Epochtimes, oleh Chen Zhiming
Mengapa kelelawar kebal terhadap serangan virus ?

Sejak tahun 2019, telah terjadi wabah flu babi Afrika, flu burung dan sekarang wabah pneumonia Wuhan, yang menyebabkan anak anjing di rumah pun ikut mati. Tetapi mari kita lihat ke belakang, baik itu coronavirus SARS, MERS, Ebola, dan COVID-19 semua berada dalam tubuh kelelawar, mengapa mereka tidak menjadi sakit ? Tampaknya kelelawar memiliki kekebalan terhadap serangan virus-virus itu. atau mampu hidup berdampingan dengan virus ?

Jawabannya berada dalam tubuh kelelawar ketika terbang setiap hari mencari makan, sel-sel dari seluruh tubuh kelelawar akan memulai metabolisme aerobik, menaikkan suhu tubuh sampai sekitar 40 derajat Celcius.

Puluhan ribu penelitian telah menemukan bahwa ketika tubuh meningkatkan suhu, semua sistem kekebalan dalam tubuh, termasuk sel darah putih, sel B limfatik dan sel T dan lain-lain yang merupakan kekuatan pembasmi, semuanya akan diaktifkan dan direplikasi dengan cepat. Virus yang hidup parasit dan berkembang biak dalam tubuh akan terkepung kemudian dibasmi oleh mereka. Jika virus bertahan melalui metode mutasi dan kemudian mereplikasi untuk melakukan serangan balik, mereka juga akan disapu kembali ke bentuk aslinya lagi pada keesokan harinya.

Strategi imunisasi kelelawar ini sebenarnya adalah strategi pencegahan kekebalan tubuh dengan menggunakan suhu tinggi sekali sehari untuk memperkuat sistem kekebalan dirinya, setelah itu baru melakukan operasi pembunuhan virus.

Sederhananya adalah kelelawar mempersenjatai dirinya terlebih dahulu guna memperkuat daya pemusnah untuk menghadapi virus yang menyerang. Ini berbeda dengan konsep kita sebelumnya yang menganggap bahwa setelah virus menyerang, kelelawar baru menciptakan senjata yang sesuai untuk memusnahkannya. Bukan demikian.

Keterangan foto: Kelelawar menggunakan suhu tinggi sekali sehari untuk memperkuat sistem kekebalan dirinya lalu melakukan operasi pemusnahan virus yang menyerang. (Narinder Nanu/Getty Images)

Fenomena ini, terutama melalui pandemi yang sedang berkecamuk saat ini dapat diamati dengan jelas. Misalnya kita membandingkan antara Taiwan dengan Italia, Taiwan sejak awal telah mempersiapkan diri, sementara Italia lebih longgar dan masih menganggap remeh.

Jadi Taiwan lebih ringan terkena serangan epidemi dibandingkan dengan Italia, sampai kemudian Italia perlu menerapkan mobilisasi nasional, toh jumlah korbannya sangat tinggi. Negara terjadi seperti ini, begitu pula yang terjadi terhadap 38 triliun sel yang hidup di dalam tubuh kita.

Karena dalam tubuh kelelawar memiliki satu set kelompok gen konversi energi yang sangat efisien, oleh karena itu kelelawar dapat meningkatkan suhu tubuh saat terbang. Peran utama dari rangkaian gen ini sebenarnya adalah dasar dari metabolisme aerob dalam sel, yaitu, ia dapat mengubah produk metabolisme anaerobik yang hanya memiliki dua kali kemanjuran, menjadi 38 kali energi ATP yang sangat efisien. Seperti halnya mengubah sistem kerja mesin uap menjadi mesin jet turbocharged. Selain memiliki daya yang cukup untuk terbang, juga akan menghasilkan banyak kalori.

Faktanya, mesin ini sudah ada dalam sel kita, tetapi karena banyak faktor beradab seperti menurunnya fungsi jantung dan stres jangka panjang, kebanyakan orang telah mengalami penurunan fungsi penyerapan oksigen setiap tahunnya sejak berusia 25 tahun.

Pada saat berusia 50 tahun, tubuh telah kehilangan sebanyak 25% pasokan oksigen dan pada usia 75 tahun, hanya tinggal setengahnya yang tersisa. Akibatnya, morbiditas, keparahan gejala, dan tingkat kematian orang tua dan orang-orang dengan penyakit kronis juga sangat berbeda dibanding orang-orang muda atau orang sehat.

Karena itu, jika Anda ingin menjadi “Batman” yang dapat bertahan hingga 14 bulan sebelum Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin, Anda harus terlebih dahulu membalikkan kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.

Berikan oksigen darah dalam jumlah besar ke semua sel tubuh terlebih dahulu, alih-alih mengandalkan respirator untuk menghirup oksigen saat berbaring di ruang ICU. Lagi pula, kompor dengan saluran masuk udara yang tertutup tidak dapat menyala bahkan di lingkungan yang penuh oksigen !

3 cara menaikkan suhu badan untuk memperkuat kekebalan dalam melawan virus

Menghadapi pandemi komunis Tiongkok saat ini, manusia selain ingin mengetahui obat-obatan yang mampu secara efektif menekan virus dalam waktu singkat, dan menguji vaksin dengan efek samping yang lebih minim. Semua tindakan lain, seperti menjaga jarak sosial, memakai masker, memakai baju pelindung, metode isolasi seperti karantina, menangguhkan pendidikan murid sekolah, dan menghentikan kegiatan bisnis dan lainnya hanya untuk mengisolasi atau menghindari infeksi virus dan penyebarannya.

Oleh karena itu, meniru metode menaikkan suhu badan seperti kelelawar untuk membasmi virus telah menjadi metode pencegahan epidemi aktif yang tidak berbahaya. Jika semua metode ini digunakan bersama, efektivitas dalam memerangi wabah ini akan lebih menonjol.

1. Melakukan latihan aerobik singkat

Cara meningkatkan suhu tubuh dapat ditemui di mana-mana. Tetapi itu harus didasarkan pada prinsip bahwa tidak boleh mengurangi cadangan energi atau pasokan oksigen darah dari organ-organ tubuh. Oleh karena itu, meskipun sebagian besar olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh, olahraga juga menghabiskan banyak energi yang sudah tersimpan, dan juga menyebabkan energi terkonsentrasi di otot. Sedangkan organ-organ internal mengalami iskemik, hipoksia, dan kekurangan energi.

Begitu badan terinfeksi virus, mudah menyebabkan organ kita mengalami kerusakan berantai yang lebih parah. Ini juga menjadi alasan mengapa masih banyak atlet profesional yang terinfeksi dalam wabah yang terjadi saat ini.

Karena itu, semua gerakan selama periode pencegahan epidemi ini harus dilakukan hanya untuk membantu sirkulasi darah dan meningkatkan suplai oksigen dalam darah. itu saja sudah cukup.

Menambah kehangatan tubuh sederhana dengan memakai baju lebih tebal untuk latihan aerobik pendek dan harus berhenti ketika tubuh terasa panas dan berkeringat. Pada saat yang sama, Anda harus beristirahat dan makan sesegera mungkin untuk mengisi kembali energi yang aus.

2. Mengkonsumsi makanan yang meningkatkan suhu badan

Dalam hal makanan, yang baik adalah makanan yang dapat membuat tubuh meningkatkan suhu dengan cepat, dan yang dapat meningkatkan suplemen energi. Seperti cabai, jahe yang pada dasarnya memiliki fungsi meningkatkan suhu tubuh dengan cepat, dan jenis makanan ini memiliki efek mempersenjatai kekebalan tubuh mirip kemampuan yang dimiliki kelelawar untuk membasmi virus.

Makanan pedas dan penambah sirkulasi umum lainnya, termasuk moster, lada, kayu manis, adas, lada, salvia, rimpang, motherwort, saffron dan lainnya, juga memiliki efek pemanasan yang serupa. Selama periode ini, selain pasien sakit parah, orang lain seharusnya mengkonsumsi ini jika kebugaran fisik mereka memungkinkan.

Keterangan foto: Teh kayu manis dapat mengatur saraf otonom dan meningkatkan depresi. (Shutterstock)

3. Kembangkan kebiasaan memiliki tubuh yang hangat dengan minum air hangat, mandi air panas

Dalam hal perilaku hidup, ada banyak cara untuk menaikkan suhu tubuh dengan cepat atau menghindari kehilangan energi. Yang paling mendasar adalah menjaga kehangatan tubuh dengan memakai baju tebal atau jaket, mandi atau berendam dengan air panas. Selain itu, jam tidur juga harus cukup.

Pada saat yang sama, pria harus menghindari kehidupan seks yang berlebihan, dan wanita harus makan yang lebih bergizi selama menstruasi. Setiap orang harus minum banyak air hangat setiap hari, dan meningkatkan suhu lingkungan dalam ruangan untuk mengurangi kehilangan kalori.

Kelompok yang mengidap gula darah tinggi harus memperkuat frekuensi makan dan meningkatkan asupan kalori. Bagi mereka yang memiliki hipertensi dan orang berusia paruh baya serta lanjut usia harus menambah makanan untuk memperkuat kerja jantung dan melengkapi kekurangan yang diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan.

Meskipun tindakan di atas tidak dapat menjamin manusia terhindar dari terinfeksi virus, tetapi dapat mengurangi jumlah virus dan kerusakan yang diakibatkan, agar menjauhkan diri dari kemungkinan terserang penyakit serius.

sin/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular