Erabaru.net. Hampir dua minggu setelah dikuburkan, sebuah kuburan harus digali setelah diketahui bahwa kamar mayat telah memberikan tubuh yang salah.

Sebuah rumah sakit di Tiongkok telah meminta maaf setelah kamar mayatnya menyerahkan mayat yang salah kepada dua keluarga, yang menyebabkan salah satu mayat digali hampir dua minggu setelah pemakaman.

Kesalahan itu adalah tanggung jawab Rumah Sakit Pertama Kabupaten Cheng’an, di Provinsi Hebei di Tiongkok Utara, dan diketahui setelah keluarga kedua tiba untuk mengambil mayat keluerganya korban tabrakan berusia 21 tahun pada 8 April.

Namun, keluarga itu terkejut menemukan bahwa pemuda itu, bernama Cheng Guaiguai, tidak ada di sana.

Sebagai gantinya, kerabat Cheng diberi mayat seorang wanita berusia 80 tahun.

(Foto: AsiaWire)

Belakangan diketahui bahwa jasadnya telah diserahkan secara keliru kepada keluarga lain pada akhir Maret, dan telah dikuburkan sekitar 13 hari sebelumnya.

Berbicara kepada media setempat tentang kesalahan itu, paman Cheng Guaiguai, Cheng Yahong, mengatakan kamar mayat itu menarik biaya keluarga korban sebesar 9.600 RMB (sekitar 21 juta) untuk menjaga mayat sampai siap untuk mengadakan pemakaman.

Yahong mengatakan: “[Keponakanku] meninggal dalam kecelakaan lalu lintas pada 15 Maret dan ditahan di kamar mayat di Rumah Sakit Rakyat Cheng’an selama lebih dari 20 hari.

“Kemarin (8 April), kami pergi ke kamar mayat untuk menerima jenazahnya, tetapi kami diberi mayat orang lain.

“Saat itulah kami menghubungi polisi.

“Pada akhirnya, kami menemukan bahwa jasadnya telah diserahkan ke sebuah keluarga lain yang tiggal di Kota Matou pada tanggal 25 Maret.

“Mereka menguburkannya pada 27 Maret. Sudah 13 hari.”

“Petugas dari kantor polisi setempat dan pekerja dari kamar mayat rumah sakit menemani kami ke Matoan dan menggali mayatnya.

(Foto: AsiaWire)

Keluarga Cheng bisa mendapatkan kembali jenazah dan mengadakan pemakaman hari itu juga.

“Kami telah mendapat kompensasi, dan ia sekarang telah dimakamkan. Aku tidak akan mengatakan berapa banyak mereka membayar ganti rugi, hanya saja mereka memberi kompensasi kepada kami dan keluarga di Kota Matou juga,” tambah Yahong.

Seorang juru bicara kamar mayat mengatakan: “Kami menemukan mayat itu. Kami tidak kehilangannya, kami secara tidak sengaja melepaskannya pada tanggal 25 Maret.”

Polisi setempat juga masih menyelidiki insiden itu.(yn)

Sumer: ladbible

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular