oleh  Daniel Lacalle, Ph.D

OPEC dan mitranya memangkas produksi sejak bulan September 2016. Antara bulan September 2016 hingga November 2016, OPEC memangkas produksi lebih dari 1,7 juta barel per hari. Pemangkasan bersejarah yang salah diperpanjang selama fase ekspansi ekonomi global. Di bulan Desember 2018, OPEC memangkas produksi lagi.

Kesalahan paling serius OPEC dalam beberapa tahun terakhir adalah OPEC melupakan misi dan prinsip-prinsipnya serta berusaha menaikkan harga minyak secara artifisial. 

Tidak ada negara penghasil minyak yang rugi untuk harga minyak tahun 2016. Satu-satunya hal yang tidak mampu dilakukan negara penghasil minyak adalah membayar biaya subsidi, biaya pegawai negeri, dan biaya non-minyak yang sangat besar nilainya di mana banyak anggota OPEC membiayai dengan pendapatan ekspor.

Kesalahan strategis ini menyebabkan dua efek negatif bagi negara-negara penghasil minyak. Di satu sisi, diversifikasi pasokan dan substitusi teknologi dipercepat. Pelanggan menanggapi. Dan, di sisi lain, pangsa pasar OPEC jatuh ke level terendah hampir satu dekade.

Dampak fiskal dan moneter selanjutnya mengubah kesalahan strategis menjadi bencana. Sebagian besar negara-negara penghasil minyak memasuki defisit fiskal dan perdagangan (defisit kembar) yang bermakna. Dengan tidak adanya permintaan setempat dan internasional untuk mata uang domestik mereka, sebagian besar meningkatkan utangnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Dengan penurunan ekspor dan penurunan pendapatan dolar, kini negara-negara penghasil minyak menghadapi kekurangan dolar besar-besaran di tengah permintaan yang runtuh.

Selain itu, pengurangan produksi tersebut berfungsi sebagai subsidi yang tidak diinginkan untuk penghasil minyak Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak jangka pendek karena pemotongan pasokan berarti suntikan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk industri minyak Amerika Utara, yang sedang mengalami masa keuangan yang mengerikan. 

OPEC menalangi minyak serpih dan kehilangan pangsa pasar. Hal ini menyebabkan Amerika Serikat mencapai suatu catatan waktu produksi, mengalahkan Arab Saudi dan Rusia dalam produksi harian.

Selain itu, antara tahun 2015 hingga 2019 disaksikan ekspansi kredit dan tingkat historis pasokan uang global. Dari Tiongkok ke Uni Eropa, ekspansi kredit didorong di sedemikian rupa sehingga investasi profitabilitas yang meragukan dibiayai tingkat rendah secara historis, kelebihan kapasitas dan investasi minyak yang dipertanyakan adalah tetap menakutkan. Perusahaan yang seharusnya bangkrut tetap dibiarkan hidup melalui refinancing terus-menerus, menerbitkan utang berisiko tinggi dengan hasil yang semakin rendah.

Menurut Wall Street Journal, tsunami kapasitas menganggur sedang terjadi meskipun disebutkan sebelum pengurangan produksi. Utang baru yang dikeluarkan oleh sektor minyak untuk membiayai investasi dan operasi mencapai usd 200 miliar,   dengan hasil yang sangat rendah.

Industri minyak menjadi salah satu bidang utama investasi yang buruk pada tahun-tahun di mana terjadi  likuiditas besar-besaran dan hasil rendah. Ini mengabadikan kelebihan kapasitas dan membuat perusahaan yang tidak efisien tetap hidup. Pemotongan OPEC menambahkan satu lagi lapisan dukungan yang akhirnya kembali menggigit negara-negara penghasil minyak.

Sebelum merebak virus, ada tanda-tanda berbahaya dari pelambatan energi dunia.

Badan Energi Internasional menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan pada tahun 2019 dan memperingatkan laju pelemahan. Pada bulan Juni 2019, laporan pasar minyak menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan menjadi 1,2 juta barel per hari, pemotongan perkiraan yang juga dibuat pada bulan Mei tahun yang sama. 

Persediaan minyak global adalah nyaman dengan rata-rata sebelumnya lima tahun, dan minyak yang tersimpan di laut mulai meningkat secara mengkhawatirkan bagi dunia yang tampaknya terus berkembang.

Masalah penyimpanan Amerika Serikat sudah terbukti bertahun-tahun sebelum krisis virus Komunis Tiongkok. Amerika Serikat memiliki masalah historis dengan penyimpanan dan evakuasi minyak. Masalah penyimpanan Cushing telah muncul pada tahun 2007. Kembali pada tahun 2007, sebuah kejatuhan harga West Texas Intermediate terjadi saat kilang Valero di Texas ditutup sementara. 

Penyimpanan diisi dengan cepat dan harga referensi minyak mentah runtuh. 

Amerika Serikat memiliki 91 juta barel kapasitas penyimpanan minyak mentah di Oklahoma, tetapi sebagian besar kilang berjarak jauh atau di negara bagian lain. 

Ada juga sebuah masalah evakuasi yang tidak terpecahkan saat beberapa proyek pipa besar dihentikan oleh keputusan pemerintah dan peradilan.

Pasar minyak menunjukkan kurva mundur kecil pada pertengahan tahun 2019, mencerminkan lingkungan yang cukup positif untuk sektor ini, namun kapasitasnya tidak digunakan dan melemahnya pertumbuhan permintaan sudah terbukti. Setelah virus Komunis Tiongkok menghantam,  terjadi penutupan paksa ekonomi.

Semua faktor ini menjadi kunci badai yang sempurna, yang dihasilkan pada bulan April 2020 saat harga kontrak minyak mentah West Texas Intermediate pada bulan Mei mencapai harga negatif. Kapasitas penyimpanan runtuh dengan permintaan yang merosot, yang pada bulan Maret dan April jatuh di Amerika Serikat ke level terendah yang terlihat sejak tahun 1995.

Menurut Bloomberg, permintaan minyak di Amerika Serikat akan turun lebih banyak dari 9 juta barel per hari tahun ini, menghapus semua pertumbuhan konsumsi dekade itu. Jatuhnya harga minyak mentah menyebabkan “seruan margin” monster dan penjualan api darurat saat tidak ada seorang pun yang mau membeli dan mereka yang mampu melaksanakan kontrak tidak punya tempat untuk menyimpannya.

Dalam minyak mentah patokan paling internasional (Brent), situasinya serupa tetapi tidak sedramatis itu. Harga anjlok lebih dari 70 persen pada tahun 2020. Minyak mentah yang disimpan dalam tangki melonjak pada tahun 2020 menjadi 3,2 miliar barel. Hal ini mengharuskan tambahan ratusan kapal yang penuh dengan minyak mentah yang mengambang di lautan dunia, setidaknya 160 juta barel di pelabuhan dari Singapura ke Suffolk.

Di seluruh dunia, ada kapasitas kosong untuk menyimpan minyak mentah sekitar 1,4 miliar barel. Tidak banyak mempertimbangkan kecepatan di mana permintaan dihancurkan, dan suatu titik telah tercapai di mana banyak penghasil minyak harus terus menyalurkan barel-barel minyak karena mematikan produksi adalah lebih mahal daripada mempertahankannya. Penghasil minyak lainnya perlu menghasilkan uang tunai.

Menurut Badan Energi Internasional, permintaan dapat turun 9,3 juta barel per hari di sepanjang tahun 2020, dengan penurunan 29 juta barel per hari di bulan April dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Pasokan cenderung berkurang di bulan Mei sekitar 12 juta barel per hari, tetapi tidak cukup untuk mengurangi perusakan permintaan atau kurangnya kapasitas penyimpanan.

Banyak pelaku pasar yang salah saat berpikir bahwa kebangkrutan sektor minyak akan menyeimbangkan pasar dan membatasi pasokan. Saat sebuah perusahaan bangkrut, aset diserap oleh bisnis lain yang lebih efisien dan bebas utang.

Pemerintah di seluruh dunia akan menjamin sektor strategis, dan kompleks energi berdiri di garis depan tindakan ini.

Bertaruh pada kehancuran kreatif untuk mengekang kelebihan kapasitas akan menjadi suatu kesalahan.

Pemerintah dan bank sentral akan menjaminkan seluruh kelebihan  investasi dekade terakhir dan, yang lebih penting, memberi insentif lebih besar melalui rangsangan besar-besaran, suntikan likuiditas, dan tingkat negatif.

Pasar minyak sudah lemah pada tahun 2019. Kini pasar minyak menghadapi bencana alam. Penghasil minyak harus beradaptasi, seperti biasa, dengan menyesuaikan biaya. Memotong produksi hanya menyamarkan masalah dalam jangka pendek dan menciptakan lebih banyak masalah nanti, seperti yang Daniel Lacalle dan Diego Parrilla jelaskan dalam “The Energy World Is Flat.”

Alasan mengapa pasar minyak rusak adalah karena pasar minyak bukanlah pasar bebas. Pasar minyak mendapat manfaat dari subsidi langsung dan tidak langsung untuk menciptakan kelebihan kapasitas dan kelebihan pasokan, dan pasar minyak menjadi konsekuensi dari kelebihan moneter dan kebijakan fiskal. Sektor energi menjadi contoh paling jelas dari kesalahan terlalu besar untuk gagal. 

Sayangnya, investasi yang buruk akan kembali dihargai, dan pasar minyak cenderung tetap tidak efisien dan membengkak seperti batubara dan aluminium.

Akan ada volatilitas. Tetapi perusakan nilai jangka panjang dari sektor ini, baik dari badan usaha milik negara dan swasta, akan tetap ada.

Daniel Lacalle, Ph.D.,  kepala ekonom di hedge fund Tressis dan penulis buku “Freedom or Equality,” “Escape from the Central Bank Trap,” dan “Life in the Financial Markets”

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular