Tom Ozimek

Peningkatan jumlah kasus kematian harian akibat COVID-19 di Italia melambat sebesar 10 persen pada hari Rabu, tetapi jumlah kasus infeksi baru melonjak lebih dari 26 persen. Kasus kematian akibat virus Komunis Tiongkok di Italia naik 542 kasus pada hari Rabu, jumlah yang lebih rendah dari 604 kasus satu  sebelumnya, kata Badan Perlindungan Sipil Italia. 

Jumlah kasus infeksi COVID-19 baru naik menjadi 3.836 kasus dibandingkan dengan sebelumnya yaitu 3.039 kasus, kata Badan Perlindungan Sipil Italia.Total korban tewas sejak wabah muncul di Italia pada tanggal 21 Februari naik menjadi 17.669 orang, menurut para pejabat. Pihak berwenang Italia mengatakan jumlah kasus COVID-19 yang dipastikan di Italia naik menjadi 139.422 kasus.

Italia adalah yang kedua setelah Spanyol dalam hal jumlah kasus kematian akibat penyakit COVID-19 di Eropa.  Dilaporkan pada 8 April 2020, Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan 757 orang meninggal selama 24 jam terakhir, naik dari 743 hari orang satu hari sebelumnya, sehingga total korban tewas menjadi 14.555 orang. Kemudian pada 16 April, jumlah pasien yang terinfeksi mencapai 165.155 kasus dengan 21.645 kematian.  

96 Dokter Italia Meninggal Dalam Berjuang Melawan Pandemi 

Di Italia, 96 dokter  meninggal di garis depan wabah virus Partai Komunis Tiongkok, menurut Asosiasi Dokter Italia. 

Dewan editorial Asosiasi Dokter Italia pada hari Rabu memperbarui penghitungan berjalan dari dokter yang meninggal di tengah respons upaya pandemi. “Sayangnya, terjadi peningkatan dokter yang meninggal selama epidemi COVID-19,” tulis Dewan editorial Asosiasi Dokter Italia dalam sebuah catatan yang menyertai penghitungan, yang menambahkan satu nama dokter yang meninggal pada hari Rabu.  

“Orang yang meninggal tidak membuat keributan. Namun, mencatat nama-nama teman kami yang sudah meninggal, menulikan,” kata Filippo Anelli, Presiden Asosiasi Dokter Italia, dalam sambutannya sebelumnya kepada The Financial Times.

Asosiasi Dokter Italia tidak menjelaskan secara langsung bagaimana kematian 96 dokter itu dikaitkan dengan COVID-19, mencatat bahwa “banyak dokter mati mendadak, bahkan penyebab kematian tidak secara langsung disebabkan oleh virus, karena tidak ada perlindungan terhadap bahaya.”  

Asosiasi Dokter Italia mengatakan pihaknya akan memperbarui penghitungan secara teratur, berharap hal tersebut akan berfungsi sebagai “suatu peringatan, suatu pelajaran untuk semua.” 

Filippo Anelli sebelumnya mensecara desak meminta alat pelindung diri bagi staf medis garis depan, memberitahu The Financial Times bahwa para dokter Italia dikirim ke “perang” melawan virus “tanpa senjata.” 

Menurut hitungan tanggal 8 April oleh Institut Kesehatan Tinggi Italia, total 13.522 petugas kesehatan di Italia tertular virus tersebut. Reuters berkontribusi pada laporan ini. (vv)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular