Bowen Xiao

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mempertanyakan keakuratan statistik kasus infeksi dan angka kematian resmi Tiongkok akibat virus Komunis Tiongkok atau pneumonia wuhan dalam konferensi pers yang diadakan oleh anggota gugus tugas Coronavirus AS pada 15 April 2020.

“Apakah anda benar-benar percaya angka-angka tersebut di negara yang luas yang disebut Tiongkok — dan bahwa Tiongkok memiliki sejumlah kasus infeksi dan jumlah tertentu kasus kematian — apakah ada yang benar-benar percaya akan hal itu?” Donald Trump mengatakan kepada wartawan saat briefing itu.

“Apakah anda pikir anda mendapatkan angka-angka yang jujur ​​dari beberapa negara ini?” tanya Donald Trump sebelumnya. Ia menunjukkan bahwa  Amerika Serikat melaporkan setiap kasus kematian akibat virus tersebut.

Dokumen internal pemerintahan komunis Tiongkok yang diperoleh The Epoch Times, menyoroti bagaimana rezim Komunis Tiongkok dengan sengaja melaporkan kasus-kasus virus P Komunis Tiongkok yang tidak dilaporkan. Bahkan, diskusi mengenai wabah yang disensor, sehingga memicu penyebaran penyakit.

Saat menanggapi pertanyaan, Donald Trump mengatakan, “semua yang kita miliki adalah didokumentasikan, dilaporkan, “dan bahwa di Amerika Serikat “kita memiliki lebih banyak kasus karena kita melakukan lebih banyak pelaporan.”

Sementara itu, baru-baru ini, Donald Trump, pejabat pemerintahan, dan anggota parlemen, menjadi lebih vokal dalam menangani kesalahan penanganan dan kerahasiaan virusi Komunis Tiongkok oleh rezim Tiongkok.

Pada saat yang sama Beijing terus menargetkan Amerika Serikat dan Presiden Amerika Serikat sebagai bagian inisiatif propaganda agresif. 

Baru-baru ini, rezim Tiongkok  menggunakan iklan Facebook untuk mengkritik Donald Trump, menyebar informasi sesat, dan berupaya mengubah narasi mengenai pandemi.

Beijing secara tidak sengaja mengaku menyembunyikan sejumlah kasus virus di Tiongkok saat Beijing mengumumkan bahwa Beijing mulai melaporkan kasus pembawa virus  tanpa gejala pada tanggal 1 April. Hal itu mengungkapkan bahwa Beijing tidak pernah melaporkan kasus pembawa virus tanpa gejala sebelumnya. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok juga mengakui, bahwa pembawa virus tanpa gejala dapat menginfeksi orang lain dan menyebabkan wabah, di mana sebelumnya kasus pembawa virus tanpa gejala dihilangkan.

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah pengguna telepon seluler Tiongkok  menurun sebanyak 21 juta. Fakta itu menunjukkan bahwa kematian akibat virus Komunis Tiongkok mungkin adalah faktor penyebabnya. Sejak tanggal 1 September 2010, Tiongkok mewajibkan semua pengguna telepon seluler untuk mendaftar nomor telepon dengan identifikasi asli pengguna.

Di Provinsi Shandong Tiongkok saja, jumlah kasus infeksi baru setiap hari adalah hingga 52 kali lebih tinggi dari data yang dipublikasikan secara resmi. Informasi disediakan oleh warga di Wuhan juga mengindikasikan jumlah korban jiwa di sana adalah lebih dari 32.000 orang —12,7 kali dari angka resmi.

Untuk kedua kalinya pada bulan ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berbicara kepada diplomat top Tiongkok, kali ini menekan Tiongkok untuk sepenuhnya transparan mengenai pandemi.

Dalam panggilan telepon pada tanggal 15 April dengan diplomat Tiongkok Yang Jiechi, Mike Pompeo menekankan “perlunya transparansi penuh dan berbagi informasi untuk memerangi pandemi COVID-19 dan mencegah wabah di masa depan,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Awal minggu ini Donald Trump mengatakan ia menghentikan pendanaan Amerika Serikat untuk WHO, karena Organisasi Kesehatan Dunia itu turut mendukung Tiongkok merahasiakan wabah. Karena seiring tinjauan pemerintahaan Donald Trump terhadap tanggapan Organisasi Kesehatan Dunia terhadap krisis global tersebut. Pada konferensi pers, Donald Trump mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia telah “gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab.”

Donald Trump mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia mempromosikan “informasi sesat” Tiongkok mengenai virus Komunis Tiongkok yang cenderung menyebabkan wabah virus lebih luas. Amerika Serikat adalah donor keseluruhan terbesar untuk Organisasi Kesehatan Dunia yang berbasis di Jenewa, menyumbang lebih dari  400 juta dolar AS pada tahun 2019, sekitar 15 persen dari anggaran Amerika Serikat.

Dalam cuitan di Twitter tanggal 14 Januari, Organisasi Kesehatan Dunia mengulangi propaganda Komunis Tiongkok, menulis bahwa “investigasi awal yang dilakukan oleh pihak berwenang Tiongkok tidak menemukan bukti yang jelas adanya penularan jenis #Coronavirus baru (2019-nCoV) dari manusia ke manusia yang diidentifikasi di #Wuhan, #Tiongkok.”

Koordinator tanggap Coronavirus Gedung Putih Dr. Deborah Birx mengungkapkan keprihatinan serupa dalam wawancara pada tanggal 15 April dengan “The View” ABC.

“Saya pikir begitu ini selesai, kita akan dapat melihat ke belakang dan melihat, ‘Apakah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan dan melakukan segalanya untuk mengingatkan seluruh dunia akan nuansa virus ini.’ Karena pertama kali wabah virus merebak, setiap orang harus mengetahui bahwa ada atau tidak penularan dari manusia ke manusia,” kata Dr. Deborah Birx kepada ABC. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular