Fang Xiao

Pada sore hari 13 Maret 2020, Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih, mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah memasuki “darurat nasional” karena pandemi pneumonia Wuhan. Ia juga mengumumkan serangkaian langkah-langkah melawan epidemi, termasuk persetujuan pemerintah untuk mengalokasikan  50 miliar dolar AS, dalam sumber daya keuangan untuk membantu orang Amerika yang terkena dampak wabah.

Wapres Mike Pence, konsultan untuk pencegahan epidemi, dan CEO perusahaan multinasional menghadiri konferensi pers itu. CEO Wal-Mart, Target, CVS, dan Walgreens mengatakan bahwa, tempat parkir akan dibuka secara nasional. Sedangkan orang-orang dapat berkendaraan ke sana untuk inspeksi yang aman dan cepat.

Trump mengatakan pada konferensi pers, “Kita bisa mengalahkan ancaman apa pun!” “Setiap kali Amerika Serikat diuji, Amerika Serikat selalu dapat menghadapi dan menjadi lebih kuat!”

Tak lama kemudian, Trump mengumumkan di Twitter bahwa 15 Maret adalah Hari Doa Nasional. 

Dia menulis: Saya merasa sangat terhormat mengumumkan bahwa hari Minggu, 15 Maret, akan menjadi Hari Doa Nasional. Sepanjang sejarah, pada masa-masa sulit seperti itu, kita telah menjadi bangsa yang mencari perlindungan dan kekuatan dari Tuhan. Di manapun Anda berada, saya mendorong Anda untuk datang dan berdoa kepada Tuhan. Mari kita bersatu dan percaya bahwa kita akan dengan mudah mengatasi penyakit ini! “Orang Amerika adalah orang yang paling kuat dan paling tangguh di planet ini … Kami akan menghilangkan atau menghapus semua hambatan untuk menyediakan kepada orang-orang kami perawatan yang mereka butuhkan dan memiliki akses, dan semua sumber daya akan sepenuhnya dimanfaatkan ! “

Setelah Presiden Trump mengumumkan keadaan darurat, pasar saham AS naik tajam, dengan ketiga indeks saham utama naik lebih dari 9%. Setelah WHO mengumumkan pandemi pneumonia Corona Virus global pada hari Rabu, Dow anjlok 1.464 poin menjadi ditutup pada 23.553 poin, jatuh ke titik pasar terendah, dan kepanikan pasar hampir ekstrem. Petinggi saham Buffett juga berkata: “Dia telah hidup selama 89 tahun dan adalah pertama kalinya dia mengalami hal seperti itu.”

Sejak menjabat, Trump telah secara aktif mempromosikan iman dan mengingatkan orang untuk menghormati Tuhan.  Ia menandatangani perintah eksekutif yang mengadvokasi kebebasan berkeyakinan dan menegaskan bahwa kebebasan berkeyakinan akan menjadi kebijakan prioritas pemerintahan Trump. Ia juga mempromosikan peningkatan kebebasan berkeyakinan di seluruh dunia, dan mengumumkan Deklarasi Potomac, menyerukan negara-negara untuk memprioritaskan kebebasan beragama.

Dalam banyak kegiatan, Trump juga mengingatkan orang Amerika berulang kali: “Di Amerika Serikat, kami tidak percaya pada pemerintah, kami hanya percaya pada Tuhan!”

Trump telah memimpin orang-orang Amerika untuk berdoa kepada Tuhan berkali-kali, sehingga terhindar dari bencana.

Pada  September 2017, Topan Super Hurricane Irma menghantam Florida, yang diperkirakan akan menjadi badai paling merusak dalam sejarah Amerika. Menjelang pendaratan topan Emma, ​​Gubernur Florida Rick Scott mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk berdoa bagi orang-orang Florida di berita televisi. Trump juga memimpin anggota kabinet di Camp David dan menundukkan kepala mereka dalam doa.

Jalannya badai tiba-tiba bergeser secara ajaib, pusat badai menghindari Miami yang padat penduduknya dan mendarat di daerah pantai Florida barat. Intensitas badai juga dengan cepat melemah. Di daerah-daerah di mana diperkirakan pada awalnya akan terjadi penimbunan air laut, terjadi perubahan yang langka air laut menghilang dan dasar laut terlihat hal ini terjadi karena perubahan arah angin.

Yang lebih menakjubkan adalah bahwa pada awal berbagai kalangan di dunia meramalkan di Amerika Serikat mengalami dua badai berturut-turut, ekonomi mungkin terdampak. Sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga mungkin turun menjadi 1%, atau bahkan pertumbuhan negatif. Tetapi kemudian, Departemen Keuangan merilis data, bahwa tidak hanya terjadi pertumbuhan ekonomi, tetapi tingkat pertumbuhan setinggi 3,2%, yang tidak terduga. (hui/asr)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular