Bagaimana membersihkan produk pertanian dan cara menjaga keamanan pangan merupakan masalah yang menjadi perhatian banyak orang, terutama kala merebaknya virus komunis Tiongkok. Artikel-artikel media AS menyarankan bahwa mencuci berulang-ulang produk pertanian seperti sayuran dan buah-buahan, dan tidak berbagi makanan dengan orang lain, adalah dua aspek utama menjaga keamanan makanan selama epidemi. Termasuk video dari USA Today. 

Mungkinkah buah apel di supermarket terkontaminasi ? Bagaimana jika seseorang tanpa sengaja bersin di dekat apel ? Beberapa orang mungkin memiliki kekhawatiran seperti ini.

 oleh Xia Yu

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus komunis Tiongkok dapat ditularkan melalui makanan, tetapi para ahli memberitahukan kepada “USA Today” bahwa jika Anda menyentuh benda yang terkena tetesan dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi, maka masih ada risiko tertentu.

Tidak jelas apakah produk segar dapat menularkan virus

Felicia Goulet-Miller, seorang dosen mikrobiologi di Florida Gulf Coast University mengatakan makanan, termasuk produk segar dapat menyebarkan virus penyakit ini (pneumonia).

Felicia Goulet-Miller mengatakan : “Jika produk pertanian terkontaminasi oleh pasien, Anda mungkin terinfeksi jika sampai jari menyentuh wajah Anda”. 

Ini adalah alasan lain mengapa Anda jangan menyentuh wajah selagi di tempat umum, dan mencuci tangan Anda setelah menyentuh sesuatu benda yang disentuh oleh orang lain.

Don Schaffner, seorang profesor ilmu makanan di Rutgers University, New Jersey mengatakan, informasi dan bimbingan terus berubah, tetapi virus tersebut tidak suka berada di benda yang berada di luar tubuh manusia. Ia mengatakan, bahwa dalam beberapa hari, bahkan jika buah apel terkontaminasi, virus semacam itu juga tidak akan terdeteksi pada apel.

Don Schaffner menyatakan : “Pendapat kami adalah bahwa Anda tidak akan terinfeksi virus komunis Tiongkok dari apel, meskipun belum ada pembuktian”.

“USA Today” memberitakan, jangan menggunakan pemutih untuk membersihkan sayuran atau buah-buahan, dan jangan menggunakan tisu desinfektan atau alkohol isopropil pada produk pertanian.

Felicia Goulet-Miller mengatakan : “Produk-produk ini tidak aman untuk dikonsumsi manusia dan dapat membuat Anda sakit”.

Don Schaffner mengataka,n bahwa jika seseorang menelan terlalu banyak bahan sabun, itu bisa menjadi racun dalam tubuh.

Ia berkata : “Sabun dan deterjen dirancang untuk mencuci tangan atau piring, bukan untuk mencuci makanan.”

Demi kesehatan, luangkan waktu untuk membersihkan buah dan sayur

Sebagaimana yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, membersihkan produk pertanian dengan air yang mengalir perlu dilakukan sebelum dikonsumsi.

Dalam sebuah pernyataan kepada ‘USA Today’, CDC juga menekankan pentingnya mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air yang mengalir. Itu dilakukan  setidaknya 20 detik sebelum menyiapkan atau mengonsumsi makanan.

Francisco Diez-Gonzalez, direktur Pusat Keamanan Pangan Universitas Georgia menyarankan, untuk memastikan bahwa produk pertanian dicelupkan ke dalam air atau ditempatkan di bawah air yang mengalir, tak lain untuk menghilangkan kontaminan yang mungkin terjadi. Ia juga menambahkan, bahwa sayuran yang dimasak juga dapat membunuh virus.

Pembersihan produk pertanian yang tepat dapat menghilangkan sekitar 90% polutan, tetapi tidak semua orang bersedia menghabiskan waktu untuk mencucinya sebelum makan. Francisco Diez-Gonzalez mengatakan, bahwa dirinya percaya banyak orang tidak melakukan pekerjaan pembersihan dengan efektif sebelum wabah menyebar.

Ia memperkirakan bahwa sebelum virus komunis Tiongkok menyebar ke seluruh dunia, kurang dari 20% orang mencuci tangan sebelum makan.

Felicia Goulet-Miller menyarankan kepada masyarakat untuk mencuci buah-buahan seperti apel, pisang. 

“Meskipun buah memiliki kulit, sebaiknya juga tetap dicuci terlebih dahulu, karena tangan Anda dapat terkontaminasi virus saat menyentuhnya (kulit buah) kemudian menginfeksi diri Anda ketika makan buah yang lezat itu”, katanya.

Hindari berbagi makanan

Membersihkan buah dan sayur bukan satu-satunya hal yang perlu diingat. Felicia Wu, seorang profesor ilmu makanan dan nutrisi manusia di Michigan State University mengatakan, bahwa berbagi segala jenis makanan atau minuman dengan orang lain perlu dihindari.

Wu mengatakan bahwa bahkan dalam keluarga, sangat penting untuk memastikan tidak makan makanan yang langsung digigit atau diminum orang lain.

“Itulah sebabnya seseorang terinfeksi virus lalu batuk, bersin, atau meludah di dekat Anda akan meningkatkan risiko terinfeksi virus”. Wu mengatakan : “Untuk alasan yang sama, meskipun diskusi terdengar sedikit menjijikkan, tetapi makan dan minuman itu memang mengandung air liur”.

Don Schaffner juga menyarankan agar mereka “makan secara terpisah” jika ada anggota keluarga di rumah yang kena sakit. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular