Sulit untuk memastikan realitas situasi di Tiongkok, kata Walter Lohman. “Di negara seukuran Tiongkok, dengan 1,3 miliar orang, sulit dibayangkan bahwa Coronavirus telah diberantas dan bahwa semua kasus baru yang terjadi saat ini adalah kasus yang diimpor.” 

Walter Lohman juga mengatakan,  ini adalah pertanyaan terbuka, misalnya, apakah Coronavirus mungkin ada di penjara dan sistem kamp kerja paksa di Tiongkok, karena tempat tersebut tidak terbuka untuk inspeksi dari luar. Demikian pula, tidak diketahui, tetapi sulit untuk memberikan kepercayaan kepada gagasan bahwa belum ada kasus coronavirus pada 2 juta personil militer Tiongkok.”

Memerangi Propaganda

Senator Amerika Serikat, Ben Sasse dan Senator Partai Republik Mike Gallagher, menulis sebuah surat tanggal 20 Maret kepada CEO Twitter Jack Dorsey bahwa pejabat Tiongkok harus dilarang dari Twitter.

“Dengan melarang Twitter di Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok memelihara  warganegaranya dalam kegelapan. Dengan meletakkan propaganda di Partai Komunis Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok berbohong kepada seluruh dunia,” tulis Ben Sasse dan Mike Gallagher.

Mereka mengatakan propaganda yang mengaburkan asal virus  Komunis Tiongkok “berpotensi merusak upaya untuk pengendalian penyebaran wabah” dan bahwa “perilaku ini lebih dari menjamin penghapusan Partai Komunis Tiongkok dari Twitter.”

Pada tanggal 25 Maret, Senator Josh Hawley  menyerukan resolusi, tujuannya untuk investigasi internasional terhadap usaha rezim Tiongkok merahasiakan virus Komunis Tiongkok. 

Resolusi itu juga menyerukan rezim Tiongkok untuk membayar “semua negara terkena dampak virus tersebut, karena rezim Tiongkok telah berbohong mengenai  penyebaran virus tersebut.”

Sementara itu, resolusi bipartisan diperkenalkan oleh Senator Partai Republik Jim Banks  pada tanggal 24 Maret, berupaya mengutuk rezim Tiongkok karena dengan sengaja menyepelekan wabah virus Komunis Tiongkok. Resolusi ini dipimpin oleh Senator Partai Republik Seth Moulton  dan memiliki lebih dari 35 co-sponsor.

The Epoch Times merujuk jenis Coronavirus baru sebagai virus Komunis Tiongkok, dikarenakan rezim Komunis Tiongkok merahasiakan dan salah menatalaksana epidemi. Yang mana, dimulai di kota Wuhan. Selain itu, membiarkan virus tersebut menyebar ke seluruh Tiongkok dan mengakibatkan pandemi global. (Vivi/asr)

Eva Fu berkontribusi pada laporan ini.

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular