Erabaru.net. Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melaporkan perkembangan terinfeksi coronavirus dari Wuhan, Tiongkok itu bertambah menjadi 357 kasus per Kamis (23/4/2020) sehingga secara total bertambah  7.775 kasus positif.

“spesimen yang diperiksa PCR-nya 59.935, jumlah kasus yang diperiksa sebanyak 48.647 kasus spesimen dengan konfirmasi positif 7.775 kasus dan 40.872 negatif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto melalui di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta via Facebook.

Pada kesempatan itu, Yuri juga memaparkan terjadinya peningkatan terhadap pasien yang pulih setelah dinyatakan positif terinfeksi. Per  hari Kamis, bertambah 47 orang sehingga totalnya menjadi 960 orang.

“Kalau kita lihat sebaran pasien sembuh di DKI Jakarta 326 orang, Jawa Timur 121 orang, Jawa Barat 87 orang, Sulawesi Selatan 80 orang, Bali 55 sehingga total bersama 29 Provinsi yang lainnya berjumlah 960 orang,” ungkap Yuri.

Sedangkan, hasil akumulasi data yang dihimpun, jumlah kasus meninggal bertambah 11 sehingga total menjadi 647.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 195.948 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 18.283 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 267 kabupaten/kota di Tanah Air.

Data positif di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 167 kasus, Banten 337 kasus, Bangka Belitung 9 kasus, Bengkulu 8 kasus, Yogyakarta 76 kasus, DKI Jakarta 3.517 kasus.

Selanjutnya di Jambi 14 kasus, Jawa Barat 784 kasus, Jawa Tengah 538 kasus, Jawa Timur 664 kasus, Kalimantan Barat 50 kasus, Kalimantan Timur 74 kasus, Kalimantan Tengah 83 kasus, Kalimantan Selatan 114 kasus, dan Kalimantan Utara 77 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 83 kasus, Nusa Tenggara Barat 115 kasus, Sumatera Selatan 93 kasus, Sumatera Barat 86 kasus, Sulawesi Utara 31 kasus, Sumatera Utara 95 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 397 kasus, Sulawesi Tengah 29 kasus, Lampung 38 kasus, Riau 36 kasus, Maluku Utara 14 kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat 13 kasus, Papua 130 kasus, Sulawesi Barat 8 kasus, Nusa Tenggara Timur 1 kasus, Gorontalo 7 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular