Komunis Tiongkok telah menyediakan bahan pencegahan epidemi ke Italia dan negara-negara Eropa lainnya. Para pejabat Uni Eropa memperingatkan bahwa politik murah hati oleh Komunis Tiongkok adalah untuk memperluas pengaruh politiknya di Eropa dan memperjuangkan hak untuk berbicara

Ntdtv.com.tw

Pada tanggal 24 Maret, Josep Borrell Fontelle, perwakilan senior Uni Eropa untuk kebijakan luar negeri, memperingatkan di situs Layanan Tindakan Eksternal Eropa bahwa  perang wacana global sedang berlangsung.

“Kita harus menyadari bahwa ada faktor geopolitik, termasuk perjuangan untuk pengaruh melalui propaganda dan  politik yang murah hati. Berdasarkan fakta, kita perlu mempertahankan Eropa dari penyabot,” kata Josep Borrell Fontelle. 

Stasiun TV WION India pada 20 Maret 2020  menyiarkan bahwa ketidaktahumalunya pihak berwenang Komunis Tiongkok mengejutkan. Beijing sedang mencoba menggambarkan dirinya sebagai negara yang berkehendak baik dengan membalikkan kritik terhadap penanganan epidemi. 

Judul besar berbunyi, “Komunis Tiongkok membantu negara-negara memerangi epidemi dan membangun citra pemimpin global.” 

Pada tanggal 20 Maret, situs web New York Times berbahasa mandarin melaporkan bahwa Pei Minxin, seorang profesor manajemen politik di Claremont McKenna College di California, mengatakan, bahwa karena penanganan epidemi yang tidak tepat di Wuhan pada awal Januari, Komunis Tiongkok sekarang bekerja untuk memperbaiki citra internasional yang rusak parah.

Melalui sumbangan pasokan medis untuk menunjukkan bahwa Tiongkok adalah kekuatan dunia yang bertanggung jawab dan murah hati. Pada saat yang sama, Komunis Tiongkok juga menggembar-gemborkan keberhasilannya dalam mengekang epidemi virus Komunis Tiongkok, untuk menunjukkan bahwa kediktatoran satu partai lebih unggul daripada sistem demokrasi negara-negara yang canggung, terutama Demokrasi Amerika.  

Bruno Macaes, mantan Sekretaris Negara Portugal untuk Urusan Eropa dan seorang peneliti senior saat ini di Institut Hudson, mengatakan bahwa epidemi virus telah menjadi medan perang. 

“Menurut pendapat saya, Komunis Tiongkok berfokus pada penggunaan krisis ini, menjadikan keunggulan modenya,” kata Bruno Macaes. 

Kontributor Sky News, Scott Emerson pada tanggal 20 Maret 2020 menyatakan bahwa Komunis Tiongkok  sedang mencoba untuk menulis ulang sejarah. Komunis Tiongkok akan mengatakan, “Lihat sekarang, seberapa baik kami menangani epidemi.” 

“Sebenarnya, mereka membuat epidemi semakin buruk. Ini semakin parah. Jika pada awalnya mereka jujur ​​dan terbuka dan mengatasinya, maka epidemi tidak akan menjadi begitu buruk, ” sebut Scott Emerson. 

Reuters melaporkan bahwa juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan pada hari Selasa 24 Maret bahwa dalam 24 jam terakhir, 85% kasus baru di seluruh dunia berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, di mana 40% berasal dari Amerika Serikat.  Amerika Serikat bisa menjadi pusat epidemi baru.

Penyiar dari stasiun TV WION di India pada tanggal 24 Maret 2020 menyebutkan: “Jumlah kematian meningkat, penyakit ini menyebar, dan ini adalah kesalahan Komunis Tiongkok. Ini adalah virus Komunis Tiongkok”

TV WION menekankan bahwa pneumonia Komunis Tiongkok berasal dari Tiongkok . 

Penyiar TV WION di India mencantumkan empat alasan mengapa Komunis Tiongkok bertanggung jawab atas epidemi global, termasuk pada awalnya mengabaikan laporan virus yang sedang terjadi. Lalu penangkapan pelapor, memusnahkan sampel uji pasien dan berbohong kepada dunia tentang tingkat keparahan epidemi tersebut.  (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular