Zhang Ting

Spanyol saat ini merupakan negara kedua di Eropa yang terparah oleh serangan virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, di belakang Italia. Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown terhadap negara yang dihuni 47 juta penduduk itu sejak Sabtu (14/3/2020), untuk menghambat penyebaran virus corona.

Menurut media Kanada The Chronicle Herald, bahwa Spanyol sudah mendirikan pos pemeriksaan di perbatasan dengan Prancis dan Portugal pada  Selasa untuk mencegah orang asing memasuki wilayah Spanyol.

Spanyol menutup perbatasannya pada hari Senin 16 Maret. Selain penduduk Spanyol, warga negara asing, penduduk tetap dan pekerja lintas batas tidak diizinkan masuk Spanyol. 

Sementara itu, perdagangan komoditas tidak terpengaruh. Kepulauan Balearic di Spanyol adalah salah satu tujuan liburan favorit di Eropa. Namun, pulau ini telah menutup wilayah udaranya bagi wisatawan.

 Di perbatasan dengan Portugal, arus kendaraan tidak bisa berjalan dengan lancar. Dikarenakan pemeriksaan identitas oleh polisi Spanyol, sehingga menyebabkan antrian panjang kendaraan di perbatasan Portugal. 

Polisi Spanyol yang mengenakan masker pelindung dan sarung tangan melarang masuk kendaraan penumpang. Tentunya, bagi kenderaan yang tidak memiliki izin masuk, setelah melakukan pemeriksaan identitas pada orang-orang di dalam kendaraan yang lewat.

Joaquim Silva, seorang warga Portugal yang bermaksud kembali ke Prancis lewat perbatasan Spanyol dicegat polisi. Sudah lebih dari 50 tahun dia tinggal di Perancis. “Kami tinggal di Prancis, punya keluarga di sana, dan kami sedang menjalani perawatan di Prancis karena masalah kesehatan. Sementara di Portugal, kami tidak memiliki dokter keluarga,”katanya dengan nada agak kesal.

 Tidak hanya Spanyol, banyak negara Eropa telah mengambil langkah-langkah ketat untuk meredakan dampak pandemi corona. Langkah-langkah ini termasuk menutup perbatasan, menutup sekolah, toko, restoran, dan memerintahkan warga untuk tetap tinggal di rumah.

Sejak Spanyol memberlakukan lockdown, 47 juta orang telah terkena dampaknya. Mereka hanya boleh keluar rumah dengan alasan yang diperlukan, termasuk membeli makanan, pergi bekerja atau ke dokter untuk periksa kondisi kesehatan.

 Menurut rancangan dokumen pemerintah, Spanyol berencana untuk memberikan sejumlah tunjangan kesejahteran pekerja yang diberhentikan sementara. Langkah itu sebagai bagian untuk mengurangi dampak ekonomi akibat epidemi virus corona.

Lebih dari setengah pekerjaan di Spanyol bergantung pada UKM. Sementara itu, UKM terpukul paling parah oleh epidemi.

Raquel Las Heras mengelola sebuah stan yang menjual tiket lotre di kota Albacete, selatan Spanyol mengatakan, ia hanya memiliki sedikit tabungan, tetapi saat ini penghasilannya benar-benar nol. 

 “Jika saya tetap tinggal di rumah seperti ini, diperkirakan biaya hidup saya hanya akan bertahan sekitar dua bulan,” kata warga itu.  (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular