Penyebaran virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan) terus meluas di luar negeri, dan Tiongkok juga sudah mulai menunjukkan adanya tanda-tanda timbulnya wabah kedua. Setelah beberapa hari komunis Tiongkok membuat sensasi dengan menyebutkan bahwa para warga Tiongkok pendatang membawa virus dari tempat rantau ke daratan Tiongkok. Kini giliran Li Lanjuan, seorang akademisi Akademi Teknik Tiongkok menampakkan diri dan menyatakan sikapnya yang khawatir bahwa para warga Tiongkok pendatang dari negeri orang sangat berpotensi menyebabkan epidemi besar kembali muncul untuk kedua kalinya di Tiongkok.

oleh Zhong Gusheng

Pada 23 Maret, media corong pemerintah ‘People’s Daily’ merilis video wawancara dengan Li Lanjuan. Dalam video itu, Li mengatakan bahwa Wuhan selain belum menuntaskan misi pencegahan epidemi, dan situasi di dalam negeri juga masih serius menghadapi penyebaran. Karena itu, berhasil atau gagalnya mencegah penyebaran epidemi di dalam negeri merupakan ujian serius yang perlu dihadapi bersama. Dirinya sangat khawatir bahwa para warga Tiongkok pendatang dari negeri orang sangat berpotensi menyebabkan epidemi besar kembali muncul untuk kedua kalinya di Tiongkok.

Sebagai corong komunis Tiongkok pernyataan sikap Li Lanjuan yang dipublikasikan oleh ‘People’s Daily’ sudah jelas, secara luas mewakili tren politik pemerintah.

Pada hari yang sama video itu dirilis, “Nol Penambahan Pasien Terinfeksi” yang telah beberapa waktu lamanya dipertahankan oleh pejabat komunis Tiongkok, Tiba-tiba “jebol” karena “penambahan kasus warga terinfeksi” yang terjadi di provinsi Hubei, Beijing, Shanghai dan provinsi Guangdong. Di antaranya terdapat “Kasus penambahan infeksi yang masuk dari Hubei”, ada juga “Kasus penambahan infeksi yang masuk dari luar negeri”. Selain itu, kasus infeksi yang masuk dari luar negeri juga menunjukkan angka yang meningkat.

Data komunis Tiongkok yang dipublikasikan selama ini selalu berbau politik, karena itu  peningkatan mendadak tentang “Penambahan kasus infeksi secara lokal” ini juga diyakini oleh masyarakat sebagai ada udang di balik batu.

Sampai saat ini, Hubei masih mempromosikan “Terobosan dalam Mengatasi Epidemi”, dan banyak rumah sakit telah terungkap memalsukan jumlah laporan pasien yang didiagnosis terinfeksi virus komunis Tiongkok.

Selain itu, banyak masyarakat juga memberitahu bahwa masih ada penambahan-penambahan warga yang terinfeksi dalam beberapa hari terakhir. Ini jelas membuat kesulitan bagi pihak berwenang untuk terus berbohong.

Pemberitahuan melalui situs resmi Hubei menunjukkan bahwa pihak berwenang pada 20 Maret meminta semua tim medis yang didatangkan dari luar kota untuk membantu Hubei menangani wabah, membatalkan kepulangan mereka ke tempat asal sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Pada saat yang sama, berita tentang pemalsuan jumlah pasien terinfeksi juga terjadi di luar Hubei. Seorang dokter di Jiangsu mengatakan kepada media ‘Voice of Hope’ bahwa pihak berwenang di daerahnya diam-diam sedang memperluas fasilitas rumah sakit guna menghadapi meledaknya kembali wabah pneumonia Wuhan.

Data audio dan video yang diperoleh media ‘NTDTV’ menunjukkan bahwa kota Jinzhou di Liaoning juga sedang mempercepat pembangunan/renovasi Pusat Penanganan Penyakit Menular Regional. Beijing dengan alasan untuk keperluan penyaringan personil yang datang dari luar negeri, mengumumkan pengoperasian kembali Rumah Sakit Xiaotangshan yang diperluas.

Selain itu, di Hongkong yang informasinya relatif lebih transparan, baru-baru ini juga telah menunjukkan tanda-tanda akan datangnya wabah kedua.

Alasan peningkatan tajam dalam jumlah terinfeksi termasuk kembalinya personil mereka dari luar negeri, infeksi cluster di industri jasa lokal, dan sebagainya.

Sebelum ini, pejabat komunis Tiongkok selama beberapa hari terakhir terus menggembar-gemborkan apa yang mereka sebut “penambahan kasus infeksi yang bersifat impor”, menuduh orang-orang yang kembali dari luar negeri menyembunyikan penyakit dan menularkan virusnya ke Tiongkok.

Dipercaya secara luas oleh masyarakat luar bahwa komunis Tiongkok sedang berupaya untuk menjadikan para pendatang dari luar negeri ini sebagai “kambing hitam” atas kembali mewabahnya pneumonia Wuhan di daratan Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular