Zachary Stieber 

Putri Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal karena virus Komunis Tiongkok atau coronavirus, sebagaimana diumumkan oleh saudara laki-lakinya. 

The Epoch Times merujuk Coronavirus baru, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus  Komunis Tiongkok karena rezim Komunis Tiongkok merahasiakan dan salah menatalaksana virus tersebut, sehingga memungkinkan virus tersebut menyebar ke seluruh Tiongkok sebelum ditularkan ke seluruh dunia.

Maria Teresa, berusia 86 tahun, lahir di Prancis dan bagian keluarga kerajaan Spanyol. Maria Teresa tinggal di Madrid hampir sepanjang hidupnya tetapi meninggal di Paris.

Sang putri kepada media Prancis, Liberation pada tahun 2014 menyatakan bahwa dia mendukung Carlisme — yang termasuk unsur sosialisme — menjadi juru bicara gerakan Carlisme suatu waktu.

Maria Teresa juga dikenal sebagai “putri merah” karena ia mendukung gagasan sosialis.

“Bagi kami, ide sosialis bukanlah perjuangan kelas tetapi pencarian permanen untuk konsensus,” kata Maria Teresa, juga mengklaim bahwa diktator Venezuela Hugo Chavez “membuat kesalahan” tetapi melakukan “banyak hal positif.”

Menurut Express, kematian Maria Teresa diumumkan oleh saudara laki-lakinya, Pangeran Sixtus Henry dari Bourbon-Parma. Dinasti Bourbon-Parma telah berusia ratusan tahun.

Maria Teresa belum menikah dan tidak mempunyai anak. Ia disokong oleh Pangeran Sixtus Henry dan tiga saudara kandung lainnya.

Keluarga kerajaan lainnya yang  dinyatakan positif menderita penyakit baru tersebut, termasuk Pangeran Albert dari Monako, dan Pangeran Charles. 

Pangeran Charles, putra tertua Ratu Elizabeth, hanya menunjukkan gejala ringan dan telah bekerja dari rumah, kata Clarence House dalam sebuah pernyataan.

Pangeran Charles bertemu dengan Pangeran Albert pada tanggal 10 Maret. Pangeran Albert berkata di wawancara radio bahwa ia tidak berjabat tangan dengan Pangeran Charles.

“Saya hadir untuk diskusi mengenai  yayasan Pangeran Charles, tetapi saya tidak menjabat tangannya. Saya duduk di ujung lain dari meja, jauh sekali. Kami saling menyapa dengan mengangguk satu sama lain, jadi saya pikir saya tidak dapat dituduh telah mencemari Pangeran Charles,” kata Pangeran Albert kepada radio RTL.

 Sementara itu, Spanyol melaporkan pada hari Sabtu 28 maret, lebih dari 800 kasus kematian baru akibat virus Komunis Tiongkok dalam waktu semalam. Hingga 8 April 2020 tercatat sebanyak 146.690 kasus positif di Spanyol dengan 14.555 kematian. 

Spanyol adalah salah satu yang paling terpukul di dunia. Angka kematian resmi Spanyol 7,8 persen hanya dikalahkan oleh Italia, meskipun pihak berwenang di Tiongkok, Iran, dan beberapa negara lain dikenal luas sebagai figur resmi yang tidak melaporkan angka yang sebenarnya.

Prancis pada 8 April 2020, memiliki lebih dari 109.068 kasus infeksi yang dipastikan dan hampir 10.328  kasus kematian. (Vivi/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular