Erabaru.net. Seorang bayi di AS telah meninggal akibat terinfeksi COVID-19, para pejabat di negara bagian Illinois mengatakan pada hari Sabtu (28/3), menandai kasus kematian bayi yang sangat jarang dalam pandemi global.

Pada konferensi pers, Gubernur JB Pritzker mengatakan “seorang bayi” adalah di antara kematian yang terkait dengan COVID -19 selama 24 jam sebelumnya.

Ilustrasi.

Departemen Kesehatan Masyarakat mengatakan bayi yang meninggal di Chicago itu berumur kurang dari satu tahun positif COVID-19.

“Belum pernah ada kematian terkait dengan COVID-19 pada bayi,” kata direktur departemen itu Ngozi Ezike dalam sebuah pernyataan. “Investigasi penuh sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kematian.”

Pritzker menggambarkan dirinya terguncang oleh berita itu.

“Saya tahu betapa sulitnya berita ini, terutama tentang anak yang sangat muda ini,” katanya.

Ilustrasi.

Pekan lalu, pejabat tinggi kesehatan Perancis Jerome Salomon mengatakan seorang gadis berusia 16 tahun telah meninggal di wilayah Ile-de-France di Paris dan sekitarnya.

“Bentuk yang parah (dari virus corona) dengan yang muda sangat langka,” kata Salomon.

Di negara bagian California AS minggu lalu, Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles mengatakan bahwa seorang remaja telah dites positif COVID-19 dan meninggal.

Berbagai penelitian telah menemukan virus secara tidak proporsional mempengaruhi pasien yang lebih tua dan mereka dengan kondisi yang mendasarinya.

Ilustrasi.

Amerika Serikat memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia, lebih dari 120.000, walaupun jumlah kematiannya lebih dari 2.000 masih di bawah negara-negara lain termasuk Italia, Spanyol, Iran dan Tiongkok.

Lebih dari 450 kematian di AS terjadi selama periode 24 jam sebelum Sabtu sore.

Bayi Chicago adalah di antara 13 kematian baru di Illinois.(yn)

Sumber: NDTV

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular