Ketika wabah Pneumonia komunis Tiongkok masih merajalela di seluruh dunia, otoritas komunis Tiongkok dituduh berulang kali menyembunyikan fakta epidemi yang terjadi. Baru-baru ini, untuk mencegah Uni Eropa menerbitkan laporan yang mengkritik komunis Tiongkok menyebabkan virus pneumonia Wuhan menyebar secara global, Beijing telah memberikan tekanan kuat kepada Uni Eropa dengan tujuan untuk memaksa Uni Eropa merevisi laporan tersebut

oleh hk.epochtimes.com

Kantot berita Reuters mengutip berita dari sumber terpercaya melaporkan bahwa laporan yang awal rencananya dipublikasikan pada 21 April, tetapi pejabat Uni Eropa tiba-tiba dihubungi oleh Diplomat Tiongkok untuk Eropa Yang Xiaoguang dan langsung ditegur dengan mengatakan : “Jika laporan dipublikasikan sebagaimana yang dijelaskan dalam laporan, maka itu akan sangat merugikan kerja sama.”

New York Times juga memberitakan hal yang sama, mengungkapkan bahwa dalam edisi pertama laporan, Uni Eropa menyebutkan bahwa Beijing berusaha untuk mengurangi tekanan internasional yang menuduh Tiongkok sebagai sumber penyebar virus, dengan mengutuk Amerika Serikat yang menyebarkan virus secara internasional.

Times pada 27 April mengekspos bagian isi laporan yang dihilangkan, yang di antaranya disebutkan bahwa Tiongkok terus menyebarkan informasi palsu ke seluruh dunia untuk mengalihkan tanggung jawab epidemi, termasuk komunis Tiongkok menuduh anggota parlemen Prancis dan pejabat Taiwan menyerang Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dengan kata-kata diskriminatif.

Laporan Uni Eropa tersebut akhirnya tertunda dan baru dapat dipublikasikan pada 24 April dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus. Teks aslinya yang menyebut Tiongkok melakukan kegiatan penyebaran informasi palsu juga dihilangkan, dan konten terkait lainnya ditempatkan di akhir laporan.

Namun juru bicara Uni Eropa Peter Stano membantah bahwa laporan itu tertunda publikasinya, dan mengatakan tidak ada yang memerintahkan revisi laporan karena tekanan diplomatik.

Li Zhengxiu, seorang peneliti dari Yayasan Penelitian Kebijakan Nasional Taiwan mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa ia percaya bahwa komunis Tiongkok sekarang mulai merasakan tekanan dari negara-negara di seluruh dunia dan menuntut untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sumber virus. Oleh karena itu, ketika mengetahui bahwa Uni Eropa akan menerbitkan laporan ini, mereka menggunakan berbagai cara untuk menekan Uni Eropa demi meringankan tanggung jawab Tiongkok dalam epidemi.

Li Zhengxiu percaya bahwa komunis Tiongkok sedang membangun kembali hubungan persahabatannya dengan negara-negara di dunia melalui publisitas besar-besaran.  Akan tetapi ia yakin bahwa efek dari kegiatan itu justru negatif.  (Sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular