Zhong Jingming /Ming Xuan

Harian terbesar kedua di Korea Selatan Korea, Donga Ilbo mengutip narasumber yang mengetahui hal itu mengatakan, bahwa tiga orang di Korea Utara baru-baru ini ditembak mati gara-gara virus komunis Tiongkok. Salah satu yang dikonfirmasi adalah seseorang yang menjabat sebagai instruktur keamanan di dermaga, sebuah perusahaan perdagangan yang mengkhususkan diri dalam penyelundupan antrasit dan mineral. Dia didiagnosis terjangkit virus komunis Tiongkok pada 14 Februari 2020.

Menurut laporan tersebut, Korea Utara memerintahkan blokade perbatasan pada 22 Januari. Akan tetapi instruktur itu mengalami gejala yang diduga virus komunis Tiongkok itu 23 hari kemudian, sehingga memicu kecurigaan

Pejabat Korea Utara, dan setelah diinterogasi, baru diketahui ia pernah mengadakan kontak dengan orang-orang dari Tiongkok selama aksi penyelundupan.

Kim Jong-un memerintahkan pada awal Februari lalu, bahwa semua orang yang melanggar peraturan pencegahan epidemi akan dikenai sanksi hukum secara militer. Akhirnya instruktur itu dieksekusi pada 16 Februari 2020.

Meskipun Korea Utara menutup perbatasan setelah epidemi itu meletus, namun karena arus lintas yang ramai dengan Tiongkok, dunia luar umumnya mencurigai bahwa “nol kasus” yang diklaim itu sengaja untuk menyembunyikan kondisi epidemi yang sebenarnya.

Kim Sin gon, seorang profesor kedokteran di Universitas Korea, Seoul, Korea Selatan, mengatakan, bahwa penduduk Korea Utara yang mengalami malnutrisi dalam jangka panjang lebih rentan terinfeksi oleh virus komunis Tiongkok.

Robert Abrams, komandan Angkatan Darat A.S. di Korea Selatan, baru-baru ini mengatakan bahwa, militer Korea Utara pernah ditutup setidaknya selama 30 hari dan pelatihan harian baru dilanjutkan baru-baru ini. Sehingga kemungkinan terinfeksi itu sangat tinggi.

 Media Korea sebelumnya mengungkapkan bahwa Korea Utara telah memisahkan setidaknya 7.000 orang. Pejabat Korea Utara mengatakan bahwa pemerintah telah mengisolasi ribuan orang dan “berhasil mencegah virus dari invasi.” 

Saat ini, lebih dari 5.400 orang telah dipastikan telah dikeluarkan dari rumah sakit tanpa terinfeksi. Akan tetapi media resmi belum menyebutkan situasi mereka yang belum dipulangkan.

DailyNK, sebuah media Korea yang dikelola oleh pembelot Korea Utara, mengutip sebuah sumber di militer Korea Utara, mengungkapkan bahwa pada awal Maret 2020, sedikitnya 180 tentara di dekat perbatasan Tiongkok-Korut meninggal karena infeksi, sedangkan 3700 tentara lainnya dikarantina secara paksa. (jon)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular