Mari kita tinjau kembali situasi terakhir pneumonia komunis Tiongkok di negara-negara di luar daratan Tiongkok. Jumlah kasus infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia pada hari Sabtu, 28 Maret mencapai lebih dari 530.000 kasus, dan lebih dari 25.000 orang pasien wafat. Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan untuk tidak diracuni oleh propaganda yang disengaja oleh beberapa negara.

oleh Li Mei – NTDTV.com

Wabah pneumonia komunis Tiongkok di Spanyol semakin serius. Pada hari Sabtu, 28 Maret tercatat 832 orang pasien yang positif terinfeksi virus komunis Tiongkok itu wafat. Kembali mengukir rekor kematian tertinggi dalam 1 hari. Sedangkan jumlah warga yang didiagnosis positif terinfeksi mencapai 72.248 orang.

Sepupu raja Spanyol Felipe VI yang berusia 86 tahun, Maria Teresa berpulang pada 26 Maret karena terinfeksi. Ia menjadi anggota kerajaan Spanyol pertama yang meninggal dunia karena virus komunis Tiongkok.

Helge Braun, Direktur kantor Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, bahwa Jerman tidak akan melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus komunis Tiongkok sebelum 20 April.

Kanselir Jerman Angela Merkel masih dalam mengisolasi diri dalam tempat tinggalnya.

Di Italia, 969 orang pasien meninggal dalam satu hari, juga mengukir rekor kematian terbanyak dalam satu hari. Negara tersebut sudah mencatatkan jumlah 9.144 orang yang meninggal karena virus komunis Tiongkok, dan lebih dari 86.000 orang didiagnosis positif terinfeksi. Pihak berwenang mengatakan, epidemi akan memuncak dalam beberapa hari ke depan. Wabah telah memberi tekanan besar pada sistem medis di Italia.

Sedangkan Jerman sudah mulai menerima pasien dari Italia dan negara-negara tetangga.

Dalam wawancara bersama dengan media Italia, Presiden Prancis Macron mengatakan bahwa sejak banyak orang berbicara tentang bantuan komunis Tiongkok dan Rusia kepada Italia, mengapa tidak ada yang menyinggung soal bantuan Prancis dan Jerman kepada Italia berupa 2 juta masker dan ratusan ribu pakaian pelindung ?

Macron mengatakan, bahwa meskipun bantuan Uni Eropa tidak cukup. Akan tetapi itu hanyalah permulaan saja. Namun jangan juga diracuni oleh propaganda besar-besaran tentang bantuan kepada Italia oleh beberapa negara.

Sebaliknya, Uni Eropa semestinya mengatakan bahwa ketika Tiongkok sedang dilanda serangan epidemi yang paling parah, Uni Eropa telah mengirim mereka 50 ton pasokan medis.

Pihak berwenang Iran melaporkan pada hari Sabtu 28 Maret bahwa kasus diagnosis tambahan baru adalah 3.076, sehingga total mencapai 35.408 kasus dengan jumlah kematian mencapai 2.517 orang.

Larry Rasky, seorang penasihat dan teman mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, meninggal dunia karena terinfeksi virus komunis Tiongkok.

Larry Rasky meninggal tiba-tiba pada hari Minggu pekan lalu, saat itu tidak ada penyebab kematian yang diumumkan.

Bursa Efek New York menutup lantai perdagangan akibat 2 orang tradernya dipastikan terinfeksi virus komunis Tiongkok, transaksi perdagangan dialihkan melalui elektronik penuh. Ini adalah kejadian pertama kali dalam 228 tahun.

Perusahaan pelayaran Holland America Line mengatakan pada hari Jumat bahwa 4 orang penumpang lansia di atas kapal pesiar ‘Sundam’ yang membawa 1.800 orang penumpang meninggal dunia, dan 2 orang lainnya positif terinfeksi virus komunis Tiongkok.

Kapal pesiar ‘Sundam’ dijadwalkan tiba di Chile pada 21 Maret, namun karena tersiar berita bahwa beberapa anggota awak kapal mengalami gejala mirip flu, sehongga ditolak berlabuh oleh beberapa pelabuhan.

Jumlah diagnosis yang dikonfirmasi terinfeksi virus komunis Tiongkok di Tokyo, Jepang mengalami kenaikan. Pada hari Sabtu 28 Maret  itu menambahkan lebih dari 60 orang. Karena itu, pihak berwenang menyarankan masyarakat agar tidak keluar rumah pada akhir pekan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan apakah perlu untuk mengeluarkan deklarasi darurat. Meskipun saat ini tampaknya epidemi masih dapat dikontrol, tetapi masih berada dalam situasi ambang darurat.

Abe mengatakan bahwa pemerintah Jepang akan menyiapkan rencana stimulus ekonomi berskala besar,  yang mana belum pernah terjadi sebelumnya. Itu meliputi langkah-langkah fiskal, moneter dan pajak, termasuk membagi uang tunai kepada rumah tangga dan usaha kecil. (Sin/asr)

Catatan The Epochtimes : Virus yang menyebabkan wabah pneumonia atau yang disebut coronavirus di Wuhan berasal dari Tiongkok di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok, otoritas komunis menyembunyikan kebenaran hingga menyebabkan epidemi secara global. Orang-orang dari Wuhan, Hubei, dan bahkan semua warga Tiongkok dan orang-orang Tionghoa dan masyarakat dunia di seluruh dunia adalah korban. Rezim Komunis Tiongkok bukanlah Tiongkok, juga tidak dapat mewakili Tiongkok. Oleh karena itu, virus yang muncul di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok  disebut “virus Komunis Tiongkok.”

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular