Li Yun/Li Quan

Pada 23 Maret, seorang ekonom independen mengatakan, bahwa tanah longsor skala luas terjadi di bagian hulu Bendungan Tiga Ngarai. Ia menyebutkan bahwa pergerakan seperti itu kemungkinan besar akan menyebabkan Tiga Ngarai hancur dalam dua tahun. “Wuhan” adalah yang pertama dilanda bencana wabah, kemudian Nanjing dan Shanghai pun tidak akan selamat dari bencana.

Netizen lain yang membagikan video itu menyebutkan, “Dam Tiga Ngarai kini dalam kondisi bahaya!”

Berita terkait di atas seketika menarik perhatian netizen di dalam dan luar negeri. Banyak pengguna internet menemukan bahwa dari pantauan citra satelit, bahwa bendungan itu memang mengalami perubahan bentuk yang serius. Itu setelah mengamatinya melalui peta satelit Google.

(Tangkapan layar internet)

Komunis Tiongkok menggunakan propaganda internal dan eksternal serta pasukan cyber untuk menjelaskan desas desus tersebut di atas. Kemudian mengubah pengakuannya bahwa bendungan itu memang mengalami perubahan bentuk dan memblokir peta satelit. 

Area Pemandangan Air Terjun Tiga Ngarai juga mengeluarkan pemberitahuan penutupan area tersebut. Dua wakil direktur Biro Saluran Sungai Yangtze juga segera diselidiki. Keduanya dianggap terkait dengan deformasi atau perubahan bentuk pada Bendungan Tiga Ngarai.

 Sejak dimulainya Proyek Tiga Ngarai, masalah kualitas terus dipertanyakan. Sebelum terjadi luapan banjir pada Waduk Tiga Ngarai tahun 2003 silam, lebih dari 80 retakan ditemukan di permukaan bendungan oleh tim inspeksi Proyek Tiga Ngarai dari Dewan Negara Komunis Tiongkok. Dari tahun 2008 hingga 2012, ada 401 bencana geologis baru di area reservoir atau Tempat menampung cadangan air pada Proyek Tiga Ngarai.

Di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, iklim abnormal telah terjadi secara berturut-turut: gempa bumi, kemarau/kekeringan, suhu tinggi, banjir, dan Danau Poyang yang nyaris mengalami kekeringan.

Dalam “the Diaries of Three Gorges Dams” yang diterbitkan oleh Li Peng pada tahun 2003, Li Peng mendepak Jiang Zemin. Ia mengatakan bahwa setelah tahun 1989, semua keputusan utama tentang Proyek Tiga Ngarai ditentukan di bawah naungan Jiang Zemin.

Pada perayaan selesainya Proyek Tiga Ngarai tahun 2009, tidak ada satu pun pemimpin komunis Tiongkok yang hadir untuk memberi ucapan selamat. Kejadian  ini sangat langka.

Pada 16 September 2013, Komisi Militer Pusat mengerahkan 4.600 tentara untuk menjaga keamanan Dam Tiga Ngarai, jelas ini menunjukkan adanya bahaya tersembunyi dari Proyek Tiga Ngarai.

Bagaimana fakta yang sebenarnya tentang Bendungan Tiga Ngarai itu? Wang Weiluo, seorang ahli Bendungan Tiga Ngarai, mengatakan kepada the Epoch Times, bahwa kualitas konstruksi awal proyek Tiga Ngarai sangat buruk. Ia mengatakan, banyak “lubang” di bawah fondasi bendungan. Bagian yang hampa itu akan menyebabkan keretakan, kemudian secara perlahan akan bocor. Setelah itu, masalah serius akan menyebabkan seluruh bendungan menjadi tak berguna atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Wang Weiluo mengatakan bahwa Proyek Tiga Ngarai tak pernah diuji kelayakannya sejak tahun 2003. Ia mengatakan,  tidak ada yang berani menjamin kualitasnya. Jika Bendungan Tiga Ngarai itu runtuh, nyawa 700.000 orang yang tinggal di Yichang di bawah bendungan itu menjadi taruhannya.

Dia mengatakan, akan lebih baik kalau Bendungan Tiga Ngarai itu dibongkar. Pembongkarannya juga mudah, yaitu membuka semua gerbang dan membiarkan air masuk dan keluar sendiri. Tetapi komunis Tiongkok tidak mau melakukannya.

Pada pertengahan Juli tahun lalu, dialog antara seorang ahli hukum Tiongkok dengan seorang temannya tentang Bendungan Tiga Ngarai beredar luas di Internet.

Wang Weiluo mengimbau : “Mengingat nyawa ratusan juta orang di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, pihak berwenang setempat harus membentuk komite investigasi khusus untuk meninjau manfaat dan mudaratnya secara profesional, ini adalah masalah utama yang sangat genting!” (jon)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular