Wang Yixiao melaporkan dari Jerman

Kali ini di masa krisis, sangat penting untuk saling mendukung dan membantu. Karena rumah sakit Jerman masih memiliki kekuatan lebih, semakin banyak negara bagian federal baru-baru ini mulai merawat pasien pneumonia komunis Tiongkok dari negara-negara Eropa lainnya, terutama mereka yang menderita penyakit parah dari Italia dan Prancis.

Menurut Asosiasi Dokter dan Rumah Sakit Perawatan Intensif Jerman (DKG), meskipun situasi di negara itu berbeda dari satu tempat ke tempat lain, keseluruhan unit perawatan intensif di Jerman relatif longgar. 

Presiden Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat -DIVI- mengatakan bahwa situasi rumah sakit baik-baik saja. Tentu saja semakin banyak orang yang terinfeksi datang pada tahap ini. Akan  tetapi ini tidak semua pasien dengan penyakit parah.

Menurut laporan media Jerman, negara bagian Sachsen, Nordrhein-Westfalen, dan Bayern di Jerman, semuanya akan membantu mengobati pasien pneumonia Komunis Tiongkok yang berasal dari Italia. Sedangkan Saarland dan Baden -Württemberg dan Rheinland-Pfalz juga akan merawat pasien dari Prancis. Jerman juga akan memasok peralatan medis ke Italia. 

Macron: Solidaritas Eropa menyelamatkan nyawa

Prancis adalah negara dengan epidemi yang sangat parah, walaupun jumlah orang yang terinfeksi tidak setinggi Jerman, namun jumlah kematiannya jauh lebih tinggi daripada Jerman. Secara khusus, wilayah Grand Est di perbatasan Jerman-Prancis terparah dipengaruhi oleh epidemi.

Pada tanggal 23 Maret, sebanyak 2.348 orang telah dirawat di rumah sakit di wilayah Grand Est. Di mana 526 di antaranya berada di unit perawatan intensif. Sejak wabah terjadi, di sana 335 orang meninggal dunia  termasuk tiga orang dokter.

Pada 23 Maret, lima pasien Perancis dibawa ke Rumah Sakit Universitas Humboldt di Saarland, Jerman. Negara bagian Baden -Württemberg dan Rheinland-Pfalz juga siap menerima pasien Prancis. Selain Jerman, Swiss dan Luksemburg juga akan membantu meringankan beban rumah sakit Prancis.

Presiden Prancis Macron di twitter menyatakan : Solidaritas Eropa telah menyelamatkan nyawa. Terima kasih banyak kepada tetangga kami di Eropa.

Sementara itu, Situasi di Italia bahkan lebih kritis. Pada tanggal 23 Maret, Gubernur Saxony Jerman Michael Kretschmer pertama kali mengumumkan rencana solidaritasnya. Ia mengatakan bahwa atas permintaan pemerintah Italia, pasien Italia akan dirawat di rumah sakit di Saxony. “Kami dapat membantu orang lain, Ini pesan yang sangat penting.” kata Kretschmer. 

Malam itu, Angkatan Udara Italia mengirim delapan pasien ke Saxony. Dua pasien Italia dirawat di Rumah Sakit Universitas Leipzig. Sedangkan juru bicara rumah sakit itu Markus Bien mengatakan: “Mereka dalam kondisi kritis.” Dilaporkan bahwa akan lebih banyak pasien yang akan diterbang dari Italia ke Saxony.

Mengikuti Saxony, Nordrhein-Westfalen, dan Bayern juga  mengumumkan bantuan dalam merawat pasien di Italia. Gubernur Nordrhein-Westfalen Armin Laschet mengatakan bahwa terlebih dahulu akan merawat 10 pasien Italia.

Gubernur Bayern Markus Söder mengatakan, dia akan membantu “peralatan medis” Italia sebanyak mungkin. Ia juga mengatakan akan menerima beberapa pasien dari Italia. Skema implementasi spesifik masih harus dibahas.

Nordrhein-Westfalen, dan Bayern sendiri adalah dua negara bagian dengan wabah terburuk di Jerman. Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, pada pukul 13:00 pada tanggal 25 Maret 2020, jumlah orang yang terinfeksi di Nordrhein-Westfalen adalah 9,421 orang, dan 61 orang meninggal, Bayern memiliki 6.558 kasus yang terinfeksi, dan 37 orang meninggal.  (hui/asr)

Video Rekomendasi : 

 

 

Share

Video Popular