oleh Zhu Liya – NTD

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 3 April memperingatkan bahwa virus komunis Tiongkok telah merebak dengan cepat ke hampir semua negara di dunia. Jumlah anak muda yang terinfeksi dan didiagnosis menderita sakit kritis bahkan meninggal dunia belakangan ini semakin meningkat.

“Kami melihat semakin banyak pasien yang kritis adalah kaum muda”, kata Dr. Maria Van Kerkhove, kepala Departemen Keamanan Pangan dan Zoonosis WHO dalam konferensi pers di kantor pusatnya di Jenewa. Ia  juga mengatakan pihaknya telah melihat data dari banyak negara Eropa bahwa kian banyak kaum muda yang meninggal karena terinfeksi virus komunis Tiongkok. Beberapa dari mereka ini memiliki masalah kesehatan potensial, tetapi ada yang tidak. 

Prof. Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa virus komunis Tiongkok memiliki banyak karakteristik yang masih belum diketahui. Sebagai contoh, sebagian orang yang terinfeksi virus tersebut akan berkembang menjadi pasien serius sementara yang lain tidak. Virus telah menyebar ke lebih banyak negara. Sedangkan para peneliti masih mengumpulkan lebih banyak data klinis dan mempelajari perilaku virus tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC mengatakan : “Para manula dengan penyakit kronis yang parah berisiko lebih tinggi tertular virus komunis Tiongkok”.

Di unit perawatan intensif virus komunis Tiongkok, sebagian besar pasien yang sakit kritis adalah para manula atau memiliki masalah kesehatan potensial. 

Maria Van Kerkhove mengatakan : “Tetapi yang kita lihat di beberapa negara adalah bahwa beberapa orang yang berusia 30, 40 dan 50 tahun juga berada di unit perawatan intensif bahkan yang meninggal”.

Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO menambahkan bahwa, ada kesalahpahaman bahwa virus hanya akan berdampak serius pada orang yang berusia lanjut dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan potensial. Italia adalah salah satu negara dengan wabah terburuk di dunia, dengan 10 hingga 15% pasien yang masuk unit perawatan intensif adalah mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Dia juga mengatakan bahwa,seperenam dari orang yang meninggal karena virus komunis Tiongkok di Korea Selatan adalah pasien berusia di bawah 60 tahun.

“Akhir-akhir ini beberapa orang bahkan dengan sikap tanpa empati mengatakan : Penyakit ini sangat serius bagi orang tua dan lebih tidak bermasalah bagi yang muda”, Ryan mengatakan :  “Orang-orang berusaha meyakinkan diri mereka bahwa virus komunis Tiongkok berdampak lebih ringan ketimbang yang berusia lanjut. Itulah masalahnya”.

Ryan menegaskan bahwa, bagi kaum muda, mengambil langkah-langkah mencegah penyebaran virus tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menghambat penyebaran virus dan melindungi kelompok-kelompok rentan lainnya.

Direktur Medis Amerika Jerome Adams mengatakan : “Kita sekarang tahu siapa yang berisiko tinggi. Usia rata-rata pasien yang meninggal dunia akibat virus ini adalah 80 tahun dan usia pasien yang dikonfirmasi terinfeksi yang membutuhkan perawatan rata-rata adalah 60 tahun”. (sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular