Ada netizen yang sehari-hari berurusan dengan anggota keluarga yang meninggal karena virus itu, mengungkapkan bahwa dirinya pernah melayani seorang nenek yang datang untuk mengurusi jenazah putrinya, menantu laki-laki, putranya, menantu perempuan dan cucunya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa banyak jenazah yang bukan diurus oleh keluarga langsungnya, melainkan kerabatnya. Banyak orang yang datang untuk mengurus jenazah dengan membawa 2 atau 3 lembar surat keterangan kematian. Ada juga seorang bocah berusia 7 atau 8 tahun datang mengurus jenazah kedua orang tuanya. 

 Taman makam penuh sesak dengan orang

Di rumah duka, warga antri untuk mengambil kotak abu jenazah, di pemakaman penuh sesak dengan manusia yang mengurusi pemakaman kota abu.

Majalah mingguan bernama He Ji, memuat sebuah artikel yang memuat kutipan wawancara dengan keluarga berduka pada 24 Maret 2020. Media Tiongkok itu melaporkan, bahwa keluarga mengeluh karena sekarang untuk masuk ke Taman Pemakaman BiandanShan saja perlu mendapatkan nomor antrian. Sehari sebelumnya hanya melepas 70 nomor, hari itu 80, tetapi nomor sudah habis dibagikan pada pukul 7:30 pagi. Beberapa anggota keluarga sampai datang 3 hari berturut-turut, hingga akhirnya baru berhasil menyelesaikan penguburan kotak. Entah bagaimana jika keluarga yang meninggal sampai beberapa orang, seperti keluarga seorang sutradara.

Meskipun pengambilan kotak abu jenazah tidak dipungut biaya oleh rumah duka, namun telah beredar berita bahwa harga tanah makam sudah naik.

Anggota keluarga yang disebutkan di atas mengungkapkan, bahwa harga tanah makam saat ini adalah  78.800 renminbu, meskipun diskon 70 persen. Angka itu diberikan kepada anggota keluarga yang meninggal dunia selama epidemi berlangsung, tetapi harganya masih  54.500 renminbi.

Pada awal pekan lalu, dalam sebuah artikel yang dimuat “Southern Weekly’ yang sudah dihapus,  terdapat laporan wawancara reporter dengan seseorang yang mengaku telah bekerja selama 2 tahun di industri pemakaman di Wuhan.

Orang tersebut mengatakan, bahwa harga perumahan bisa turun. Akan tetapi harga tanah pemakaman malahan naik. Ambil contoh tanah pemakaman di Gunung Jiufeng, harganya sudah naik dari sebelumnya yang berjumlah 48.800 renminbi menjadi 58.800 renminbi pada saat ini. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular