Erabaru.net – Juru Bicara Pemerintah untuk Corona Achmad Yurianto melaporkan perkembangan terbaru kasus penyebaran virus yang awalnya dari Wuhan, Tiongkok itu. Per  hari Sabtu (24/4) saat dilaporkan terjadi penambahan kasus positif 396 orang, sembuh 40 orang dan meninggal dunia 31 orang.

“Kasus konfirmasi 8.607 Positif, sudah sembuh 1.042 orang dan meninggal 720 orang,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, dalam channel Youtube BNPB.

Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 334, disusul Jawa Timur sebanyak 133, Jawa Barat 93, Sulawesi Selatan 82, Bali 70, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.042 pasien.

Pemerintah menyampaikan, kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Data yang dicatat tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 67.828 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 45 laboratorium. Sebanyak 52.541 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 8.607 positif dan 43.934 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 206.911 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 19.084 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 280 kabupaten/kota di Tanah Air.

Rincian data positif terinfeksi di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 9 kasus, Bali 183 kasus, Banten 370 kasus, Bangka Belitung 9 kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 79 kasus, DKI Jakarta 3.684 kasus.

Selanjutnya di Jambi 21 kasus, Jawa Barat 907 kasus, Jawa Tengah 621 kasus, Jawa Timur 770 kasus, Kalimantan Barat 51 kasus, Kalimantan Timur 97 kasus, Kalimantan Tengah 100 kasus, Kalimantan Selatan 146 kasus, dan Kalimantan Utara 83 kasus.

Sedangkan di Kepulauan Riau 83 kasus, Nusa Tenggara Barat 180 kasus, Sumatera Selatan 119 kasus, Sumatera Barat 97 kasus, Sulawesi Utara 36 kasus, Sumatera Utara 105 kasus, dan Sulawesi Tenggara 41 kasus, Sulawesi Selatan 432 kasus, Sulawesi Tengah 36 kasus.

Adapun di Lampung 38 kasus, Riau 38 kasus, Maluku Utara 14 kasus, Maluku 22 kasus, Papua Barat 16 kasus, Papua 136 kasus, Sulawesi Barat 35 kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo 14 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus.

Yurianto menjelaskan, adanya provinsi yang terdampak tak berarti secara keseluruhan wilayah tersebut terdampak. Menurut dia, wilayah-wilayah yang terdampak hanya sebagaian saja seperti beberapa kecamatan.

“Ini yang kita pahami Kabupaten/Kota yang terdampak bukan berarti seluruhnya terdampak, mungkin beberapa kecamatan yang terdampak, bukan dimaknai seluruhnya terdampak, sama dengan 34 Provinsi bukan berarti seluruhnya terdampak, karena kita tahu ada 514 Kabupaten/Kota,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular