oleh Reuters

Erabaru.net. Kepala staf Presiden Nigeria meninggal pada hari Jumat karena COVID-19, Kepresidenan Nigeria mengatakan pada Sabtu 18 April 2020. Kasus itu menjadikannya sebagai orang dengan profil paling tinggi di Nigeria yang meninggal dalam wabah virus Komunis Tiongkok, yang umumnya dikenal sebagai Coronavirus baru.

Abba Kyari, berusia 67 tahun,  bertugas sebagai penjaga gerbang bagi Presiden Muhammadu Buhari. Setelah terpilih kembali tahun lalu, Muhammadu Buhari memerintahkan para menteri untuk menyalurkan semua komunikasi melalui Abba Kyari.

Abba Kyari memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya termasuk diabetes. Reuters melaporkan pada tanggal 24 Maret bahwa Abba Kyari terjangkit COVID-19.

“Mallam Abba Kyari, yang meninggal pada tanggal 17 April 2020, pada usia 67 tahun akibat komplikasi yang disebabkan oleh Coronavirus, adalah patriot Nigeria sejati,” kata Muhammadu Buhari dalam tweet, menggunakan gelar kehormatan untuk Abba Kyari.

Muhammadu Buhari menyebut Abba Kyari sebagai “teman setia dan rekan senegaranya selama 42 tahun terakhir” sebagai kepala staf, “berjuang dengan tenang dan tanpa minat pada publisitas atau keuntungan pribadi” untuk mengimplementasikan agenda presiden.

Abba Kyari melakukan perjalanan ke Jerman pada awal bulan Maret bersama dengan delegasi pejabat lainnya dari Nigeria untuk pertemuan dengan Siemens AG. 

Abba Kyari menghadiri pertemuan dengan pejabat pemerintah senior sekembalinya ke Nigeria sebelum ia didiagnosis tertular virus Komunis Tiongkok.

Nigeria memiliki 493 kasus infeksi yang dipastikan dan 17 kasus kematian yang dikaitkan dengan penyakit ini, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nigeria.

Muhammadu Buhari, yang jarang memberikan pengumuman publik, ia sendiri tidak diungkapkan penyakit medis yang dideritanya dan menghabiskan lima bulan di London untuk perawatan pada tahun 2017.

Kematian Abba Kyari mungkin meninggalkan celah potensial untuk memikirkan kembali kebijakan di jantung pemerintahan.

Analis mengatakan pendekatan statistika pemerintah sejak Muhammadu Buhari menjabat pada tahun 2015 sebagian besar dipengaruhi oleh Abba Kyari, mantan eksekutif di United Bank for Africa Plc.

Antony Goldman, kepala PM Consulting yang berfokus pada Nigeria, mengatakan Abba Kyari adalah “tokoh sentral dalam memajukan” kebijakan pemerintah di bidang reformasi pertanian, investasi dalam infrastruktur dan tenaga.

“Abba Kyari sangat dekat dengan Muhammadu Buhari dan adalah orang paling berpengaruh dalam pemerintahan,” kata Malte Liewerscheidt, Wakil Presiden Teneo Intelligence dalam sebuah catatan.

“Kematian Abba Kyari menghilangkan pusat gravitasi dari lingkaran dalam Muhammadu Buhari dan mungkin memberikan celah bagi unsur-unsur yang lebih berpikiran reformasi seperti Wakil Presiden Yemi Osinbajo,” kata Malte Liewerscheidt.

Kematian Abba Kyari menjadi sangat bermakna karena ia menunjukkan “kemampuan yang sangat besar untuk menggunakan kekuasaan dalam konteks sebagian besar ketiadaan presiden,” kata Clement Nwankwo, Direktur Pusat Advokasi Kebijakan dan Hukum, lembaga pemikir yang berbasis di Abuja.

“Tidak ada bukti bahwa Abba Kyari berbagi kekuatan itu dengan siapa pun. Abba Kyari benar-benar  dapat dipercaya dan tidak jelas siapa yang dapat menggantikannya,” kata Clement Nwankwo.

Abba Kyari meninggal di rumah sakit swasta di ibukota komersial, Lagos, sebuah pernyataan dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian Lagos.

Jenazahnya diterbangkan ke ibukota, Abuja, pada hari Sabtu. juru bicara Buhari Garba Shehu mengatakan Kyari dimakamkan di sebuah pemakaman di Abuja dalam upacara pribadi. (Vv)

oleh Alexis Akwagyiram

The Epoch Times Staff berkontribusi dalam laporan ini 

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular