ET, oleh Li Fan

Militer Korea Selatan mentakan pada  Minggu 3 Mei pukul 07:41 waktu setempat, pos militer Korea Selatan terkena tembakan dari beberapa peluru yang dilelejitkan oleh tentara Korea Utara. Para perwira dan prajurit yang bertugas kemudian memeriksa daerah di sekitar pos dan menemukan di bagian dinding luar terdapat 4 lubang bekas tembakan peluru dan hulu ledaknya.

Selanjutnya, tentara Korea Selatan menembakkan dua peringatan ke arah wilayah Korea Utara. Saat itu, setiap kali tembakan, melejitkan lebih dari 10 peluru, kemudian menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan ke tentara Korea Utara agar berhenti menembak.

BBC melaporkan bahwa baku tembak antara kedua pihak tentara penjaga perbatasan sangat jarang terjadi, terakhir kali pada tahun 2017.

Dalam wawancara dalam acara TV ABC ‘This Week’ pada hari Minggu, pembawa acara Martha Raddatz menyinggung soal baku tembak tersebut. Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengatakan bahwa dirinya sudah membaca laporan yang relevan.

Pompeo berkata : “Saya juga melihat beberapa informasi internal kami. Kami dapat mengonfirmasi bahwa setidaknya laporan awal adalah sebagaimana yang Anda gambarkan, yaitu beberapa tembakan diawali oleh tentara Korea Utara.” 

Pompeo kemudian mengatakan : “Kami pikir ini adalah kecelakaan. Korea Selatan memang telah melakukan tembakan balasan. Hal yang bisa kita katakan sejauh ini adalah bahwa setidaknya tentara kedua belah pihak tidak mengalami cedera.”

Ketika ditanya oleh wartawan apa yang Kim Jong-un lakukan dalam 3 minggu selama menghilang, Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat mengetahui apa yang Kim Jong-un lakukan selama periode itu akan tetapi Pompeo tak membeberkannya : “Saya tidak punya banyak informasi untuk dibagikan kepada Anda.”

Pompeo menekankan bahwa dirinya tidak mengetahui mengapa Kim Jong Un memilih untuk tidak mengikuti Festival Matahari, tak lain untuk memperingati kakeknya Kim Ilsung. padahal waktu lalu, Kim Jong-un juga pernah menghilang dari pandangan publik untuk waktu yang lama. “Oleh karena itu, menghilangnya kali ini bukan hal baru”.

Setelah menghilang selama hampir tiga minggu, media resmi Korea Utara menerbitkan foto-foto Kim Jong-un menghadiri upacara peresmian proyek di Korea Utara pada 1 Mei.

“Tampaknya Ketua Kim masih hidup dan sehat,” kata Pompeo.

Pompeo juga menatakan, “Apapun situasinya, AS senantiasa konsisten dengan misi  yakni membujuk Korea Utara untuk meninggalkan senjata nuklir, untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi rakyat Korea Utara. Sejak Presiden Trump menjabat, ini telah menjadi fokusnya dan pihaknya akan terus bekerja keras untuk pencapaiannya.”

Kepada Pompeo Martha Raddatz mengatakan : “Saya tahu Anda tidak dapat membagikan  banyak informasi tentang Ketua Kim, tetapi bagaimana menurut Anda, apakah dia menderita penyakit serius selama periode ini ?”

“Kami tidak bisa memberi penilaian terhadap hal ini,” jawab Pompeo.

(Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular