Lin Nan – Epochtimes.com

Sebuah penelitian yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat  menyebutkan bahwa coronavirus Wuhan jenis baru atau COVID-19 dapat tetap bertahan hidup selama 3 hari pada permukaan plastik dan stainless steel yang terkontaminasi.

Hasilnya telah diterbitkan pekan lalu di situs web New England Journal of Medicine di Massachusetts, Amerika Serikat. 

Dalam penelitian ini, para peneliti membandingkan stabilitas permukaan antara coronavirus Wuhan dengan stabilitas permukaan dari SARS-CoV-1, yang menyebabkan epidemi SARS pada awal tahun 2002. 

Para peneliti menemukan coronavirus Wuhan dapat bertahan hidup di permukaan benda sebagai berikut :

Tembaga : Hingga 4 jam

Kardus : Hingga 24 jam (1 hari).

Plastik dan stenless steel : Hingga 72 jam (3 hari).

Penelitian  menunjukkan bahwa coronavirus Wuhan juga dapat bertahan hidup di aerosol, yang merupakan partikel kecil atau suspensi kecil di udara selama 3 jam.

Sementara itu, kalau SARS-CoV-2 (nama coronavirus jenis baru) mirip dengan SARS-CoV-1 dalam kondisi percobaan pengujian.

Coronavirus adalah kelompok besar virus yang biasa ditemukan pada hewan. Dalam kasus yang jarang, mereka dikenal sebagai penyakit zoonosis oleh para ilmuwan, yang berarti mereka dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Para peneliti memperkirakan bahwa coronavirus dapat bertahan di permukaan benda selama berjam-jam hingga lebih dari seminggu.

Studi lain yang diterbitkan bulan lalu dalam ‘The Journal of Hospital Infection’ menemukan bahwa jika tidak dilakukan desinfeksi, maka coronavirus yang dapat menulari manusia seperti virus SARS dapat bertahan hidup di permukaan benda seperti plastik, logam, kaca selama 9 hari.

Menurut Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam konferensi pers pada hari Senin, 16 Maret lalu, mengatakan bahwa, para peneliti masih terus mempelajari mengenai berapa lama coronavirus Wuhan jenis baru ini dapat bertahan di permukaan bahkan di udara. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular