HK.Epochtimes.com

Ketika virus Komunis Tiongkok atau umumnya dikenal sebagai virus Wuhan dan virus Corona baru berkecamuk di seluruh dunia, Beijing membual bahwa epidemi domestik terkendali dan semua kasus adalah kasus impor dari luar negeri. Namun demikian, beberapa praktisi medis di daratan yang menyebut dirinya”whistleblower”, mengatakan bahwa gelombang kedua wabah telah terjadi di Tiongkok. Laporan internal pemerintah pusat adalah sekitar 2.500 kasus per hari, tidak termasuk pasien tanpa gejala.

Sebuah komunitas Tionghoa perantauan “Luiyuan.com” pengguna “Perintis Medis” memposting sebuah unggahan yang mengatakan bahwa ketika dia menghubungi penyalur persediaan obat pada pagi hari 1 April, dia menemukan bahwa banyak obat di Beijing kehabisan stok. Semua apotek menerima instruksi pemerintah bahwa obat-obatan harus diprioritaskan ke rumah sakit besar.

Berita ini membuatnya merasa sangat terkejut.  Ia kemudian menghubungi seorang teman dari Komite Wei Jian, pihak lain mengatakan bahwa situasi epidemi tampaknya telah meletus lagi. 

Pemberitahuan internal pemerintah pusat setiap hari yang terinfeksi meningkat sekitar 2.500 kasus. Adapun orang yang terinfeksi tanpa gejala yang dikatakan Li Keqiang beberapa waktu lalu, belum dihitung.

Dia juga menelpon mitra yang mengetahui lebih luas. Pihak lain mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu, dia mendengar bahwa di Henan epidemi telah pecah lagi. Kasus yang baru dikonfirmasi telah muncul di Anhui, Sichuan, Shanghai, Guangdong, Hubei, Jiangxi, Zhejiang, Suzhou, Shandong, Beijing dan Chongqing.

Namun demikian, untuk menjaga kerahasiaan, semua tempat hanya menulis pneumonia virus atau infeksi pernapasan. Beberapa pasien dengan penyakit dasar langsung menulis penyakit dasar asli sebagai diagnosis akhir. Perawatan isolasi selalu dilakukan untuk orang-orang ini. Isolasi tidak diterapkan untuk komunitas di mana ia berada, hanya isolasi terpusat untuk yang berkontak dekat.

Mitra ini juga mengatakan bahwa Shanghai telah meminta sejumlah besar hotel diperuntukkan kamar sementara bagi perawatan isolasi. Yuyue Group dan Mindray Group telah mengirim ribuan ventilator ke Shanghai. 

“Perintis Medis” berkata dia bertanya kepada teman lain dari Rumah Sakit Jinyintan Wuhan. Baru-baru ini, temannya juga terinfeksi. Teman itu berkata, “Wuhan sudah seperti ini, dan mati semuanya sudah mati. orang-orang ini yang tersisa akan mati perlahan-lahan””

Dia berspekulasi bahwa wabah epidemi Komunis Tiongkok telah datang lagi. Akan tetapi karena ekonomi Tiongkok telah terpukul parah, itu tidak mampu ditutup dalam skala besar lagi, ia berharap unggahan itu agar semua pihak akan memperhatikannya. 

“Perintis Medis” dicurigai sebagai praktisi medis Tiongkok. Mereka telah mengekspos banyak kasus medis hitam Tiongkok di masa lalu.

Pada 20 Maret, Liuyuan menerbitkan artikel perintis medis yang mengatakan bahwa epidemi di Distrik Wuchang pecah lagi. Disebutkan juga, Rumah Sakit Wuhan Jinyintan segera memindahkan lebih dari 100 pasien yang parah pada hari yang sama. Beberapa dokter lokal juga mengungkapkan bahwa wabah di banyak distrik di Wuchang kembali pecah. Disebutkan juga beberapa tim medis di Hubei diminta untuk pergi ke Wuchang untuk mendapatkan dukungan.

Media taiwan, The Liberty Times melaporkan bahwa pebisnis Taiwan Guo Xianhong, mengungkapkan bahwa sejak akhir Februari, telah menerima banyak pesanan mendesak untuk kantong mayat dari daratan Tiongkok. Sedangkan  jumlah pesanan tiba-tiba meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, menerima pesanan mendesak sebanyak mulai dari 100.000 hingga 200.000 pesanan. Di dalam hatinya sangat terkejut. Ia bertanya-tanya tentang wabah tersembunyi di belakangnya yang mana tak sesederhana yang dibayangkan.

Komunis Tiongkok mengabaikan tanggung jawab atas berjangkitnya epidemi domestik kedua.  Virus Komunis Tiongkok, yang mana telah bertahan selama lebih dari 3 bulan. 

Baru-baru ini, komunis Tiongkok menyatakan bahwa epidemi itu terkendali. Pemerintah mengumumkan bahwa Wuhan akan mencabut Lockdown pada 8 April. Akan tetapi, pada 3 April, pihak berwenang Wuhan tiba-tiba berubah pikiran dan mengeluarkan pengumuman yang mengatakan “akan terus memperkuat isolasi manajemen distrik kecil.” Hal demikian menyoroti bahwa situasi epidemi masih serius.

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Komunis Tiongkok, mengatakan pada tanggal 2 bahwa pneumonia komunis Tiongkok yang mana umumnya dikenal sebagai pneumonia Wuhan dan pneumonia corona baru, menjadi “pandemi” adalah fakta bahwa jumlah orang yang terinfeksi di dunia pada akhirnya mungkin “100 kali lebih banyak daripada SARS”. 

Dia memprediksi bahwa langkah selanjutnya untuk pneumonia Komunis Tiongkok dapat membentuk klimaks di beberapa “negara berkembang”. Epidemi di Tiongkok “belum berakhir, tetapi telah memasuki tahap baru. Dengan epidemi global yang mengamuk, Tiongkok tidak bisa memasuki akhir.” Sekarang Tiongkok sedang dalam tahap “mengimpor pertahanan eksternal, bangkit kembali secara internal” dan harus mencegah “pandemi berikutnya.”

Beberapa analis percaya bahwa Komunis Tiongkok telah mengeluarkan pernyataan di atas pada saat ini dalam upaya untuk mengelak dari tanggung jawabnya atas wabah kedua epidemi domestik yang tidak terkendali. Pada saat yang sama, mereka bersiap untuk membiarkan orang Tionghoa perantauan kembali ke Tiongkok menjadi kambing hitam.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan pada 20 Maret di jurnal akademis teratas Nature, hingga 60% orang yang terinfeksi virus komunis Tiongkok “tidak memiliki gejala atau gejala ringan”, tetapi kemampuan orang yang terinfeksi ini untuk menularkan virus tidak lemah.  Mereka mungkin memicu babak baru wabah.

Minghui.net melaporkan bahwa baru-baru ini, Penjara Wanita Guangdong dan Penjara Wanita Fujian telah mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk memperkuat Penjara Wanita Wuhan. Karena virus komunis Tiongkok belum lenyap di Wuhan, polisi yang sebelumnya membantu Wuhan diduga tertular pneumonia komunis Tiongkok, jadi sekarang mereka harus mengerahkan lebih banyak polisi untuk mengisi celah ini.

Majalah “Nature” mengutip Hiroshi Nishiura, seorang ahli epidemiologi di Universitas Hokkaido di Jepang, yang mengatakan bahwa Tiongkok yang kembali bekerja dapat menjadi rantai komunikasi baru. Diperkirakan bahwa epidemi yang disebabkan oleh virus komunis Tiongkok akan mencapai puncaknya pada beberapa tahap antara akhir Maret dan akhir Mei. Disebutkan dalam pemodelan sekitar 550 hingga 650 juta orang akan terinfeksi di Tiongkok. (hui/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular