The Epoch Times, oleh Chen Juncun

Menurut “New York Times”, Presiden Tanzania John Magufuli mengatakan bahwa reagen yang diimpor dari luar negeri ini memiliki masalah teknis, tetapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang sumber reagen.

Magufuli mengungkapkan bahwa ia meminta pasukan keamanan untuk mengkonfirmasi kualitas reagen ini. Mereka secara acak mengambil beberapa sampel non-manusia, termasuk sampel dari pepaya, kambing dan domba, tetapi menandai dengan nama dan umur manusia.

Sampel-sampel dikirim ke laboratorium di Tanzania untuk pengujian, tetapi teknisi laboratorium tidak tahu dari mana sampel-sampel  itu berasal.

Menurut Magufuli, hasil tes dari pepaya dan kambing positif, yang berarti bahwa beberapa orang yang didiagnosis mungkin tidak benar-benar terinfeksi pneumonia virus Komunis Tiongkok.

Magufuli menuduh laboratorium kurang kredibilitas dan telah meminta penyelidikan terhadap reagen impor.

Saat ini ada 480 kasus yang dikonfirmasi dan 16 kematian di Tanzania. Magufuli sebelumnya meminta warganya untuk mengusir virus dengan berdoa.

Meskipun jumlah diagnosis dan kematian yang dikonfirmasi di negara-negara Afrika lebih rendah daripada di negara-negara Eropa dan Amerika lainnya, tingkat deteksi di negara-negara Afrika sangat rendah, hanya sekitar 500 orang per 1 juta orang yang diuji.

hui/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular