Setelah media Ceko melaporkan mengenai tingkat kesalahan kotak uji cepat COVID-19 buatan Tiongkok mencapai 80%. Spanyol, yang baru saja mengorder 5,5 juta buah kotak uji cepat COVID-19 dari Tiongkok, pada hari Kamis pekan lalu juga menemukan kesalahan yang dimaksud setinggi 70%. Secara teori, akurasi kotak tes uji cepat COVID-19 harus di atas 80%.

 oleh Wang Xiang

Media Spanyol pada hari Kamis pekan lalu melaporkan bahwa otoritas kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa tingkat akurasi kotak tes buatan Tiongkok tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Ahli lain yang menguji pasokan medis bahkan mengatakan bahwa ditinjau dari hasilnya, kotak uji buatan Tiongkok ini tidak berguna. 

Wabah virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan) menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat, dan hampir 50.000 orang Spanyol telah didiagnosis terinfeksi. Menurut laporan situs web Spanyol ‘El País’ bahwa, agar dapat dengan cepat mendeteksi apakah warga terinfeksi virus komunis Tiongkok, pemerintah yang sebelumnya telah mengorder 340.000 kotak tes uji cepat COVID-19 dari Tiongkok. Pada hari Rabu. 25 Maret mengumumkan bahwa pesanan pembelian dinaikkan sehingga menjadi 5,5 juta kotak. Tetapi tidak diketahui apakah pesanan berasal dari pabrik yang sama.

Metode deteksi melalui teknik reaksi berantai polimerase (PCR) yang digunakan di Spanyol perlu menggunakan perangkat untuk menguji cairan tubuh melalui nasofaring atau mulut pasien yang selain tidak mudah juga membutuhkan waktu 4 jam untuk mendapatkan hasil.

Dilaporkan bahwa cara pemakaian kotak uji cepat buatan Tiongkok ini hanya dengan mengambil sampel dari rongga hidung pasien kemudian diletakkan ke dalam kit tersedia yang akan menunjukkan positif, negatif atau tidak valid.

Jika tes mengarah ke positif, maka unit medis dapat langsung mengobati atau mengisolasikan pasien. Jika tes mengarah ke negatif atau tidak valid, maka tes berikutnya adalah melalui asam nukleat. Ini diharapkan akan sangat meningkatkan efisiensi pemerintah Spanyol dalam mendeteksi infeksi virus.

Namun, menurut laporan itu bahwa keakuratan dari tes kotak uji cepat tersebut harus lebih dari 80%, tetapi setelah penggunaan aktualnya, ternyata keakuratan yang ditemukan hanya 30%.

Seorang ahli mikrobiologi yang ikut dalam pemeriksaan dengan menggunakan kotak uji cepat itu justru mengkritik : “Dengan hasil seperti ini, tidak ada gunanya memakai kotak uji cepat ini” Pada akhirnya para ahli menyimpulkan untuk terus menggunakan tes asam nukleat dan menunda penggunaan metode penyaringan cepat ini.

Mengenai hasil tes, lembaga Spanyol yang menangani penyakit menular dan mikrobiologi klinis SEIMC (Sociedad Española de Enfermedades Infecciosas y Microbiología Clínica) telah menyiapkan dokumen yang meminta Biro Kesehatan untuk tidak menggunakan kotak uji cepat COVID-19 buatan Tiongkok. Melalui verifikasi media, Biro Kesehatan Spanyol pada hari Rabu, 25 Maret juga telah mengkonfirmasi bahwa kotak uji buatan Tiongkok itu tidak efektif, dan minta dihentikan penggunaannya. Selain itu meminta pabrikan di Tiongkok untuk untuk mengganti produk.

Kabarnya, perangkat tes cepat tersebut dipasok oleh perusahaan bernama ‘Bioeasy’ yang terletak di kota Shenzhen, Tiongkok. Tidak jelas berapa banyak kotak uji yang diterima Spanyol itu berasal dari perusahaan ini.

Pada hari Rabu itu juga, Biro Kesehatan Spanyol juga mengumumkan bahwa pihaknya telah menghabiskan EUR. 432 juta (setara USD. 474 juta) untuk memasok peralatan medis dari Tiongkok, termasuk 500 juta masker, 5,5 juta kotak tes uji cepat COVID-19 dan 950 buah ventilator. (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular