Milan, juga memutuskan untuk menutup taman bermain dan taman.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan produksi — terutama pasokan makanan dan kesehatan — tidak boleh berhenti. Pada hari Sabtu 14 Maret, para pemimpin serikat kerja dan industri mencapai perjanjian untuk menjaga pabrik tetap beroperasi.

Tetapi pembuat mobil sport mewah Ferrari mengatakan, pihaknya menunda produksi di dua pabrik, mengutip kekhawatiran karyawannya dan gangguan serius dalam aliran pasokan.

Pada siang hari, orang-orang di Italia keluar di balkon, teras atau kebunnya atau melengok dari jendelanya untuk bertepuk tangan selama beberapa menit sebagai tanda terima kasih kepada pekerja medis.

Di Inggris, korban tewas hampir dua kali lipat dari hari sebelumnya menjadi 21 kasus, dan jumlah orang yang terinfeksi naik menjadi lebih dari 1.100 kasus. Irlandia memiliki 90 kasus infeksi yang dipastikan dan satu kasus kematian pada hari Jumat 13 Maret. Total kasus infeksi Coronavirus di Yunani mendekati 230 kasus dengan tiga kasus kematian, dan pada hari Sabtu 14 Maret, polisi di sana menangkap 45 pemilik toko karena melanggar larangan untuk beroperasi.

Amerika Serikat melaporkan 51 kasus kematian — termasuk kasus pertama di New York — dan lebih dari 2.100 kasus infeksi. Di negara bagian Washington yang sangat terkena dampak Coronavirus, di mana 37 orang tewas dan 560 orang lainnya terinfeksi.  Para pejabat mengatakan penyakit ini menguras pasokan peralatan pelindung yang tersedia untuk penyedia medis meskipun ada kiriman dari pemerintah federal.

Bagi kebanyakan orang, Coronavirus hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk. Bagi sebagian orang, terutama orang dewasa dan orang tua, masalah kesehatan yang sudah ada, dapat menyebabkan penyakit Coronavirus menjadi lebih parah, termasuk pneumonia. Sebagian besar orang pulih dalam hitungan minggu.

Negara-negara Eropa mengambil langkah untuk mengisolasi diri dari negara tetangganya.

Denmark menutup perbatasannya dan menghentikan lalu lintas penumpang ke dan dari Denmark. Wisatawan akan ditolak di perbatasan Denmark jika tidak dapat menunjukkan bahwa dirinya memiliki “alasan yang sah” untuk masuk ke Denmark – misalnya, jika ia adalah warganegara atau penduduk Denmark.

“Saya tahu bahwa daftar tindakan secara keseluruhan adalah sangat ekstrem dan akan dipandang sebagai sangat ekstrem, tetapi saya yakin itu adalah sepadan,” kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Polandia berencana untuk menutup perbatasannya dan menolak semua orang asing masuk Polandia, kecuali mereka tinggal di Polandia atau memiliki ikatan pribadi di sana. Republik Ceko dan Slovakia mengambil tindakan serupa. Lithuania mengatakan pihaknya memperkenalkan pemeriksaan perbatasan di perbatasan dengan Polandia dan Latvia.

Rusia mengatakan akan menutup perbatasannya dengan Norwegia dan Polandia untuk sebagian besar orang asing mulai hari Minggu 15 Maret. 

Di kawasan Timur Tengah, jumlah kasus kematian di Iran mencapai 611, di mana terdapat hampir 13.000 kasus infeksi, termasuk pejabat pemerintah senior Iran.

Di kawasan Pasifik, Selandia Baru mengumumkan bahwa penumpang yang masuk Selandia Baru, termasuk warganegara Selandia Baru, diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari, dengan sedikit pengecualian.

Di Filipina, ribuan polisi, didukung oleh tentara dan penjaga pantai, mulai me-Lockdown ibukota Manila yang berpenduduk padat dari sebagian besar wisatawan domestic pada hari Minggu di salah satu gerakan pengendalian Coronavirus paling drastis di Asia Tenggara. Pihak berwenang Filipina juga mengumumkan jam malam di wilayah metropolitan yang berpenghuni 12 juta orang.

Langkah-langkah tersebut semakin mirip dengan  yang diambil oleh Tiongkok, yang pada bulan Januari mengkarantina lebih dari 60 juta orang, dimulai dengan pusat wabah, Wuhan, di Provinsi Hubei.

Penyebaran virus corona di Tiongkok  diklaim melambat, menurut Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok.  

 

Oleh Joseph Wilson dan Geir Moulson

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular