Erabaru.net. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona mencatat hingga Kamis, 26 Maret 2020 total kasus positif terinfeksi di Indonesia sebanyak 893 kasus. Jumlah ini bertambah 103 kasus. Sebanyak 35 orang sembuh dan 78 meninggal dunia.

“Data yang dikumpulkan tersebut merupakan kasus yang dilaporkan dari 25 Maret pukul 12.00 WIB hingga 26 Maret pukul 12.00 WIB,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (26/3) yang disiarkan lewat Live Streaming Youtube.

Yuri mengatakan, pasien yang sembuh bertambah empat orang, sementara yang meninggal bertambah 20 orang. Sebelumnya pada Rabu (25/3) tercatat 790 kasus positif, 58 orang meninggal dan 31 orang sembuh.

Kasus positif terinfeksi yakni di Provinsi Aceh satu kasus, Bali sembilan kasus, Banten 67 kasus, DI Yogyakarta 16 kasus, DKI Jakarta 515 kasus.

laporan Harian per 26 maret 2020 (Dok BNPB)

Selanjutnya di Jambi satu kasus, Jawa Barat 78 kasus, Jawa Tengah 40 kasus, Jawa Timur 59 kasus, Kalimantan Barat tiga kasus, Kalimantan Timur 11 kasus, Kalimantan Tengah enam kasus dan Kalimantan Selatan satu kasus. 

Kemudian di Kepulauan Riau lima kasus, NTB dua kasus, Sumatera Selatan satu kasus, Sumatera Barat tiga kasus, Sulawesi Utara dua kasus, Sumatera Utara delapan kasus, Sulawesi Tenggara tiga kasus.

Selain itu tercatat 27 kasus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah satu kasus, Lampung tiga kasus, Riau dua kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus serta tujuh kasus positif di Papua. (asr)

Catatan The Epochtimes : Virus yang menyebabkan wabah pneumonia atau yang disebut coronavirus di Wuhan berasal dari Tiongkok di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok, otoritas komunis menyembunyikan kebenaran hingga menyebabkan epidemi secara global. Orang-orang dari Wuhan, Hubei, dan bahkan semua warga Tiongkok dan orang-orang Tionghoa dan masyarakat dunia di seluruh dunia adalah korban. Rezim Komunis Tiongkok bukanlah Tiongkok, juga tidak dapat mewakili Tiongkok. Oleh karena itu, virus yang muncul di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok  disebut “virus Komunis Tiongkok.”

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular