Victoria Kelly-Clark

Australia menggalang Dukungan Internasional untuk Pernyelidikan Virus  Komunis Tiongkok. Walaupun komunis Tiongkok berang, negara Kangguru itu tetap kukuh dengan pendiriannya. Komunis Tiongkok kini gencar meluncurkan “diplomasi prajurit serigala.”

Di tengah-tengah “diplomasi prajurit serigala” Beijing, “Australia tetap teguh mengejar penyelidikan internasional independen mengenai asal dan penanganan wabah virus Komunis Tiongkok di Wuhan.

Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan kepada ABC Radio AM pada tanggal 1 Mei bahwa Australia sedang dalam proses berbicara dengan negara-negara lain untuk melakukan suatu “tinjauan yang transparan.”

“Kami sangat bersyukur dengan perjanjian yang kami miliki dalam beberapa hari terakhir dan pada minggu terakhir dengan telepon Perdana Menteri dan telepon saya sendiri,” kata Marise Payne.

Mengikuti upaya pemerintah Australia, sebuah resolusi bakal  diajukan oleh Uni Eropa kepada Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 18 Mei yang membahas perlunya peninjauan yang tepat, kata Perdana Menteri Scott Morrison memberitahukan kepada Alan Jones di 2GB Radio pada tanggal 1 Mei:

“Apa yang perlu diketahui dunia — dan ada banyak dukungan untuk ini — adalah bagaimana awal wabah itu dan apa pelajaran yang dapat dipetik?”

“Hal tersebut perlu dilakukan secara mandiri. Dan mengapa kita ingin tahu itu? Karena hal itu dapat terjadi lagi,” kata Scott Morrison.

Sebelumnya, pada tanggal 14 April, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres berkomitmen untuk meninjau pandemi virus Komunis Tiongkok setelah krisis berlalu.

Tiongkok Harus Mendukung Penyelidikan

Mantan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan kepada Radio ABC Radio pada tanggal 30 April, bahwa ia dikejutkan oleh reaksi Komunis Tiongkok, mengingat Tiongkok “tidak mau melakukan penyelidikan yang kredibel untuk seluruh dunia sendiri.”

“Saya pikir akan lebih disukai, tentu saja, jika Tiongkok memimpin penyelidikan yang kredibel mengenai asal-usul Coronavirus, dan saya terkejut Tiongkok belum melakukan penyelidikan yang memberikan dampak pada ekonomi, masyarakat dan tentu saja  reputasi Tiongkok,” kata Julie Bishop.

Julie Bishop juga menyerukan agar retorika untuk “menurunkan” dan untuk “diplomasi lebih tenang dan sunyi.”

Julie Bishop mengatakan penyelidikan perlu terjadi untuk memahami bagaimana virus tersebut “memasuki populasi manusia dan apakah keputusan telah diambil untuk  mencegah penyebarannya.”

Berbicara kepada Seven’s Sunrise pada tanggal 29 April, Julie Bishop mengatakan Tiongkok memiliki kewajiban sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung suatu pertanyaan independen.

Ketegangan Diplomatik

Hubungan diplomatik Australia dengan Komunis Tiongkok saat ini adalah dingin.

Duta Besar Tiongkok Cheng Jingye pada tanggal 26 April mengancam bahwa “masyarakat Tiongkok” dapat memboikot ekspor, pariwisata, dan sektor universitas Australia jika pemerintah Australia melanjutkan penyelidikan itu.

Menteri Luar Negeri Marise Payne juga mengatakan tanggal 1 Mei, bahwa Australia akan menolak “saran apa pun bahwa pemaksaan ekonomi akan menjadi tanggapan yang tepat untuk menyerukan dilakukannya suatu tinjauan independen dan transparan.” (vivi/asr)

Share

Video Popular