Nicole Hao 

Liao Jun, seorang wartawan Xinhua, media pemerintahan Komunis Tiongkok, menerbitkan artikel mengenai pihak berwenang Tiongkok menegur delapan Whistleblower di Wuhan yang pertama kali memperingatkan masyarakat adanya  wabah baru “Virus Komunis Tiongkok” yang misterius di media sosial.

Selama hari-hari awal wabah itu, Liao Jun juga terus mengulangi klaim rezim Komunis Tiongkok bahwa Coronavirus dapat diatasi dan tidak menular. Pemerintah Tiongkok memuji Liao Jun sebagai pahlawan pada tanggal 8 Maret, yang membuat marah banyak warga Tiongkok. 

Liao Jun, seorang wanita berusia 40-an, dan juga adalah direktur departemen berita metro Xinhua di cabang Provinsi Hubei. Sebagai senior reporter, Liao Jun bertanggung jawab untuk melaporkan epidemi  “Virus Komunis Tiongkok” di Wuhan sejak awal mula epidemi. 

Menurut laporan tanggal 8 Maret di Guangming Daily, media pemerintah Tiongkok, Liao Jun menerima salinan dokumen internal dari Komisi Kesehatan Wuhan yang memastikan berjangkitnya suatu penyakit pneumonia virus, pada tanggal 30 Desember 2019 jam 19.00 waktu setempat. Ia melaporkan informasi tersebut kepada direktur dan staf lain di departemen tajuk rencana. Liao Jun menjalankan laporan pertamanya mengenai wabah “Virus Komunis Tiongkok” itu pada hari berikutnya.

Awalnya Liao Jun melaporkan bahwa Pasar Makanan Laut Huainan, di mana pihak berwenang Tiongkok menghubungkan pasar tersebut dengan wabah “Virus Komunis Tiongkok”, beroperasi seperti biasa. Ia juga menulis delapan orang yang ditegur polisi karena “mereka menyebarkan desas-desus bahwa virus itu mirip dengan SARS. SARS adalah sindrom pernapasan akut akut,” infeksi Coronavirus yang menewaskan hampir 800 orang secara global pada tahun 2002-2003.

Liao Jun juga mengklaim bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penyakit tersebut menular dari manusia ke manusia.

Sejak itu, Liao berulang kali melaporkan bahwa wabah “Virus Komunis Tiongkok”  terkendali, termasuk fakta bahwa pemerintah kota Wuhan menyelenggarakan 80 kegiatan masyarakat saat merayakan Tahun Baru Imlek. 

Ketika para dokter di Wuhan berteriak minta tolong di media sosial, meminta sumbangan pasokan medis seperti masker, pakaian pelindung, dan kacamata, Liao Jun melaporkan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengatur cukup banyak bahan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. 

Dari tanggal 31 Desember 2019 hingga 7 Maret, “Liao Jun telah menerbitkan lebih dari 500 artikel dan lebih dari 90 laporan referensi,” lapor Guangming Daily. 

Laporan referensi adalah informasi berita yang disiapkan khusus untuk pemimpin dan anggota Partai Komunis Tiongkok. 

Liao Jun berbicara mengenai motivasinya untuk melaporkan wabah “Virus Komunis Tiongkok” selama pers konferensi di Wuhan yang diselenggarakan oleh Dewan Negara Tiongkok pada tanggal 8 Maret.  

“Memerangi epidemi adalah perang tanpa asap… Kami, media pemerintah Tiongkok dan wartawan ingin menggunakan pena dan kamera kami sebagai senjata, untuk memberitahu dunia mengenai kisah di Tiongkok, semangat Tiongkok, dan kekuatan Tiongkok,” kata Liao Jun.

Dalam foto-foto yang dirilis Xinhua pada tanggal 19 Februari, Liao Jun dan rekan-rekannya terlihat mengenakan perlengkapan lengkap seperti baju pelindung, kacamata, masker, sarung tangan, dan sarung sepatu  untuk melindungi diri saat melapor di Wuhan. 

Dalam satu foto tertentu, seorang wartawan Xinhua sedang mewawancarai seorang dokter. Wartawan Xinhua tersebut mengenakan kacamata, dua lapis masker, dan dua lapis sarung tangan, sedangkan sang dokter hanya mengenakan satu lapis masker tanpa mengenakan kacamata atau sarung tangan.

Pada saat itu, staf medis di Wuhan memohon pakaian pelindung, kacamata, dan masker di media sosial. Mereka mengatakan mereka tidak memiliki pakaian pelindung yang cukup untuk digunakan saat merawat pasien “Virus Komunis Tiongkok”.

“Liao Jun hanyalah satu contoh, yang menunjukkan bahwa wartawan media pemerintah Tiongkok adalah ahli propaganda pemerintah Tiongkok,” kata Tang Jingyuan, komentator urusan Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat  dalam sebuah wawancara telepon dengan The Epoch Times Amerika Serikat.

Tang Jingyuan menganalisis bahwa Liao Jun adalah contoh nyata mengenai cara  rezim Komunis Tiongkok memanfaatkan media pemerintah untuk menyebarkan informasi palsu. 

“Keputusan pemerintah didasarkan pada kebohongan,” simpul Tang Jingyuan.

Pada tanggal 13 Maret, sekelompok mantan wartawan Xinhua ikut menulis artikel tajuk utama: “Reporter Liao Jun tidak layak menjadi salah satu rekan kami!” dan mempostingnya ke media sosial. Tetapi posting tersebut segera dihapus oleh sensor internet.

Dalam laporan Radio Free Asia mengenai artikel tersebut, mengutip mantan wartawan CCTV, siaran yang dikelola negara Tiongkok, bermarga Zhu yang mengatakan: “Whistleblower “Virus Komunis Tiongkok” yakni Li Wenliang adalah pahlawan rakyat Tiongkok. Liao Jun adalah pahlawan Partai Komunis Tiongkok.” (vv)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular