The Associated Press/The Epochtimes

Perburuan masker, ventilator, dan persediaan medis lainnya yang dikonsumsi warga Amerika Serikat dan Eropa seperti dilaporkan kantor berita The Associated Press, karena lebih dari 1,5 miliar orang — seperlima dari populasi dunia — diminta atau diperintahkan untuk berada di rumah. Tak lain,  guna mengendalikan penyebaran virus Komunis Tiongkok yang sebelumnya disebut dengan pneumonia Wuhan. 

Kelumpuhan politik menghambat upaya paket bantuan cepat dari Kongres Amerika Serikat. Sedangkan pasar saham Amerika Serikat jatuh pada bel pembukaan, bahkan setelah Federal Reserve mengatakan pihaknya membeli utang pemerintah sebanyak yang diperlukan dan meminjamkan kepada bisnis kecil dan besar, serta pemerintah daerah untuk membantu mereka mengatasi masalah keterpurukan ekonomi akibat wabah.

Di New York, di mana hampir-karantina berlaku di seluruh negara bagian tersebut selama akhir minggu,  di tengah kekhawatiran New York akan menjadi salah satu tempat titik wabah baru di dunia. Walikota New York memperingatkan bahwa selama 10 hari rumah sakit kekurangan “pasokan yang sangat mendasar” yang dibutuhkan untuk melindungi pekerja perawatan kesehatan dan pasien.

“Jika kita tidak mendapatkan peralatan tersebut, kita benar-benar akan kehilangan nyawa,” Walikota New York Bill de Blasio kepada CNN.

Risiko bagi dokter, perawat, dan orang lain di garis depan menjadi jelas: Di Italia setidaknya 18 dokter meninggal akibat terinfeksi virus  Komunis Tiongkok. Spanyol melaporkan bahwa lebih dari 3.900 petugas kesehatan Spanyol telah terinfeksi, terhitung kira-kira 12 persen dari total kasus Spanyol.

Petugas kesehatan Inggris meminta lebih banyak peralatan, mengatakan pihaknya merasa seperti “yang dikorbankan.” Di Prancis, para dokter mengemis masker dari pekerja konstruksi, pabrik, dan seorang arsitek.

“Ada perlombaan liar untuk mendapatkan masker bedah. Kami meminta kantor walikota, industri, perusahaan apa pun yang mungkin memiliki simpanan masker,” kata François Blanchecott, seorang ahli biologi di garis depan pengujian, kepada radio France Inter.

Petugas kesehatan mengatakan, mereka diminta untuk menggunakan kembali dan menjatah masker dan sarung tangan sekali pakai. Kekurangan ventilator, yang sangat penting untuk perawatan kasus COVID-19 yang parah, juga menjadi kritis, karena kurangnya alat uji mematuhi anjuran Organisasi Kesehatan Dunia untuk menguji sebanyak mungkin orang.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan kepada para gubernur negara bagian, bahwa mereka harus menemukan peralatan medis untuk negara bagian masing-masing. Jika mereka pikir mereka mampu mendapatkannya lebih cepat daripada pemerintah Amerika Serikat. Alaska diperkirakan akan kehabisan uang dalam waktu dekat untuk membayar dokter, rumah sakit, dan klinik yang merawat pasien Medicaid.

Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular top pemerintah Amerika Serikat, berjanji bahwa pasokan medis akan mulai mengalir dan akan “secara jelas diarahkan ke titik-titik wabah yang paling membutuhkannya.”

Sementara itu, upaya paket bantuan ekonomi cepat dari Kongres Amerika Serikat adalah tersendat. Senat Amerika Serikat sempat memberikan suara menentang memajukan rencana hampir  2 triliun dolar AS.

Partai Demokrat berpendapat hal tersebut cenderung ke arah korporasi, daripada pekerja dan penyedia layanan kesehatan. Pemungutan suara lain diharapkan pada hari Senin. Penundaan tersebut mengguncang investor, karena akumulasi acara besar dan kecil yang dibatalkan, jumlah pengangguran yang melonjak, dan penghematan uang.

Setelah hanya beberapa minggu, Amerika Serikat memiliki lebih dari 33.000 kasus infeksi dan lebih dari 400 kasus kematian. New York, California, dan Illinois meminta  penduduk agar berada di rumah kecuali mereka memiliki alasan penting untuk pergi keluar.

Bagi kebanyakan orang, virus baru tersebut hanya menimbulkan gejala ringan atau sedang seperti demam atau batuk. Tetapi untuk beberapa orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang sudah ada masalah kesehatan, dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia.

Pihak berwenang terus mendorong rakyatnya untuk berada di rumah, tetapi ada yang tidak menghiraukannya.

Foto-foto menunjukkan barisan panjang mobil yang diparkir saat ratusan orang berjalan menaiki pegunungan Taman Nasional Snowdonia yang terpencil di Wales, yang memperlihatkan ”tempat yang  paling banyak dikunjungi orang sepanjang masa” pada hari Sabtu itu.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menggambarkan mereka yang mengabaikan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, sebagai orang yang “sangat egois.” Ia memperingatkan bahwa aturan yang lebih ketat mungkin akan segera hadir.

“Jika orang-orang pergi dalam jarak 2 meter dari orang lain yang tidak tinggal bersama mereka, maka mereka membantu menyebarkan virus. Dan konsekuensinya adalah kehilangan nyawa,” kata Matt Hancock.

Kasus infeksi di Italia terus meningkat, mencapai 59.000 kasus dan ada 5.476 kasus kematian. Sedangkan India mengambil langkah luar biasa untuk menghentikan sistem kereta api di India, yang telah lama menjadi sumber kehidupan India dengan 1,3 miliar orang.

Hadirnya pandemi global di Suriah serta Jalur Gaza telah meningkat kekhawatiran pandemi tersebut akan merajalela di beberapa daerah yang paling rentan di Timur Tengah.

Dua mantan penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terinfeksi virus meninggal dunia, sehingga ada 10 penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang meninggal.  Di mana ada lebih dari 700 kasus infeksi di Diamond Princess dan sebagai contoh utama bagaimana tidak mengendalikan wabah.

Acara pernikahan dan pertemuan besar lainnya dilarang di banyak tempat, tidak terhitung jumlah pemakaman yang hanya disaksikan oleh seorang menteri, seorang staf rumah duka, dan orang yang dicintai menjadi saksi.

Senator Partai Republik AS, Rand Paul dari Kentucky menjadi senator Amerika Serikat pertama yang mengumumkan bahwa ia terinfeksi virus tersebut.

Kanselir Jerman Angela Merkel menempatkan dirinya di karantina, itu setelah seorang dokter yang memberinya vaksin pneumonia dinyatakan positif. Angela Merkel kemudian dinyatakan negatif.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengakui bahwa penundaan Olimpiade Musim Panas tahun ini adalah tidak dapat dihindari. Kanada dan Australia menegaskan kepada penyelenggara Olimpiade, dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengirim atlet ke Tokyo musim panas ini. Komite Olimpiade Internasional mengatakan, pihaknya akan memeriksa situasi selama beberapa minggu ke depan.

“Jika sulit untuk mengendalikannya secara sempurna, keputusan penundaan adalah tidak terhindarkan,” kata Shinzo Abe.

Para ilmuwan di London memperkirakan bahwa angka kematian pandemi dapat dengan mudah mencapai puncaknya 1 juta orang di Amerika Serikat saja.

Tetapi Donald Trump menyatakan, bahwa obat untuk memerangi pandemi — mencakup keterpurukan keuangan  di seluruh dunia — mungkin lebih berbahaya daripada wabah itu sendiri. Ia berjanji untuk menilai kembali batasan pemerintah Amerika Serikat setelah karantina hari ke-15.

“Kita Tidak Dapat Membiarkan Obat Menjadi Lebih Buruk dari Masalah Itu Sendiri,” demikian cuitan Donald Trump. 

 Virus yang menyebabkan wabah pneumonia atau yang disebut coronavirus di Wuhan berasal dari Tiongkok, di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok.  Otoritas komunis menyembunyikan kebenaran hingga menyebabkan epidemi secara global. Orang-orang dari Wuhan, Hubei, dan bahkan semua warga Tiongkok dan orang-orang Tionghoa dan masyarakat dunia di seluruh dunia adalah korban. Rezim Komunis Tiongkok bukanlah Tiongkok, juga tidak dapat mewakili Tiongkok. Oleh karena itu, virus yang muncul di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok  disebut “virus Komunis Tiongkok. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular