Epochtimes.com

Virus komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan) telah menyebabkan bencana pada dunia. Suara-suara dari negara-negara di seluruh dunia yang menuntut pertanggungjawaban komunis Tiongkok pun terus bergema. 

Beberapa hari yang lalu, tersiar kabar di internet tentang pidato Xi Jinping pada pertemuan Komite Tetap Politbiro komunis Tiongkok. Xi Jinping  berbicara tentang situasi epidemi yang ditutupi itu telah menyebabkan bencana, dan secara mengejutkan mengakui bahwa bencana itu telah membuat partai komunis Tiongkok menghadapi “konsekuensi paling berbahaya.” Menurut analisis eksternal, pidato Xi Jinping  sulit dikonfirmasi oleh jajaran elite lainnya, tetapi kredibilitasnya relatif tinggi.

 Situasi epidemi yang ditutupi komunis Tiongkok telah menyebabkan virus menyebar ke seluruh dunia dan menghadapi ancaman kematian. Bisa dikataan hampir semua bidang usaha terhenti karenanya. Saat ini, ada lebih dari 2,4 juta orang telah terinfeksi dan lebih dari 160.000 orang tewas. 

Selain itu, wabah virus masih terus menyebar hingga kini. Amerika Serikat, Inggris, India, Kanada, Australia dan negara-negara lain semuanya menyatakan akan menuntut kompensasi dari komunis Tiongkok. Tiongkok mungkin akan menghadapi  tuntutan pertanggungjawaban dari koalisi 80 negara di dunia.

Media NTDTV di Amerika Serikat melaporkan bahwa baru-baru ini, pidato Xi Jinping pada pertemuan Komite Tetap Politbiro pada 8 April 2020 lalu tersiar luas di internet. Dalam pidato pembukaan itu, Xi Jinping  menyebutkan masalah pertanggungjawaban dari berbagai negara. 

Xi Jinping mengatakan bahwa wabah virus komunis Tiongkok yang telah menjadi pandemi global, adalah bencana yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan krisis ketika itu. Kalau tidak, tuntutan pertanggungjawaban dari koalisi 80 negara di dunia juga tidak akan terjadi. Menurut Xi Jinping, selama 70 tahun berkuasa, Partai Komunis Tiongkok menghadapi krisis dimana-mana. 

Eropa dan Amerika Serikat pasti akan menyerang balik komunis Tiongkok atas pandemi yang tak terkendali

Xi Jinping secara mengejutkan mengakui bahwa komunis Tiongkok pasti akan diserang balik atas konsekuensi dari pandemi yang tidak terkendali di Eropa dan Amerika. Ini adalah konsekuensi yang paling berbahaya.

Pertama, tuntutan pertanggungjawaban dari negara-negara di dunia. 

“Kita pasti akan repot dibuatnya,” kata Xi Jinping. 

Kedua, pesanan perdagangan luar negeri telah dibatalkan. 

“Runtuhnya perusahaan telah menyebabkan sejumlah besar pengangguran, dan itu adalah prioritas utama kita atas meningkatnya ketidakstabilan sosial,” kata Xi Jinping. 

Dalam pidatonya, Xi Jinping menyiratkan bahwa di bawah ancaman seperti itu, Komite Tetap komunis Tiongkok harus menyatukan posisinya untuk tetap eksis. 

Keaslian pidato Xi Jinping  tidak dapat dikonfirmasi oleh kalangan luar. Han Lianchao, wakil ketua Citizen Power Initiatives for China, mengatakan di akun twitternya, bahwa jika itu adalah pidato Xi Jinping, itu berarti akan terus bergulat dengan jajaran elite internal partai dan pembersihanan secara besar-besaran di internal partai.

Selain itu, media resmi Komunis Tiongkok mengatakan, bahwa dalam pidatonya, Xi Jinping menyebutkan tekanan dalam pencegahan epidemi domestik, kesulitan dan tantangan dalam melanjutkan produksi dan pengembangan ekonomi.

Media itu menyebutkan: “Dalam menghadapi situasi epidemi internasional yang parah dan kompleks serta kondisi ekonomi dunia, kita harus menjaga ideologi garis bawah dan membuat persiapan ideologis jangka panjang dan persiapan kerja untuk menanggapi perubahan pada lingkungan eksternal.

 Dampak Pandemi di Luar Dugaan Komunis Tiongkok

Menurut analisa RFI/ Radio France Internationale, Xi Jinping sedang membunyikan alarm. Para pemimpin Partai Komunis Tiongkok tampaknya memiliki firasat yang cukup jelas tentang situasi suram yang dihadapi rezim Komunis Tiongkok di masa depan.

Dalam pertemuan reguler Biro Politik Komite Pusat Komunis Tiongkok pada 17 April 2020, otoritas komunis Tiongkok untuk kali pertamanya mengusulkan “enam jaminan”, yakni jaminan pekerjaan, jaminan kebutuhan dasar sehari-hari, jaminan aktivitas pasar atau kegiatan ekonomi, jaminan keamanan pangan dan energi, jaminan kestabilan rantai pasokan, menjaga stabilitas sosial dan pembangunan ekonomi. 

Beberapa analis menyebutkan bahwa fokus pekerjaan komunis Tiongkok telah bergeser dari “stabilitas” sebelumnya beralih ke “Jaminan”, yang menunjukkan bahwa pihak berwenang kurang percaya diri. 

Selain itu juga menunjukkan bahwa dampak pandemi diluar dugaan komunis Tiongkok, dan mimpi bahwa semuanya akan normal kembali selama pekerjaan kembali dibuka itu pun telah hancur.

Sejak akhir tahun lalu, Arthur Waldron, seorang ahli dari Amerika tentang masalah Tiongkok, mengungkapkan dalam sebuah wawancara eksklusifnya dengan media The Epoch Times versi bahasa Inggris, bahwa seorang staf senior komunis Tiongkok yang memiliki hubungan dekat dengan Xi Jinping mengatakan kepadanya, “Kita tidak punya jalan lagi, semua orang tahu sistem komunis telah berakhir, dan kita telah masuk ke jalan buntu.” (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular