NTD, oleh Li Ming

Jembatan Humen yang menghubungkan Distrik Nansha Kota Guangzhou dan Humen County di Kota Dongguan, pada 5 Mei setelah pukul 14 tiba-tiba bergoyang. Permukaan jembatan bergerak naik turun seperti ombak. Kejadian itu membuat para pengendara mobil yang melewati takut bukan kepalang. Tak lama kemudian, klip rekaman pendek jembatan yang sedang “berdisko” itu muncul di komunitas online membuat masyarakat khawatir. Netizen curiga bahwa kualitas jembatan ini bermasalah, Jangan-jangan termasuk proyek abal-abal.

Otoritas berwenang setempat segera menutup seluruh jembatan. Kemudian mengirim ahli jembatan Tiongkok terkenal Ge Yaojun untuk memeriksanya. Tak lama kemudian Ge Yaojun melalui media menjelaskan kepada masyarakat bahwa, alasan utama yang membuat guncangan jembatan itu adalah alat pemisah jalur yang terus dipasang di sepanjang jembatan. Sehingga mengubah bentuk aerodinamis dari balok kotak baja. Karenanya, dalam kondisi tiupan angin tertentu, dapat menimbulkan fenomena “getaran pusaran”, tetapi itu tidak memengaruhi keselamatan struktural jembatan.

Selanjutnya, pemerintah setempat mengirim petugas untuk memindahkan seluruh alat pemisah jalur dari atas jembatan. Setelah itu, jembatan sempat berhenti bergoyang pada sore harinya sekitar pukul 06.00 waktu setempat

Namun 2 jam kemudian, goyangan kembali terjadi, meskipun kekuatan sedikit menurun dibandingkan dengan siang harinya. Akan tetapi ‘Disco’ itu berlanjut semalam suntuk sampai pagi keesokan harinya membuat masyarakat gempar.

Dalam hal ini, Ge Yaojun dengan malu-malu mengakui dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok bahwa getaran pusaran kedua tidak ada hubungannya dengan pemisah jalur, bahkan mungkin tidak ada hubungannya dengan bentuk aerodinamis. Dia mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan perangkat instrumen untuk mengumpulkan data guna pengamatan lebih lanjut. Sedangkan beberapa ahli sedang menyelidiki penyebab getaran pusaran sekunder.

Zhang Xinmin, wakil kepala insinyur dari Kantor Pemeliharaan Jembatan Humen mengatakan kepada media Tiongkok bahwa setelah alat pemisah jalur di atas jembatan itu dibersihkan, amplitudo jembatan telah menunjukkan penurunan. Namun masalah mengapa itu masih terjadi kemudian, ia berkata : “Mungkin karena inersia dan hilangnya membutuhkan waktu yang panjang.”

Namun, ada laporan dari media Tiongkok bahwa jembatan mulai bergoyang dari hari Selasa sekitar pukul dua siang hingga hari Rabu sekitar pukul dua siang. Jembatan itu sebenarnya mengalami  beberapa siklus peningkatan amplitudo sampai hari Rabu sekitar pukul dua siang, kemudian baru melemah.

Ada juga warga yang menganggap penjelasan ahli dari Kantor Perawatan Jembatan soal ‘inersia’ itu hanyalah penjelasan yang membodohi publik.

Insinyur sipil senior Li Guangde kepada media ‘Apple Daily’ mengatakan bahwa ada dua kemungkinan yang membuat geladak jembatan bergetar bagaikan ombak, termasuk gempa bumi atau ritme angin dan frekuensi alami, yang kemudian menimbulkan Frekuensi Resonansi.

Namun, Li Guangde percaya bahwa getaran Jembatan Humen itu termasuk tak seperti biasanya. Ia mengatakan bahwa ketika merancang jembatan, amplitudo jitter akan dihitung, tetapi umumnya dibuat sekecil mungkin hingga tidak dirasakan. Namun demikian, ketika orang-orang dapat merasakan, itu tandanya sudah tidak normal.

(Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular