oleh Reuters

Italia adalah negara Eropa pertama yang dilanda virus Komunis Tiongkok. Negara itu mengizinkan beberapa bisnis untuk dibuka kembali dengan segera pada minggu ini sementara bertujuan untuk membuka kembali manufaktur dan konstruksi pada tanggal 4 Mei mendatang sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte.

PM Italia itu dikutip oleh Reuters, memberikan garis besar yang paling rinci mengenai  rencana untuk membuka kembali perekonomian. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara surat kabar yang diterbitkan pada hari Minggu 26 April sebelum peta langkah Lockdown pemerintah Italia, yang katanya akan dirilis paling lambat awal minggu ini.

Italia, yang terpukul oleh virus Komunis Tiongkok, umumnya dikenal sebagai jenis Coronavirus baru, beberapa minggu sebelum negara-negara Barat utama lainnya, dipaksa untuk menerapkan lockdown sebagai model cara melawan virus tersebut.

Italia sedang diawasi dengan ketat oleh seluruh dunia, karena mengambil langkah awal untuk memetakan jalan keluar dari lockdown ketat yang diberlakukan pada awal Maret.

Giuseppe Conte menggambarkan suatu proses bertahap yang menghasilkan banyak manufaktur beroperasi kembali pada awal bulan Mei, meskipun bisnis yang sering dikunjungi oleh masyarakat umum seperti bar dan restoran harus menunggu sedikit lebih lama. Sekolah tetap tutup sampai bulan September mendatang.

“Kami bekerja dalam jam-jam ini untuk memungkinkan pembukaan kembali sebagian yang baik dari bisnis manufaktur hingga konstruksi untuk tanggal 4 Mei,” kata Giuseppe Conte kepada harian Italia La Repubblica.

Beberapa bisnis yang dianggap “strategis,” termasuk aktivitas yang terutama berorientasi ekspor, dapat dibuka kembali minggu ini asalkan mereka pergi terlebih dahulu ke petugas polisi  setempat.

Perusahaan-perusahaan pengekspor perlu melanjutkan aktivitas lebih cepat untuk mengurangi risiko dipotong dari rantai produksi dan kehilangan bisnis.

“Kami tidak dapat memperpanjang lockdown ini lebih lanjut…kami akan mengambil risiko serius yang merongrong tatanan sosial ekonomi negara,” kata Giuseppe Conte.

Giuseppe Conte mengulangi bahwa setiap pemulaian kembali harus bertahap. Ia mengatakan perusahaan harus memperkenalkan protokol keselamatan kesehatan yang ketat sebelum beroperasi kembali.

La Repubblica mengatakan industri di mana risiko penularannya adalah rendah, seperti bisnis manufaktur dan grosir, diizinkan untuk dibuka pada tanggal 4 Mei. Pengecer kemudian dapat beroperasi kembali pada tanggal 11 Mei serta bar dan restoran dapat beroperasi kembali pada tanggal 18 Mei, dalam kondisi sulit.

Lockdown telah memberatkan ekonomi terbesar ketiga di zona euro itu. 

Para pemimpin bisnis Italia menyerukan agar pembatasan dilonggarkan untuk mencegahnya bencana ekonomi.

Roma memperkenalkan serangkaian langkah-langkah termasuk pinjaman yang didukung negara untuk membantu bisnis agar tetap bertahan. Tetapi beberapa pengusaha mengeluh keterlambatan penerapannya.

Giuseppe Conte mengatakan, pemerintah sedang memantau bank untuk memastikan likuiditas yang dijamin oleh negara tiba di perusahaan yang membutuhkan.

Giuseppe Conte juga mengatakan pemerintah Italia sedang mengerjakan serangkaian langkah untuk membantu industri dengan memotong birokrasi.

Ditanya mengenai sekolah, Giuseppe Conte mengatakan rencananya adalah untuk membuka kembali sekolah pada bulan September mendatang. Namun, ia menambahkan penelitian  yang menunjukkan risiko penularan sangat tinggi. Giuseppe Conte mengatakan Pengajaran jarak jauh bekerja dengan baik. (Vivi/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular