Lima puluh satu pasien virus Komunis Tiongkok yang sudah pulih di Korea Selatan diuji kembali positif terinfeksi virus dari Wuhan itu setelah tidak dikarantina

oleh Jack Phillips

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan yang dilaporkan oleh Kantor Berita Yonhap menyatakan, para pasien itu dari Daegu, di bagian selatan Korea Selatan, dinyatakan kembali positif terinfeksi virus  Komunis Tiongkok dalam “waktu yang relatif singkat” setelah pasien dinyatakan bebas dari kasus virus mematikan itu sebelumnya.

“Hasil yang tidak biasa dari pasien tersebut mungkin karena virus tersebut kembali aktif dalam tubuh  mereka,” kata Direktur Jenderal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan Jeong Eun-kyeong. Informasi itu dikabarkan Kantor Berita Yonhap yang didukung pemerintah Korea Selatan pada hari Senin 13 April 2020 lalu.

Sebuah tim penyelidik dikerahkan ke Daegu, tempat awal wabah virus  Komunis Tiongkok di Korea Selatan awal tahun ini, untuk melakukan penyelidikan hasil uji tersebut.

Di Tiongkok Daratan, tempat virus tersebut pertama kali muncul tahun lalu, beberapa dokter pelapor pelanggaran di pusat wabah di Wuhan memperingatkan bahwa pasien virus  Komunis Tiongkok dapat terinfeksi kembali, lapor Taiwan News pada bulan Februari.

“Adalah sangat mungkin untuk terinfeksi kedua kalinya,” kata salah satu dokter, yang tidak ingin diketahui namanya. Dokter itu takut akan pembalasan dari rezim Tiongkok mengingat kasus dokter Li Wenliang yang terus memperingatkan mengenai adanya virus  Komunis Tiongkok sebelum ia ditahan dan ditegur oleh Komunis Tiongkok.

 Dokter Li Wenliang dilaporkan meninggal karena penyakit corona virus itu pada bulan Februari, meskipun netizen dan wartawan warga di Tiongkok mengungkapkan kecurigaannya.

“Beberapa orang pulih sejak pertama terinfeksi berkat sistem kekebalan tubuhnya sendiri, tetapi obat-obatan yang mereka gunakan merusak jaringan jantungnya, dan saat mereka terinfeksi untuk kedua kalinya, antibodi tidak membantu, malahan  membuat kondisi semakin parah, dan mereka mati mendadak akibat gagal jantung,” kata dokter yang tidak ingin disebutkan namanya itu kepada Taiwan News.

Namun, beberapa ahli di luar Tiongkok mengatakan tidak jelas apakah pasien  kebal terhadap infeksi ulang virus tersebut.

“Kami tidak tahu banyak. Saya pikir ada skenario yang sangat mungkin di mana virus tersebut datang sepanjang tahun ini, dan setiap orang mendapat kekebalan terhadap virus tersebut, dan jika virus tersebut kembali lagi, maka  akan terlindungi dari virus itu, baik secara sempurna atau jika terinfeksi ulang kembali nanti, setahun dari sekarang, maka penyakit yang diderita orang tersebut akan lebih ringan,” kata Matt Frieman, seorang peneliti Coronavirus di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore, melapor kepada NPR pada akhir bulan Maret lalu.

“Empat Coronavirus musiman yang menyebabkan sekitar 10 hingga 30 persen pilek biasa dapat menyebabkan infeksi ulang,” kata para peneliti.

“Hampir semua orang pergi ke sana ke mari, maka jika anda menguji darah mereka sekarang, mereka akan memiliki beberapa kadar antibodi untuk empat Coronavirus yang berbeda itu yang sudah diketahui,” kata Ann Falsey dari Pusat Kedokteran Universitas Rochester kepada penyiar publik.

Pada hari Senin 13 April, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan melaporkan kurang dari 50 kasus virus  Komunis Tiongkok, di mana total kasus virus Komunis Tiongkok di Korea Selatan menjadi 10.284 kasus.  (vv)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular