Pemerintahan Komunis Tiongkok secara aktif membantu negara-negara asing terkait pencegahan epidemi. Alasannya berusaha mengubah dari negara pengekspor virus menjadi “penyelamat global.” Akan tetapi “Made in China”-nya justru membuat malu Tiongkok sendiri. Dikarenakan kwalitasnya yang rendah. Beberapa hari yang lalu, para ahli Ceko mengatakan, bahwa 150.000 tes kit yang disumbangkan Komunis Tiongkok memiliki tingkat kesalahan hingga 80%.  Karenanya Republik Ceko terpaksa kembali ke metode pengujian laboratorium tradisional

oleh Zhong Jingming/Ming Xuan

Melansir laman situs berita Ceko, iRozhlas.cz yang dilaporkan pada 23 Maret 2020, Pavla Svrčinová, seorang ahli sanitarian atau ahli kesehatan lingkungan negara itu, mengatakan bahwa alat tes cepat virus Komunis Tiongkok atau Radang paru-paru Wuhan yang disumbangkan komunis Tiongkok memiliki tingkat kesalahan hingga 80 persen. Alat itu mungkin hanya dapat digunakan untuk deteksi awal orang yang dikarantina.

 Dia mengatakan bahwa ketika pasien didiagnosis, mereka harus terus mengandalkan tes laboratorium. Metode pengujian ini relatif lambat. Sedangkan laboratorium hanya dapat melakukan pengujian sekitar 900 sampel per hari.

Pavla mengatakan bahwa pada hari Sabtu lalu, mereka menguji kit asal Tiongkok itu di sebuah rumah sakit universitas. Mereka menemukan bahwa tingkat kesalahan hasil tes sangat tinggi, termasuk hasil positif dan negatif palsu.

“Untungnya, kami sangat visioner, segera mengambil sampel untuk memeriksa tes kit dan membuktikan tingkat kesalahan deteksinya,” katanya.

Namun, Jan Hamáček, wakil perdana menteri sekaligus menteri dalam negeri negara itu, tidak sependapat dengan hasil tes para ahli. Dia menyatakan bahwa tes PCR atau uji asam nukleat merupakan “metode yang paling cocok” untuk mendeteksi infeksi awal.

Sebelumnya, media pemerintahan komunis Tiongkok, CCTV  mengumumkan bahwa pada 18 Maret, pesawat militer Ceko mengangkut 150.000 tes kit dari Shenzhen.

Beberapa pejabat senior, termasuk Wakil Perdana Menteri Republik Ceko menyambutnya di bandara. Menurut laporan itu, rapid test kit dapat mendeteksi hasilnya dalam 20-25 menit. Diharapkan dapat meningkatkan kecepatan deteksi virus di Republik Ceko. Jumlah pasien yang dikonfirmasi di negara itu akan segera meningkat.

Pada awal Februari lalu, beberapa ahli komunis Tiongkok mengatakan dalam laporan CCTV, bahwa tingkat akurasi deteksi asam nukleat yang digunakan oleh pihak berwenang hanya 30% hingga 50%. Baru-baru ini, dokter di Wuhan juga menuturkan di Internet, bahwa tingkat kesalahan deteksi asam nukleat mencapai hingga 70%.

Namun demikian, tingkat kesalahan yang begitu tinggi itu tidak memengaruhi penggunaan lanjutan dari pengujian asam nukleat untuk mengkonfirmasi pasien. Dikarenakan, tingkat kesalahan yang tinggi dapat “secara efektif mengurangi” data dari kasus yang dikonfirmasi.

 

Baru-baru ini, dokter di Wuhan mengungkapkan di Internet, bahwa otoritas setempat menghentikan metode pengujian serum yang cepat dan akurat. Tak lain, untuk mengurangi tingkat diagnosis. 

Beberapa orang dalam kemudian mengonfirmasi bahwa otoritas Wuhan telah menetapkan pengujian asam nukleat adalah satu-satunya metode yang diakui. Tujuannya, untuk mengonfirmasikan hasil diagnosis. Sedangkan laporan dengan hasil positif tes antibodi akan dimintai pertanggungjawaban. (jon)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular