- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sejumlah Bukti Menghubungkan Virus Corona dengan Laboratorium P4 Wuhan

ET, oleh Zhang Ting

“Saya dapat memberitahu Anda bahwa ada banyak bukti menunjukkan bahwa virus berasal dari laboratorium di Wuhan”, kata Pompeo dalam program acara TV di ABC ‘This Week’ pada  Minggu (3/5/2020).

Pompeo mengingatkan bahwa komunis Tiongkok memiliki sejarah menginfeksi dunia, dan mereka memiliki sejarah menjalankan laboratorium  di bawah standar. Ini bukan pertama kalinya, dunia terpapar virus karena kesalahan laboratorium Tiongkok.

Pompeo  setuju dengan laporan dari Kantor Direktur Intelijen Nasional. Laporan itu  mengesampingkan bahwa virus itu dimodifikasi secara genetik atau buatan.

“Saya sudah membaca analisis dan ringkasan dari laporan yang dirilis. Saya tidak punya alasan untuk mempertanyakan keakuratan laporan itu,” kata Pompeo.

Asal usul virus komunis Tiongkok telah menjadi fokus munculnya pandemi global dan meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan banyak pejabat pemerintah, termasuk anggota parlemen Amerika Serikat semuanya mengatakan bahwa komunis Tiongkok harus memikul tanggung jawab atas penyebaran wabah yang menghancurkan dunia.

Dalam wawancara dengan Larry O’Connor, pembawa acara radio konservatif pada 24 April lalu, Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat telah bekerja keras untuk mengevaluasi fasilitas canggih untuk penelitian virus atau penelitian patogen yang dimiliki sejumlah negara, termasuk Tiongkok. 

“Ada banyak laboratorium semacam itu di daratan Tiongkok. Kita terus berada dalam kekhawatiran karena mereka tidak memiliki keterampilan, kemampuan, standar sistem operasi, dan protokol yang memadai untuk melindungi dunia dari potensi kebocoran virus”, kata Pompeo.

Amerika Serikat selalu meminta tim internasional untuk memasuki Laboratorium Virus Wuhan untuk melakukan penyelidikan, tetapi ditolak oleh otoritas komunis Tiongkok.

Pompeo : Komunis Tiongkok mencegah ilmuwan Amerika Serikat memperoleh sampel virus

Soal apakah komunis Tiongkok secara sengaja membiarkan virus tersebut menyebar, Pompeo mengaku tidak punya penilaian.

“Saya pikir masih banyak hal yang perlu dipahami. Tetapi saya dapat mengatakan bahwa kita telah mencoba yang terbaik untuk menjawab semua pertanyaan ini. Kita telah mencoba untuk mengirim sebuah tim ke sana, dan WHO juga melakukan hal yang sama tetapi semuanya gagal. Tidak ada orang yang diizinkan memasuki laboratorium Institut Virologi Wuhan atau laboratorium lain. Ada banyak laboratorium di Tiongkok. Risiko masih tetap ada. Ini adalah tantangan yang berkelanjutan,” kata Pompeo.

[1]

Pompeo menilai komunis Tiongkok terus mencegah pakar kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia – WHO dan ilmuwan Amerika untuk mendapatkan sampel virus yang akan digunakan untuk penelitian.

“Kita masih perlu masuk ke sana (Wuhan). Kita belum memiliki sampel virus yang dibutuhkan. Ini adalah ancaman yang berkelanjutan, pandemi yang berkelanjutan. Komunis Tiongkok terus mencegah masuknya ilmuwan terbaik dari Barat dan dunia untuk berpartisipasi, untuk mengklarifikasi apa sebenarnya yang terjadi,” kata Pompeo.

Amerika Serikat masih berusaha untuk mendapatkan sampel asli virus dari pihak Tiongkok. Namun komunis Tiongkok hanya memberikan sampel yang sudah merekai urai,” kata Pompeo dalam wawancara pada 23 April 2020.

Menurut Pompeo, dibutuhkan transparansi dari setiap negara, berbagi data, dan berbagi semua informasi  sehingga ahli epidemiologi, ilmuwan, dan ahli laboratorium terbaik dunia dapat mulai mengembangkan perawatan menciptakan vaksin, dan pada akhirnya mengurangi risiko meluasnya epidemi. 

“Presiden Trump sangat mengharapkan pemulihan dan pembangunan ekonomi sesegera mungkin, tetapi yang penting adalah kita harus transparan terhadap virus, sehingga kita bisa melakukan hal itu”, kata Pompeo.

Komunis Tiongkok sesungguhnya berpeluang untuk mencegah terjadinya pandemi global

Presiden Trump   dengan tajam mengkritik Beijing minggu lalu, meminta Beijing untuk memberikan tanggapan terhadap asal usul virus.

Dalam acara ‘This Week’  Minggu lalu,  Pompeo mengatakan bahwa soal tu penting, komunis Tiongkok sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencegah bencana ini menyebar di seluruh dunia.

Pompeo menegaskan bahwa krisis besar  terjadi akibat  Komunis Tiongkok menyebarkan informasi palsu dan menutupi situasi epidemi yang sebenarnya. Jika hal itu terjadi di Amerika Serikat,   maka para ilmuwan yang pertama kali akan menyelesaikan masalah. 

“Mereka akan saling bertukar gagasan, jadi kita juga akan dapat dengan cepat menentukan langkah apa yang perlu dilakukan sebagai tanggapan,” tegasnya.

Sebaliknya, komunis Tiongkok bertindak seperti rezim otoriter, berusaha menyembunyikan, menutup-nutupi dan menciptakan fenomena yang membingungkan. 

“Komunis Tiongkok justru memperalat Organisasi Kesehatan Dunia untuk merealisasikan tujuan tersebut. Dan berbagai hal ini kini telah menjadi krisis global yang sangat besar, hilangnya banyak nyawa manusia dan kerugian ekonomi yang tidak sedikit,” kata Pompeo. 

“Rakyat Australia memahami hal ini, Anda juga mendengar bahwa warga Eropa juga sedang mengatakan hal yang sama. Saya percaya, seluruh dunia sependapat bahwa komunis Tiongkok-lah yang membuat virus ke seluruh dunia”, kata Pompeo.

Sebuah propaganda palsu klasik komunisme

Pembawa acara ‘This Week’ Martha Raddatz menyebutkan bahwa menurut para pejabat intelijen, pemerintah Tiongkok sejak awal bulan Januari  dengan sengaja menyembunyikan parahnya epidemi yang terjadi di daratan Tiongkok agar tidak diketahui komunitas internasional. Pada saat yang sama, Komunis Tiongkok berusaha untuk menimbun peralatan medis. Mereka sengaja melakukan hal itu demi menjaga kecukupan persediaan masker yang akan mereka gunakan sendiri.

“Kita dapat mengkonfirmasi bahwa komunis Tiongkok menggunakan segala cara yang dapat dilakukan dengan tujuan agar dunia tidak segera tahu mengenai apa yang sedang terjadi,” kata Pompeo.

“Ada banyak bukti yang relevan. Beberapa dari bukti itu dapat Anda lihat di depan umum,” tambah Pompeo.

Pompeo juga menunjukkan langkah-langkah yang ditempuh komunis Tiongkok untuk menutupi fakta sebenarnya dari epidemi. 

“Kita melihat fakta bahwa mereka mengusir para wartawan. Kami juga melihat fakta bahwa beberapa orang yang mencoba untuk melaporkan masalah ini, baik itu para profesional medis Tiongkok telah dibungkam … semua yang dilakukan oleh rezim otoriter ini, cara-cara yang ditempuh komunis Tiongkok ini adalah propaganda palsu klasik komunisme,” kata Pompeo.

Pompeo mengatakan bahwa langkah yang dipraktikkan oleh rezim komunis Tiongkok itu telah membawa resiko besar bagi dunia. Bencana bagi banyak orang. Presiden Trump dengan tegas mengatakan bahwa Amerika akan meminta pertanggungjawaban Komunis Tiongkok. 

Sin/RP 

Video Rekomendasi