Seruan untuk mempertanggungjawabkan kasus wabah mematikan itu pun semakin meningkat. Seorang pejuang hukum konservatif yang terkenal di Amerika Serikat  mengajukan gugatan class action menuntut Komunis Tiongkok membayar kompensasi atas terjadinya penyebaran virus Komunis TIongkok.

Sound of Hope 

Pneumonia virus Komunis Tiongkok  membawa dunia ke dalam bencana besar. Seruan untuk mempertanggungjawabkan kasus wabah mematikan itu pun semakin meningkat. 

Baru-baru ini, Larry Klayman, seorang pejuang hukum konservatif yang terkenal di Amerika Serikat dan mantan jaksa penuntut Departemen Kehakiman, mengajukan gugatan class action di Pengadilan Distrik Utara Texas. Gugatan itu  menuntut Komunis Tiongkok membayar kompensasi sebesar US$ 2 triliun atau sekitar Rp. 14,4 Quadriliun.

Klayman pernah bertindak sebagai pengacara dalam serangkaian tuntutan hukum di Amerika Serikat, misalnya, menggugat Margaret Hamburg, direktur terlama di U.S. Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat karena konspirasi menutupi bahaya obat-obatan mematikan dan korupsi politik. Penuntutan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat melalui sistem proyek untuk memelihara catatan panggilan semua warga negara Amerika, dan lain-lain. Klayman juga pendiri organisasi konservatif Judicial Watch dan Freedom Watch.

Kali ini, Larry Klayman bekerja sama dengan “Freedom Watch” dan perusahaan Buzz Photos di Texas, mengajukan gugatan pada 17 Maret terhadap koumunis Tiongkok ; Prajurit Tiongkok, jenderal Komunis Tiongkok, dan Chen Wei, kepala ahli pertahanan senjata biokimia Komunis Tiongkok; Shi Zhengli, direktur di Institut Virologi Wuhan-Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan pusat penelitian penyakit menular baru di Institut tersebut digugat secara kolektif.

Surat dakwaan tersebut dengan tegas menyatakan: “Class action atau  gugatan ini terkait dengan kerugian yang disebabkan oleh tergugat. Kerugian ini disebabkan fasilitas ilegal dan senjata biologi di Wuhan, Tiongkok, yang tidak mematuhi Undang-Undang tentang senjata biologi dan kimia internasional.”

 Surat dakwaan itu juga menyatakan: “Covid-19 yang diciptakan Komunis Tiongkok adalah semacam senjata biologis yang sangat efektif dan mematikan, dapat membunuh sejumlah besar orang. Pihak berwenang Tiongkok gagal mencegah karyawan di lembaga itu agar tidak terinfeksi, kemudian membawanya ke lingkungan masyarakat sekitar dan menyebarkannya di Amerika Serikat.”

“Meskipun tampaknya kebocoran virus itu tidak direncanakan, namun virus dibuat dan disimpan sebagai senjata biologis untuk menghadapi siapa pun yang dianggap musuh oleh Komunis Tiongkok, termasuk tetapi tidak terbatas pada rakyat Amerika.”

Klayman juga menyatakan dalam surat dakwaan tersebut, bahwa ada enam penyebab utama kasus itu yakni : membantu hasutan dan menempatkan warga Amerika dalam risiko cedera serius dan kematian; memberikan dukungan materi kepada para teroris, konspirasi yang menyebabkan cedera dan kematian bagi warga Amerika ; berkonsiprasi memicu cedera atau bahkan kematian warga Amerika Serikat.

Klayman menuntut agar pemerintah Tiongkok membayar setidaknya $ 2 triliun kompensasi atas sikap “apatis dan kekejaman serta perilaku jahatnya.

 Klayman menambahkan dalam pernyataannya: “Tidak ada alasan bagi pembayar pajak Amerika Serikat untuk memberikan kompensasi kepada pemerintah Tiongkok atas kerugian dahsyat yang disebabkannya. Rakyat Tiongkok itu masyarakat yang baik, tetapi tidak demikian dengan pemerintah, dan dia harus membayar mahal atas insiden itu penyebaran virus.”

Tuntutan yang diajukan oleh Larry Klayman itu adalah kasus lain terhadap virus komunis Tiongkok yang diciptakannya. Namun, tidak seperti gugatan warga Florida beberapa waktu lalu, ia memprakarsai secara langsung menentang pembuatan senjata biologis oleh Komunis Tiongkok yang melanggar perjanjian senjata biologis internasional.

Bagi komunis Tiongkok ini jauh lebih mematikan, dan bisa dikata tepat mengenai titik mati komunis Tiongkok.  Istilah “titik mati” mengacu pada serentetan kasus besar dan genting yang sedang dihadapi Komunis  Tiongkok.  (jon)

Share

Video Popular