Zhong Jingming / Ming Xuan

Pada 20 Maret lalu, Radio Free Asia mengutip Miss. Wang, warga kota Wuhan yang mengatakan, salah seorang temannya yang tinggal di distrik Sanyanqiao, kota Wuhan, dibawa ke rumah sakit karena demam. Meski tidak didiagnosis, tapi itu termasuk dalam kasus dugaan. Ia mengatakan, sekarang seakan kembali ke masa awal pecahnya wabah, pejabat pemda sepertinya menyembunyikan dengan sengaja.”

Ding, seorang warga Wuhan yang ibunya telah meninggal karena sakit, mengatakan bahwa ketika ibunya jatuh sakit pada akhir Januari lalu, rumah sakit menolak untuk melakukan tes asam nukleat. Dikarenakan kamar yang tidak mencukupi, sehingga ibunya tidak bisa dirawat inap di rumah sakit. 

Dia menuturkan, “Mereka menggunakan tes asam nukleat dengan tingkat akurasi hanya 30%. Orang-orang yang setiap hari ke rumah sakit dikendalikan seperti itu. Tetapi banyak pasien telah meninggal dunia sebelum sempat dites.”

Seorang warga Wuhan lainnya, Tan Zhigang, mengatakan bahwa mereka semakin tidak percaya pada angka resmi pejabat pemda. “Ini seperti ketika terjadi kecelakaan mobil listrik di Wenzhou, kata juru bicara Direktorat Jenderal Perkeretaapian menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan berapa banyak orang yang tewas. 

Chat warga Wuhan

Juru bicara itu mengatakan, tidak peduli kalian percaya atau tidak, ia mengatakan percaya dengan angka yang ia laporkan. Yang penting mereka (pejabat komunis Tiongkok) mempercayainya.

Sebelumnya, ada dokter di Wuhan mengungkapkan, bahwa untuk secara signifikan mengurangi jumlah kasus yang dikonfirmasi, pejabat pemda menghentikan diagnosis tes serum yang cepat dan akurat.  Sementara itu, netizen lainnya juga mengungkapkan hal serupa beberapa hari yang lalu, sehingga semakin menegaskan informasi terkait di atas. 

Chat warga Wuhan

Netizen itu mengatakan, bahwa pihak berwenang telah menetapkan tes asam nukleat dengan tingkat akurasi yang sangat rendah. Yang mana, adalah satu-satunya syarat untuk mengonfirmasi diagnosis.

Selain itu, banyak netizen Wuhan memposting pemberitahuan publik di lingkungan pemukiman tersebut. Mereka mengatakan bahwa masih banyak tambahan kasus infeksi baru di lingkungan pemukiman.  Beberapa dari mereka dengan jelas menyatakan itu adalah “kasus yang dikonfirmasi”. 

Chat warga Wuhan

Sebagai tanggapan, media resmi komunis Tiongkok mengatakan, bahwa itu hanya “infeksi tanpa gejala.” 

Namun, Komunis Tiongkok sejak awal telah menetapkan bahwa “infeksi tanpa gejala” tidak termasuk dalam “kasus yang dikonfirmasi.” 

Pernyataan media resmi dan pemberitahuan masyarakat saling bertentangan. Lagi pula, seseorang dengan tes asam nukleat positif, akan tetapi tanpa gejala itu sebenarnya telah dipastikan terinfeksi virus.

   

Netizen Wuhan membagikan pemberitahuan dari lingkungan pemukiman setempat, mengatakan, bahwa masih ada tambahan kasus baru yang dikonfirmasi di komunitas itu.
Netizen Wuhan membagikan pemberitahuan dari lingkungan pemukiman setempat, mengatakan, bahwa masih ada tambahan kasus baru yang dikonfirmasi di komunitas itu (internet)
Netizen Wuhan membagikan pemberitahuan dari lingkungan pemukiman setempat, mengatakan, bahwa masih ada tambahan kasus baru yang dikonfirmasi di komunitas itu. (Internet)

 [Catatan editor: Menurut NTDTV, lebih tepat menyebut virus corona Wuhan sebagai “virus komunis Tiongkok.” Virus ini berasal dari Tiongkok di bawah kekuasaan komunis Tiongkok, karena komunis Tiongkok menutupi epidemi itu, sehingga menyebar ke seluruh dunia. Untuk mengoreksi nama resmi Tiongkok, Komunis Tiongkok dan negara Tiongkok itu harus dibedakan satu sama lain.

Video Rekomendasi : 

 

 

Share

Video Popular