Heng He

Dunia dapat belajar banyak dengan memperhatikan bagaimana wabah virus  Komunis Tiongkok, yang umumnya dikenal sebagai Coronavirus baru, ditangani di Tiongkok.

Setidaknya ada dua dokter terkenal di Rumah Sakit Pusat Wuhan selama wabah Coronavirus, yaitu Whistleblower Li Wenliang dan Ai Fen.

Dr. Ai Fen adalah wanita Direktur Unit Gawat Darurat. Ia melihat sebuah laporan hasil uji seorang pasien yang positif terinfeksi Coronavirus SARS pada tanggal 30 Desember. Ia mengirim laporan tersebut kepada seorang teman.

Laporan itu segera beredar di kalangan para dokter. Li Wenliang adalah salah satu dari delapan dokter yang menyebarkan laporan tersebut.

Reaksinya hampir cepat. Pukul 22.20, rumah sakit tersebut mengirim pesan menyampaikan pemberitahuan Komisi Kesehatan Wuhan bahwa apa pun mengenai “Pneumonia yang Tidak Diketahui Sebabnya” seharusnya tidak dipublikasikan. Satu jam kemudian, rumah sakit mengirim pemberitahuan serupa lainnya. Dua hari kemudian, pada pagi hari tanggal 2 Januari, Dr. Ai Fen dipanggil ke kantor rumah sakit dan ditegur oleh petugas rumah sakit yang juga menyampaikan pesanan dari pihak berwenang yang lebih tinggi. Setelah itu, Dr. Ai Fen tidak berbicara mengenai virus tersebut, bahkan tidak membicarakannya kepada suaminya sampai tanggal 20 Januari.

Dr. Li Wenliang dan tujuh dokter lain yang dianggap sebagai pelapor pelanggaran mendapat hukuman yang lebih serius. Mereka tidak ditegur oleh pihak berwenang rumah sakit, tetapi ditegur oleh polisi pada tanggal 3 Januari. Sensor informasi adalah sangat sukses.

Semua dokter yang mengetahui mengenai wabah tersebut tetap diam. Setidaknya selama dua puluh hari, wabah tersebut dirahasiakan oleh  Komunis Tiongkok di seluruh Tiongkok dan dunia.

Menyembunyikan rahasia dan penyensoran telah dimulai sebelum Dr. Ai Fen membagikan laporan hasil uji tersebut.

Rumah Sakit Pusat Wuhan mengirim sampel pasien “pneumonia tidak diketahui sebabnya” pertama pada tanggal 24 Desember dan mendapatkan hasilnya kembali pada tanggal 27 Desember. 

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Coronavirus yang ditemukan dalam sampel pasien tersebut adalah 70 persen, sama dengan dengan Coronavirus SARS. Laporan lain dari fasilitas pengujian kedua hanya menyatakan “SARS” saja.

Kedua fasilitas itu adalah perusahaan swasta. Rumah sakit tersebut melapor ke Komisi Kesehatan Wuhan pada hari yang sama. Dengan kata lain, pihak berwenang Wuhan mengetahui penyakit ini tiga hari lebih awal daripada yang diketahui Dr. Ai Fen. Sementara Komisi Kesehatan Wuhan dapat langsung meminta rumah sakit untuk membungkam para dokter, sebenarnya hanya pihak berwenang pemerintah yang dapat memerintahkan polisi untuk membungkam para dokter dan menghukum Whistleblower. Rahasia tersebut sudah diketahui oleh pemerintah kota Wuhan pada tanggal 3 Januari 2020.

Organisasi lain merahasiakan adanya wabah tersebut. Pada tanggal 1 Januari 2020, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei memberitahukan perusahaan yang menyusun gen untuk tidak mengambil sampel pasien pneumonia Wuhan, untuk tidak menguji sampel tersebut,  tidak mengirimkan makalah ilmiah, dan tidak mengungkapkan hasilnya kepada masyarakat. Selanjutnya semua sampel harus dihancurkan.

Pada tanggal 3 Januari, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok secara resmi melarang semua fasilitas pemerintah untuk menguji sampel yang terkait dengan pneumonia Wuhan.

Ini adalah kisah yang diceritakan oleh Caixin, majalah keuangan Beijing, dalam laporan “Menelusuri Urutan Gen Jenis Novel Coronavirus: Kapan Waktu Untuk Memperingatkan.” Artikel Caixin  tersebut dihapus setelah beberapa jam setelahnya diterbitkan.

Penularan dari Manusia ke Manusia

Seorang dokter senior terhormat bernama Zhong Nanshan diperintah untuk menatalaksana akhir rahasia lain. Zhong Nanshan pergi ke Wuhan pada tanggal 19 Januari dan pergi ke Beijing keesokan harinya. Sebelum meninggalkan Wuhan, ia mengumumkan bahwa virus itu mampu menular dari manusia ke manusia, yang sebelumnya ditolak oleh pihak berwenang Tiongkok di berbagai tingkatan.

Sebelum Zhong Nanshan, dua kelompok ahli dikirim ke Wuhan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok. Kenapa Zhong Nanshan dapat menemukan sesuatu hanya dalam satu hari? sementara begitu banyak ahli yang tinggal di Wuhan tidak mampu menemukannya? Caijing, majalah keuangan lain yang berbasis di Beijing, mewawancarai seorang ahli dari kelompok kedua itu. 

Saat mengunjungi rumah sakit berbeda, kelompok ahli bertanya apakah staf rumah sakit telah terinfeksi — bukti utama adanya penularan dari manusia ke manusia. Para ahli tersebut belum pernah mendapat jawaban.

Zhong Nanshan telah memenangkan reputasi yang baik dalam melawan SARS, sedangkan pejabat Tiongkok yang memimpin  memerangi penyakit infeksi saluran napas. Sebagai orang pria yang bukan warga Wuhan, Zhong Nanshan belum pernah terlibat dalam rahasia sebelumnya. Zhong Nanshan mempunyai wewenang untuk mengubah status penyakit epidemi, dan ia dapat berkata lain tanpa mengungkapkan kesalahan pemerintahan komunis Tiongkok.

Namun, Zhong Nanshan hanyalah alat Partai Komunis Tiongkok. Bahkan selama wabah ini, sebagian “kebenaran” Partai Komunis Tiongkok menjadi bagian web kebohongan yang besar.

Dari hari pertama, setiap anggota Partai Komunis Tiongkok, organisasi pemerintahan Tiongkok, serta rumah sakit dan individu di dalam sistem Partai Komunis Tiongkok, terlibat dalam pembuatan web kebohongan. Siapa pun yang secara sengaja atau tidak sengaja mengungkapkan kebohongan itu segera dibungkam. Hal ini tidak hanya berlaku perorangan karena penyensoran terjadi di berbagai organisasi, di berbagai tingkatan, dan oleh pihak berwenang yang berbeda.

‘Bencana Memperkuat Bangsa’

Lembaga-lembaga Partai Komunis Tiongkok, dirancang untuk mempertahankan kekuatannya, bukan untuk mencegah dan menangani bencana alam, terutama untuk sesuatu seperti Novel Coronavirus.

Polanya biasanya seperti ini. Saat bencana alam berskala besar seperti gempa bumi atau banjir terjadi, Partai Komunis Tiongkok tidak perlu berbuat banyak untuk para korban dan orang yang selamat. Mengambil foto atau video orang-orang yang selamat setidaknya adalah bentuk perhatian.

Selama gempa bumi Sichuan pada tahun 2008, ruang kelas runtuh, menewaskan anak-anak sekolah di dalamnya, sementara gedung-gedung pemerintah Komunis Tiongkok tetap berdiri. Tetapi pejabat rezim Komunis Tiongkok tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas korupsi yang menyebabkan konstruksi sekolah yang buruk. “Solusi” Partai Komunis Tiongkok adalah memenjarakan orang tua dan aktivis yang mencari kebenaran dan keadilan.

Dalam memerangi bencana, pekerjaan terpenting adalah menyombongkan betapa hebatnya Partai Komunis Tiongkok.

Rakyat hanya menyaksikan orang-orang yang selamat dari bencana mengucapkan terima kasih kepada Partai Komunis Tiongkok, tim penyelamat yang mengibarkan bendera merah, upacara penghargaan dan kemenangan, dan begitu seterusnya. 

Seiring berjalannya waktu, rakyat yang tidak mengalami penderitaan secara langsung hanya dapat  mengingat propaganda, sambil sepenuhnya melupakan para korban dan pejabat yang bertanggung jawab atas bencana.

Pola ini ditangkap dalam slogan Partai Komunis Tiongkok yang berbunyi, “bencana memperkuat  bangsa.”

Mungkin adalah sulit untuk memahami, bahwa bencana alam atau bahkan bencana akibat ulah manusia dapat diubah menjadi “hal yang baik” untuk meningkatkan kekuatan Partai Komunis Tiongkok. 

Setelah korban, orang-orang yang selamat, dan aktivis dibungkam,  Komunis Tiongkok dapat dengan mudah membuat sebagian besar orang yang belum menderita secara pribadi mendukung aturan Partai Komunis Tiongkok. Bencana tidak memperkuat bangsa. Bencana memperkuat Partai Komunis Tiongkok.

Kambing hitam

Selama wabah Coronavirus Wuhan ini,  Komunis Tiongkok telah melangkah lebih jauh. “Bencana memperkuat bangsa” menjadi “Partai Komunis Tiongkok menyelamatkan dunia.”  Komunis Tiongkok mengklaim bahwa Tiongkok memberi waktu kepada dunia untuk bersiap menghadapi wabah. Sedangkan klaim ini bahkan telah didengungkan oleh beberapa media Barat.

Tetapi jika  Komunis Tiongkok tidak menutupi semuanya, maka dunia tidak perlu “bersiap menghadapi wabah.” Komunis Tiongkok sangat pandai membuat masalah kecil menjadi besar, lalu menggunakan semua sumber daya untuk melawan “masalah besar” tersebut. 

Orang-orang melihat  Komunis Tiongkok berjuang mengatasi masalah besar tersebut, secara efisien bahwa orang-orang cenderung lupa bahwa masalah besar pada awalnya diciptakan oleh Partai Komunis Tiongkok. Ini adalah bagian perang informasi  Komunis Tiongkok.

Sejak awal, pihak berwenang Tiongkok berusaha menyalahkan pihak lain atas terjadinya wabah Coronavirus. Kambing hitam pertama adalah Pasar Makanan Laut Huanan. Pasar Makanan Laut Huanan sebagai sumber wabah Coronavirus disebutkan tiga kali pada acara-acara resmi oleh pihak berwenang Komunis Tiongkok, yaitu pada tanggal 30 Desember 2019 dan 11 Januari 2020 oleh Komisi Kesehatan Wuhan, dan pada tanggal 22 Januari oleh Gao Fu, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok.

Namun, ada tiga makalah, dua makalah dari Lancet dan satu makalah dari Jurnal Kedokteran New England, semuanya ditulis oleh dokter dan ilmuwan Tiongkok, diterbitkan di antara tanggal 24 Januari hingga 30 Januari, menceritakan kisah yang berbeda.

Dalam 41 kasus pertama, 13 dari mereka tidak memiliki riwayat kontak Pasar Makanan Laut Huanan, dan kasus pertama, serta 2 dari 3 kasus berikut, tidak memiliki riwayat Pasar Makanan Laut Huanan. Karena kasus-kasus tersebut semuanya dipastikan sebelum tanggal 11 Januari, Komisi Kesehatan Wuhan sadar bahwa Pasar Makanan Laut Huanan hanya mungkin menjadi kluster pertama, dan bukan sumber asli wabah Coronavirus.

Penolakan penularan dari manusia ke manusia adalah satu hal, sementara dengan sengaja menyesatkan asal usul penyakit ini adalah masalah yang sama sekali berbeda. Apa yang telah disembunyikan oleh Komunis Tiongkok?

Kambing hitam kedua adalah trenggiling, mamalia aneh dengan sisik yang daging dianggap sebagai makanan yang sangat lezat. Pada tanggal 7 Februari, sebuah kelompok penelitian di Universitas Pertanian Tiongkok Selatan mengumumkan kepada masyaraka,t bahwa mereka telah menemukan Coronavirus dalam trenggiling yang memiliki 99 persen kesamaan dengan Coronavirus yang menyebabkan pneumonia Wuhan.

Namun, saat diwawancarai oleh Nanfang Daily, salah satu peneliti, Shen Yongyi, menunjukkan bahwa sampel trenggiling bukan dari dikumpulkan oleh para peneliti sendiri. Akan tetapi dari unit pemerintah tertentu. Shen Yongyi mengatakan bahwa mereka mengungkapkan hasil penelitiannya kepada masyarakat, bukannya menerbitkannya sebagai jurnal ilmiah pertama, di bawah tekanan besar.

Karena dua kambing hitam ini tidak bekerja dengan baik, maka target baru adalah Amerika Serikat. Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengklaim bahwa tim militer Amerika Serikat membawa Coronavirus ke Wuhan. Ini bukanlah  kesalahan pribadi Zhao Lijian. Sebelum tuduhan Zhao Lijian, Zhong Nanshan yang bertempur melawan SARS mengatakan bahwa, walaupun wabah Coronavirus muncul di Tiongkok, bukan berarti Coronavirus berasal dari Tiongkok. Lalu tuduhan Zhao Lijian dan tuduhan serupa membanjiri media sosial daratan Tiongkok.

Jika Pasar Makanan Laut Huanan dan trenggiling diajukan untuk menemukan seseorang, siapa pun, yang harus disalahkan, di luar respons spontan, keputusan untuk menunjuk Amerika Serikat adalah strategi yang dirancang dengan baik dari lingkaran atas kepemimpinan  Komunis Tiongkok. Mengapa demikian?

Komunis Tiongkok ingin melakukan sesuatu yang sangat keliru sehingga tidak ada orang di seluruh dunia yang akan percaya? Komunis Tiongkok sedang berusaha membalikkan kontroversi mengenai Coronavirus guna mendapatkan manfaat, terutama di Tiongkok.

Apa lagi yang lebih efektif dan nyaman selain menyalahkan Amerika Serikat? Amerika Serikat telah menjadi kambing hitam nomor satu untuk semua masalah  Komunis Tiongkok selama 70 tahun terakhir.

Apakah  Komunis Tiongkok berbohong mengenai wabah Wuhan pada tahap awal? Iya.

Apakah Komunis Tiongkok masih tetap berbohong saat ini? Sudah pasti.

Akankah  Komunis Tiongkok berbohong di masa depan? Sudah pasti.

Apa yang harus kita lakukan? Jangan percaya pada  Komunis Tiongkok. Itulah yang telah dilakukan oleh Taiwan dan Taiwan melakukannya dengan baik. Selama wabah SARS pada tahun 2003, Taiwan disingkirkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yang mendukung Komunis Tiongkok.

Dalam menghadapi Coronavirus, Taiwan hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri. Pelajaran terpenting yang dapat dipetik oleh seluruh dunia dari Taiwan adalah, tidak mempercayai Komunis Tiongkok atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Sementara beberapa negara yakin bahwa Taiwan harus diterima oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Namun bukannya Taiwan yang membutuhkan Organisasi Kesehatan Dunia, tetapi seluruh dunia membutuhkan Taiwan.

The Epoch Times merujuk novel Coronavirus, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus  Komunis Tiongkok, karena Komunis Tiongkok telah merahasiakan dan salah menatalaksana wabah Coronavirus. Sehingga Coronavirus menyebar ke seluruh Tiongkok dan mengakibatkan  pandemi global. 

Heng He  seorang komentator di Radio Sound of Hope, analis Tiongkok di siaran TV berbahasa mandarin, New Tang Dynasty TV, dan seorang penulis untuk surat kabar The Epoch Times

Share

Video Popular