Ntdtv.com- Media Inggris, Daily Mail melaporkan pada 3 Mei bahwa situs web resmi Institut Virologi Wuhan atau Laboratorium P4 Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, secara diam-diam menghapus beberapa laporan dan foto mulai dari bulan April.

Laporan itu mengatakan bahwa beberapa foto yang awalnya terkait dengan penelitian virus kelelawar pada halaman web kini telah dihapus. 

Foto-foto ini menunjukkan bahwa selama serangkaian proses penangkapan kelelawar, pengambilan sampel, dan kemudian membedah serta menganalisis di laboratorium hampir tidak memakai peralatan pelindung lengkap.

Laporan itu menunjukkan bahwa Laboratorium Virus Wuhan “menutupi” hal-hal tertentu. Pasalnya, para ilmuwan di seluruh dunia mencurigai bahwa epidemi itu disebabkan oleh penanganan sampel kelelawar mematikan yang tidak patut oleh Laboratorium Virus Wuhan. Namun demikian, foto-foto staf yang bisa menjelaskan masalah itu telah hilang.

Lai Jianping, Magister Hukum Internasional, Universitas Ilmu Politik dan Hukum Universitas di Tiongkok mengatakan : “Awalnya foto-foto ini ada di mana-mana, sekarang mereka diam-diam menghapus foto-foto ini, tidak ada lagi. Lalu hanya ada satu penjelasan: hati nurani yang bersalah. Jadi kami mengumpulkan semua informasi ini, kita bisa melihat gambar seluruh laboratorium P4 Wuhan, dan hubungan dengan hubungan yang tidak terpisahkan dari masalah ini.”

Selain itu, laporan Rick Switzer, seorang pakar sains dan teknologi dari Kedutaan Besar AS di Beijing, yang mengunjungi lembaga itu pada Maret 2018 juga dihapus.

Dapat dipahami bahwa setelah mengunjungi Lembaga Penelitian Wuhan pada tahun itu, Schweitzer memperingatkan Departemen Luar Negeri AS bahwa badan tersebut memiliki risiko keamanan. Dia menunjukkan bahwa staf ilmiah dari Lembaga Penelitian Virus Wuhan menyebutkan bahwa lembaga penelitian itu benar-benar tidak memiliki tenaga teknis dan penyelidik yang terlatih dengan baik.

Xiao En, seorang peneliti virologi di bekas Lembaga Penelitian Angkatan Darat AS berkata : “Mereka (Komunis Tiongkok) mengetahui bahwa ini adalah celah. Jadi mereka akan menghapus gambar ini untuk menghindari penyelidikan lebih lanjut. Ada juga pakar teknologi Amerika Schweitzer yang berkunjung ke sana melakukan wawancara, photo-photonya kunjungan juga dihapus. Ini hanya mengingatkan kita pada peringatan risiko keamanan yang telah diberikan Schweitzer setelah mengunjungi institut tersebut.”

Meskipun Lembaga Penelitian Wuhan mengakui bahwa pekerjaan itu berisiko, seperti tercantum di situs webnya. Dikarenakan objek penelitian laboratorium adalah mikroorganisme yang sangat patogen, begitu tabung reaksi untuk menyimpan virus dibuka di laboratorium, itu seperti membuka kotak Pandora .

Namun, “Sunday Post” Inggris menerbitkan gambar dari Lembaga Penelitian Wuhan pada bulan April dan melihat gambar-gambar yang “mengejutkan”. Gambar menunjukkan bahwa segel di pintu kulkas dengan 1500 strain virus berbeda telah rusak. Ini berarti bahwa mungkin ada masalah kebocoran virus di kulkas yang menyimpan strain virus.

Xiao En, seorang peneliti virologi di bekas Lembaga Penelitian Angkatan Darat AS, menambahkan bahwa untuk mencegah dunia luar dari mempertanyakan keamanan Lembaga Penelitian Virus Wuhan, Komunis Tiongkok menghapus informasi secara internal supaya dapat membuang badan.

Menurut Xiao En, secara keseluruhan, apa yang paling ditakuti  komunitas internasional adalah penyembunyian epidemi yang dilakukan Komunis Tiongkok.  Selanjutnya, apakah ada pertanggungjawaban dan investigasi untuk membocorkan virus itu. Jadi, komunis Tiongkok akan secara aktif membuang badan.  

Xiao En percaya bahwa jika komunis Tiongkok ingin menghilangkan bukti agar menolak pertanggung jawaban adalah angan-angan belaka. Pasalnya, sebagian besar negara yang terkena dampak epidemi mulai sadar dan merefleksikan hubungan masa lalu dengan Komunis Tiongkok.

Xiao En mengatakan, orang-orang kini menyadari soal kesehatan masyarakat dan kerjasama lebih lanjut dengan Tiongkok adalah sebuah kesalahan. Dikarenakan, mereka melihat seluruh negeri terdampak selama penyebaran pneumonia Komunis Tiongkok. Sehingga membuat mereka meyakni bahwa Komunis Tiongkok harus bertanggung jawab.

Sementara itu,  media Inggris “Daily Telegraph” Australia melaporkan pada 2 Mei bahwa “Aliansi Lima Mata” menulis laporan setebal 15 halaman yang menunjukkan bahwa Komunis Tiongkok menghancurkan bukti Laboratorium Riset Virus Wuhan setelah wabah pada akhir tahun lalu.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan pada 4 Mei, bahwa Komunis Tiongkok masih ragu untuk menjawab krisis dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus Komunis Tiongkok ke seluruh dunia.

Sedangkan, Presiden Trump mengatakan pada konferensi pers yang diadakan di Gedung Putih pada 30 April bahwa ia telah melihat bukti tentang virus Komunis Tiongkok berasal dari Institut Penelitian Virus Wuhan. Akan tetapi ia belum mengungkapkan rinciannya.

Mesin propaganda Komunis Tiongkok selalu mengklaim bahwa virus Komunis Tiongkok bukan berasal dari Tiongkok. Akan tetapi, semakin banyak negara-negara di dunia mempertanyakan asal-usul virus Komunis Tiongkok yang berasal dari Tiongkok. Kini sorotan itu memusatkan perhatian pada laboratorium P4 Wuhan.

(Hui/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular