Epochtimes.com- Para peneliti dari Los Alamos National Laboratory di New Mexico menerbitkan laporan 33 halaman tentang BioRxiv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “mutasi D614G” khusus mendominasi. Mutasi ini tampaknya membuat virus Komunis Tiongkok tumbuh lebih cepat dan menjadi lebih menular.

Laboratorium bekerja sama dengan Universitas Duke di Amerika Serikat dan Universitas Sheffield di Inggris untuk menganalisis ribuan urutan virus Komunis Tiongkok.

Mereka mempelajari sampel pasien dari Sheffield, Inggris, dan menemukan bahwa pasien dengan virus mutan ini tampaknya mengandung sejumlah besar virus. Akan tetapi tidak ada bukti bahwa pasien yang membawa virus ini sakitnya lebih parah atau tinggal di rumah sakit lebih lama.

Penelitian lain dari University College London (UCL) mengidentifikasi 198 varian virus yang berulang. 

Profesor Francois Balloux dari kampus mengatakan: “Sejauh ini, kami belum dapat memastikan apakah virus itu lebih mematikan dan lebih menular atau lebih lemah.”

Pemantauan mutasi virus sangat penting untuk memahami pengembangan vaksin. Ambil “virus influenza” sebagai contoh. mutasi virus influenza begitu cepat sehingga vaksin spesifik yang sedang dikirim harus disesuaikan setiap tahun.

Laporan penelitian itu belum ditinjau oleh rekan sejawat, tetapi para peneliti menekankan bahwa lebih dari 100 vaksin saat ini sedang dikembangkan melawan virus Komunis Tiongkok di seluruh dunia. Berita tentang mutasi virus ini sangat layak mendapat “perhatian segera”.

Situasi infeksi sangat bervariasi di berbagai daerah dan kelompok etnis yang berbeda

Pada awal April, sebuah penelitian oleh University of Cambridge menunjukkan bahwa virus Komunis Tiongkok bermutasi menjadi tiga jenis A, B, dan C. Strain pertama A terutama menyebar di Amerika Serikat dan Australia, dan strain B kedua terutama di Wuhan dan Inggris. Strain C ketiga dimutasi dari kedua strain A dan B dan menyebar ke Eropa melalui Singapura. Kasus-kasus di Hong Kong juga terutama dipengaruhi oleh strain ketiga.

Tim Universitas Cambridge menganalisis silsilah virus Komunis Tiongkok dari pasien virus Komunis Tiongkok yang terinfeksi antara akhir Desember 2020 dan Maret tahun ini. Mereka menemukan bahwa varian pada pasien sesuai dengan rute infeksi, dan kejadian utama di Eropa adalah B dan C. Jenis varian yang berubah.

Tidak hanya virus yang berbeda di setiap wilayah, tetapi tingkat infeksi dan tingkat kematian masing-masing kelompok etnis juga berbeda. Menurut penelitian tersebut, risiko orang Afrika-Amerika dan etnis minoritas lainnya di Inggris meninggal akibat penyakit virus Komunis Tiongkok adalah 2 hingga 4 kali lebih tinggi daripada orang kulit putih. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa populasi Hispanik dan Afrika-Amerika telah terpukul parah oleh epidemi.

Di antara mereka, tingkat kematian wanita kulit hitam di Inggris dan Wales dari penyakit yang berhubungan dengan virus Komunis Tiongkok adalah 4,3 kali lebih tinggi dari wanita kulit putih. Sedangkan tingkat kematian pria kulit hitam dari penyakit yang berhubungan dengan virus Komunis Tiongkok adalah 4,2 kali dari pria kulit putih.  

hui/rp 

Video Rekomendasi

Share

Video Popular